Gubernur Banten Andra Soni: Pembangunan Banten Butuh Sinergi Pemerintah dan Diaspora

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Gubernur Banten Andra Soni mendorong lahirnya program konkret berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan diaspora untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi di Banten.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Kumpul Jeung Dulur Diaspora Banten yang dirangkaikan dengan dialog interaktif “Rembuk Ngariung Jeung Dulur” di Mercure Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Dalam forum diaspora itu, Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan Banten ke depan tidak bisa hanya mengandalkan APBD, melainkan membutuhkan sinergi luas, termasuk dari diaspora. Baik itu diaspora yang tinggal di dalam dan di luar negeri.

“Kita butuh kolaborasi. Dengan keterbatasan fiskal, setiap langkah pembangunan harus tepat sasaran dan berdampak,” ujar Andra Soni.

Ia memaparkan sejumlah program konkret yang telah dan sedang berjalan, mulai dari pembangunan jalan desa sepanjang 67,87 kilometer dengan anggaran Rp184 miliar, hingga revitalisasi irigasi lebih dari 123 kilometer dengan dukungan APBN dan APBD.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjalankan program unggulan Sekolah Gratis yang menjangkau lebih dari 60.705 siswa di 801 sekolah swasta, serta program “Satu Sarjana Satu Desa” untuk 1.238 desa.

Sementara itu, Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily menilai, Banten memiliki potensi besar untuk berkembang, meski masih menghadapi tantangan ketimpangan wilayah.

“Saya optimistis di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Banten bisa lebih maju. PR kita adalah mengurangi kesenjangan antara wilayah,” kata Ace di tempat yang sama.

Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat sebagai kunci pertumbuhan ekonomi.

“Kalau investasi tumbuh, itu akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara yang menyatakan kesiapan kementeriannya untuk berkolaborasi dengan Pemprov Banten.

Ia mengungkapkan bahwa konsep transmigrasi saat ini telah berubah, tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.

“Konsep transmigrasi sekarang adalah membangun kawasan ekonomi baru. Kami bahkan sedang mencari lahan di Banten untuk pengembangan kawasan industri,” katanya.

Menurutnya, peluang tersebut terbuka lebar dengan dukungan kerja sama antar instansi bahkan dengan pihak luar negeri.

“Kami siap mendukung Pak Gubernur Banten. Apa pun yang dibutuhkan, dengan sumber daya yang kami miliki, kami siap bantu,” tegasnya.

Melalui sinergi tersebut, Gubernur Andra Soni sendiri optimistis Banten mampu memperkuat daya saing ekonomi, menarik investasi, dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

“Kita tidak sedang menunggu keadaan membaik, tapi kita yang harus menciptakan perubahan itu,” ujar Andra Soni menambahkan.

Sumber : Adpim

Berita Terkait

“Polisi Ojo Ilang Kamanungsane”, Keutamaan Bagi Petugas Polisi
Digital Leadership dan Pemolisian yang Futuristik
Kakak Gabriel Menahan Tangis, Kesaksian Pacar Ungkap Fakta Isi Ulang Gas Portable
Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah
KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden
Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai
Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:50 WIB

“Polisi Ojo Ilang Kamanungsane”, Keutamaan Bagi Petugas Polisi

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:44 WIB

Digital Leadership dan Pemolisian yang Futuristik

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:04 WIB

Kakak Gabriel Menahan Tangis, Kesaksian Pacar Ungkap Fakta Isi Ulang Gas Portable

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:48 WIB

Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:31 WIB

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden

Berita Terbaru

Yogyakarta

‎Forum Jogja Damai Kawal Aksi Mahasiswa Tetap Aman Kondusif

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:01 WIB