Pemerintah Genjot Pembangunan Huntap, Mendagri Tekankan Pengurangan Masa Tinggal di Huntara

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Tapanuli Utara – Pemerintah pusat terus berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Upaya ini dilakukan agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara (huntara).

Hal itu ditekankan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian saat meninjau lokasi pembangunan huntap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (26/3/2026). Peninjauan itu dilakukan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

“Ini memang sudah tahapnya, tahap huntara sudah hampir selesai. Jadi sudah mulai masuk ke tahap sudah digenjot percepatan huntap semua,” jelas Mendagri.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pembangunan huntap memliki dua skema, yaitu in-situ dan komunal. Pada skema in-situ, masyarakat dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi aman dengan dukungan dana sebesar Rp60 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang akan dicairkan dalam dua tahap. Selain membangun mandiri, masyarakat juga dapat menyerahkan langsung pembangunan tersebut kepada BNPB.

“Di Aceh, saya diskusi dengan Kepala BNPB kemarin, hampir kira-kira 15 ribu dari 26 ribu itu adalah yang in-situ. Baik yang BNPB bangun atau yang bangun sendiri, dengan diberikan uang oleh BNPB,” ujarnya.

Sementara pada skema komunal, pembangunan huntap dilakukan dalam sebuah kompleks yang lahannya disediakan oleh pemerintah daerah (Pemda). Sementara proses pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PKP atau gotong royong dengan kementerian maupun lembaga lain termasuk pihak non-pemerintah.

Adapun pembangunan huntap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara merupakan salah satu contoh skema komunal dengan dukungan dari non-pemerintah yaitu Yayasan Buddha Tzu Chi. Ia menyebutkan, Yayasan Buddha Tzu Chi membangun total 2.603 unit huntap yang tersebar di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar).

Rincian jumlahnya yakni Aceh sebanyak 1.000 unit, Sumut 1.103 unit, serta Sumbar sebanyak 500 unit. Sementara itu, khusus untuk Kabupaten Tapanuli Utara, yayasan tersebut akan membangun 103 unit huntap.

Di sisi lain, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat memastikan bahwa lahan yang digunakan merupakan aset Pemda yang telah memperoleh persetujuan DPRD serta memiliki sertifikat resmi. Saat ini, Pemda tengah menyiapkan perjanjian hukum untuk memastikan kepemilikan lahan tersebut dapat diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Upaya penyediaan hunian ini juga diperkuat melalui koordinasi lintas lembaga, antara lain dengan Kementerian Pekerjaan Umum, PT PLN, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Badan Pusat Statistik (BPS), serta BNPB.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Tinjau BSPS di Humbahas, Mendagri Soroti Peran Pemda dalam Penyediaan Rumah Layak Huni
Pascabencana Sumatera: Kasatgas Tito Dorong Pemda Saling Bantu
Puluhan Sungai Terdampak, Satgas PRR Dorong Penanganan Jangka Panjang
Verifikasi BPS Perkuat Akurasi Data Penyaluran Bantuan Hunian Pascabencana Sumatera
Bagaimana Kondisi Pengungsi Bencana Sumatera Kini?
Usai Lebaran, Satgas PRR Intensifkan Koordinasi Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana
Pemerintah Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
52 Kabupaten/Kota Pulih, Ekonomi Pascabencana Sumatera Bangkit

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:17 WIB

Pemerintah Genjot Pembangunan Huntap, Mendagri Tekankan Pengurangan Masa Tinggal di Huntara

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:52 WIB

Pascabencana Sumatera: Kasatgas Tito Dorong Pemda Saling Bantu

Senin, 23 Maret 2026 - 21:56 WIB

Puluhan Sungai Terdampak, Satgas PRR Dorong Penanganan Jangka Panjang

Senin, 23 Maret 2026 - 21:45 WIB

Verifikasi BPS Perkuat Akurasi Data Penyaluran Bantuan Hunian Pascabencana Sumatera

Senin, 23 Maret 2026 - 20:59 WIB

Bagaimana Kondisi Pengungsi Bencana Sumatera Kini?

Berita Terbaru