JOGJAOKE.COM, Sekitar 30 tenaga kesehatan mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan psikiatri yang digelar dalam program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di aula lantai 5 Rumah Sakit AMC, Jumat (13/3).
Kegiatan ini ditujukan bagi tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan pelayanan rumah sakit, khususnya petugas penerima pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), agar lebih siap menghadapi kemungkinan kedatangan pasien dengan gangguan kejiwaan.
“Pelatihan ini penting agar tenaga kesehatan mampu merespons kondisi psikiatri darurat secara cepat dan tepat,” ujar salah satu pemateri.
Dalam sesi awal, materi mengenai kegawatdaruratan psikiatri disampaikan oleh Warih Andan Puspitosari.
Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan perlu memahami berbagai kondisi psikiatri yang membutuhkan penanganan segera di fasilitas kesehatan. “Peserta juga dibekali pengetahuan terkait penggunaan obat-obatan yang disesuaikan dengan tingkat gejala yang dialami pasien,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa pemahaman ini sangat krusial bagi petugas IGD.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi penatalaksanaan kegawatdaruratan psikiatri yang disampaikan oleh Shanti Wardaningsih. Ia menekankan pentingnya teknik deeskalasi dan komunikasi terapeutik dalam meredakan ketegangan pasien.
“Pendekatan yang tepat dalam situasi krisis sangat menentukan keberhasilan penanganan pasien dengan gangguan psikiatri,” ungkapnya, menegaskan bahwa kemampuan komunikasi menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi darurat.
Pada sesi berikutnya, Yonni Priantoro memandu praktik teknik restrain atau prosedur pembatasan gerak pasien sesuai standar keselamatan medis. Melalui simulasi ini, peserta dilatih untuk bertindak aman dan terukur ketika menghadapi pasien yang agresif atau berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Dengan pelatihan ini, tenaga kesehatan diharapkan semakin siap memberikan penanganan awal yang cepat, profesional, dan sesuai prosedur,” tandasnya.(waw)






