Sopir Bank Jateng Gondol Rp10 Miliar, Tertangkap di Gunungkidul

Senin, 8 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil operasional sebuah bank pemerintah di Wonogiri yang dibawa kabur sopirnya, ditemukan  Rabu (3/9), di Perum Puri Gajah Permai, Colomadu, Karanganyar, dalam    keadaan kosong. (Dok Polresta Solo)

Mobil operasional sebuah bank pemerintah di Wonogiri yang dibawa kabur sopirnya, ditemukan Rabu (3/9), di Perum Puri Gajah Permai, Colomadu, Karanganyar, dalam keadaan kosong. (Dok Polresta Solo)

JOGJAOKE.COM, Gunungkidul – Akhirnya polisi berhasil membekuk A di Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Senin (8/9/2025) pukul 04.00. Sopir Bank Jateng cabang Wonogiri itu menjadi buronan selama sepekan setelah kabur membawa uang Rp10 miliar.

A, yang bekerja di bank pelat merah itu sejak 2018, kabur saat bertugas mengangkut uang tunai pada Senin (1/9). Dari rencana pengambilan Rp11 miliar, rombongan bank sempat mengantongi Rp 6 miliar dari Bank Indonesia, lalu menjemput Rp5 miliar dari cabang di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Saat polisi pengawal izin ke toilet, A menyalakan mesin mobil Toyota Avanza Veloz hitam berpelat H 1959 UF dan melaju, meninggalkan rekan-rekannya serta uang miliaran rupiah di dalamnya.

Mobil itu baru ditemukan dua hari kemudian, Rabu (3/9), di Perum Puri Gajah Permai, Colomadu, Karanganyar. Kosong. Tak ada lagi jejak uang miliaran itu, kecuali kunci mobil yang masih tergantung di tempatnya.

Publik geger. Kasus ini menyeret nama besar Bank Jateng dan menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin uang sebanyak itu bisa berpindah tangan sebegitu mudah. Kapolresta Solo Kombes Catur Cahyono Wibowo mengatakan polisi masih mendalami kasus tersebut. “Untuk barang bukti dan keberadaan uang Rp10 miliar masih dalam penelusuran,” katanya.

A kini ditetapkan sebagai tersangka utama. Polisi masih mengusut kemungkinan keterlibatan pihak lain. Namun, yang jelas, uang bejibun itu raib entah ke mana. (ihd)

Berita Terkait

Atasi Kelangkaan Darah Saat Kondisi Darurat, Dosen UMY Dorong Penguatan Standar Mutu Layanan
Konvoi PSHT Diduga Hambat Ambulans, Nyawa Warga Karanganyar Tak Tertolong
Program Prioritas Pemerintah Dikritik, Dosen UMY Sebut Masalah Utama Ada pada Tata Kelola
Kontribusi Nyata untuk Bangsa, Wamen Koperasi dan Sejumlah Tokoh Diganjar Impactful Unnes Alumni Award 2026
Bantu Penglihatan Warga, Program Kacamata Gratis di Langkat Sasar Ribuan Orang
Di Balik Layar Kecantikan: Naturalisasi Standar Kecantikan dan Komodifikasi Feminitas pada Konten Nanda Arsyinta
Lazismu UMY dan RS AMC Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan Berkelanjutan
Lazismu UMY Gelar Khitan Modern dan Donor Darah untuk Perluas Akses Layanan Kesehatan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:54 WIB

Atasi Kelangkaan Darah Saat Kondisi Darurat, Dosen UMY Dorong Penguatan Standar Mutu Layanan

Senin, 22 Juni 2026 - 20:11 WIB

Konvoi PSHT Diduga Hambat Ambulans, Nyawa Warga Karanganyar Tak Tertolong

Senin, 22 Juni 2026 - 18:59 WIB

Program Prioritas Pemerintah Dikritik, Dosen UMY Sebut Masalah Utama Ada pada Tata Kelola

Senin, 22 Juni 2026 - 18:45 WIB

Kontribusi Nyata untuk Bangsa, Wamen Koperasi dan Sejumlah Tokoh Diganjar Impactful Unnes Alumni Award 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 18:39 WIB

Bantu Penglihatan Warga, Program Kacamata Gratis di Langkat Sasar Ribuan Orang

Berita Terbaru