PT Agrinas Pangan Nusantara Siap Kembangkan Kawasan Transmigrasi sebagai Basis Produksi Pertanian

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Kementerian Transmigrasi dan PT. Agrinas Pangan Nusantara tengah membahas rencana sinergi pemanfaatan kawasan transmigrasi untuk sentra produksi pertanian, dukungan mekanisasi, serta integrasi program koperasi desa dalam memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir. Rencananya PT. Agrinas Pangan Nusantara akan membangun sentra produksi pangan di Kawasan Transmigrasi seperti di Merauke, Papua Selatan.

“Kami tentu ingin menyerap apa yang bisa kita kolaborasikan. Pada prinsipnya kami siap untuk ikut membantu, ikut support,” ujar Mentrans Iftitah dalam audiensi yang dilaksanakan di Kantor PT. Agrinas Pangan Nusantara, Kamis (26/2/2026).

“Saya melihat banyak sekali persamaan yang perlu kita segera bisa wujudkan bersama,” kata Direktur Utama PT. Agrinas Nusantara Pangan, Joao Angelo De Sousa Mota.

Mentrans turut menegaskan arah kebijakan transmigrasi saat ini telah berevolusi. Fokus tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan membangun ekosistem ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal.

“Kami mau menyampaikan, bahwa transmigrasi hari ini juga sudah berevolusi, dari yang tadinya memindahkan penduduk, sekarang ini menjadi pencipta ekosistem ekonomi baru berbasis trans lokal,” kata Menteri Iftitah.

Fokus transformasi tersebut diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Inklusif dalam arti kata bahwa membuka lebih banyak lapangan kerja, berkeadilan dalam konteks upah yang cukup layak, kemudian berkelanjutan adalah ada keberlanjutan menjaga kelesteraan lingkungan,” lanjut Mentrans.

Terkait potensi pengembangan kawasan pangan, Direktur Operasional PT. Agrinas Pangan Nusantara Yudha Rusniwan, menyoroti peluang kerja sama di wilayah Papua Selatan, khususnya Merauke, yang dinilai memiliki komunitas pertanian dan peternakan yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Waktu kami melangkah di wilayah Papua Selatan, khususnya Merauke. Jika memang ada kawasan yang memiliki komunitas pertanian, terutama padi dan peternakan, itu bisa menjadi wilayah potensi bagi kami,” ucapnya.

Melalui sinergi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan produksi, efisiensi distribusi, serta penciptaan lapangan kerja baru di kawasan transmigrasi. Kementerian Transmigrasi menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendorong transformasi kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mendukung ketahanan pangan nasional. (Ls)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

@gerbangpatriot

Berita Terkait

Wamenhan Donny Ermawan Tekankan Pentingnya Persatuan di Tengah Dinamika Global
Seleksi Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Dibuka, Kemenag Dorong Tata Kelola Transparan
Rektor Universitas Moestopo Lepas 119 Lulusan Magister Manajemen, Tekankan Integritas dan Kontribusi
Pesparani IV Tetap Berjalan, Menag Dorong Sinergi Lintas Sektor
Pelajar dan Pemuda Didorong Aktif Berkontribusi dalam Pembenahan Sistem Pendidikan
KORSA Tegaskan Dukungan terhadap Hasyim SE sebagai Pemimpin Visioner Kota Medan
Masih Terbaring Lemah Pascakecelakaan, Keluarga Korban Pekerja MBG Keluhkan Proses Pengajuan Biaya Pengobatan
BASO IGA PHI Jadi Forum Penguatan Sinergi Media dan Industri Hulu Migas

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 10:24 WIB

Wamenhan Donny Ermawan Tekankan Pentingnya Persatuan di Tengah Dinamika Global

Selasa, 28 April 2026 - 10:14 WIB

Seleksi Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Dibuka, Kemenag Dorong Tata Kelola Transparan

Senin, 27 April 2026 - 22:20 WIB

Rektor Universitas Moestopo Lepas 119 Lulusan Magister Manajemen, Tekankan Integritas dan Kontribusi

Senin, 27 April 2026 - 16:15 WIB

Pesparani IV Tetap Berjalan, Menag Dorong Sinergi Lintas Sektor

Minggu, 26 April 2026 - 11:31 WIB

Pelajar dan Pemuda Didorong Aktif Berkontribusi dalam Pembenahan Sistem Pendidikan

Berita Terbaru