Komisi IV DPR RI Akan Cermati Komitmen Impor Beras dalam Kerangka Perdagangan Bilateral

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JAKARTA — Anggota Komisi IV Fraksi PKS DPR RI, Johan Rosihan, meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka dan proporsional terkait informasi komitmen impor beras sebesar 1.000 ton dari Amerika Serikat dalam kerangka perjanjian perdagangan bilateral. Ia menegaskan, Komisi IV DPR RI akan mencermati isu tersebut secara objektif dengan mengedepankan kepentingan nasional, khususnya perlindungan petani dan ketahanan pangan dalam negeri.

Menurut Johan, meski secara volume jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan total produksi beras nasional, kebijakan perdagangan untuk komoditas pangan strategis tetap harus dikawal ketat. Ia mengingatkan potensi dampak psikologis pasar yang dapat memengaruhi harga gabah di tingkat petani.

“Kami tidak ingin polemik ini menjadi bias politik. Yang terpenting adalah memastikan kebijakan apa pun tidak mengganggu serapan gabah petani, tidak menekan harga di tingkat produsen, dan tidak merusak momentum produksi dalam negeri,” ujar Johan di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Ia menambahkan, Komisi IV DPR RI akan meminta penjelasan teknis pemerintah dalam forum resmi guna memastikan komitmen tersebut tidak bertentangan dengan semangat penguatan swasembada dan kedaulatan pangan nasional.

Johan menekankan, pengawasan kebijakan pangan harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis data. Stabilitas harga, optimalisasi peran Bulog dalam penyerapan hasil panen, serta perlindungan terhadap petani, menurutnya, tetap menjadi prioritas utama.

“Ketahanan pangan adalah soal kedaulatan bangsa. Politik boleh berbeda pendapat, tetapi pangan tidak boleh terganggu. Komisi IV akan fokus memastikan produksi nasional kuat dan petani terlindungi,” tegasnya.

Ia memastikan, Komisi IV DPR RI akan terus mengawal kebijakan pangan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat serta menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika perdagangan global. (***)

Berita Terkait

“Polisi Ojo Ilang Kamanungsane”, Keutamaan Bagi Petugas Polisi
Digital Leadership dan Pemolisian yang Futuristik
Kakak Gabriel Menahan Tangis, Kesaksian Pacar Ungkap Fakta Isi Ulang Gas Portable
Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah
KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden
Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai
Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:50 WIB

“Polisi Ojo Ilang Kamanungsane”, Keutamaan Bagi Petugas Polisi

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:44 WIB

Digital Leadership dan Pemolisian yang Futuristik

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:04 WIB

Kakak Gabriel Menahan Tangis, Kesaksian Pacar Ungkap Fakta Isi Ulang Gas Portable

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:48 WIB

Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:31 WIB

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden

Berita Terbaru

Yogyakarta

‎Forum Jogja Damai Kawal Aksi Mahasiswa Tetap Aman Kondusif

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:01 WIB