Kemendagri Pastikan Sinkronisasi Perencanaan APBD Dukung Program MBG

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Surabaya – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto kembali menekankan pentingnya tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan secara terukur, terkoordinasi, dan terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kata dia, memastikan para kepala daerah terus bersinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh daerah.

Bima menjelaskan, terdapat 17 peran pemerintah daerah (Pemda) dalam mendukung MBG, di antaranya penguatan ekosistem, keamanan pangan, pendataan penerima manfaat, serta edukasi dan pemantauan kesehatan. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

“MBG ini didesain bukan hanya untuk fokus pada kesehatan, tetapi juga pemberdayaan perekonomian dan pendidikan. Nah, karena itu Kemendagri fokusnya adalah untuk memastikan agar Bapak-Ibu, para kepala daerah semua ini terus bersinergi,” katanya pada Rapat Koordinasi (Rakor) MBG di Kantor Gubernur Jawa Timur (Jatim), Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Ia mengungkapkan, Kemendagri saat ini tengah memfinalisasi Surat Edaran (SE) sebagai pedoman teknis bagi kepala daerah untuk menjalankan peran Pemda secara lebih terstruktur dan terukur. SE ini juga dimaksudkan untuk mencegah tumpang tindih kewenangan antarkementerian/lembaga serta mendorong keterlibatan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Salah satu yang ditekankan, SE tersebut akan mengatur penguatan Sistem Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Keamanan Pangan.

“Agar juga Dinas atau OPD yang lain bisa dilibatkan di sini. Bukan hanya Dinas Kesehatan, tetapi juga [lembaga] ketahanan pangan, dan juga berkoordinasi dengan BPOM. Jadi Surat Edaran dari Pak Mendagri ini nanti akan fokus pertama ke SLHS yang lebih detail, yang kedua adalah penguatan rantai pasok,” tegasnya.

Bima menegaskan, Kemendagri mendorong keterlibatan OPD terkait, sektor swasta, masyarakat, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar pasokan bahan pangan bagi MBG terjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitasnya.

Dalam aspek kesehatan, Bima juga menekankan pentingnya pemantauan status gizi anak secara rutin. Ia mendorong agar mekanisme teknis pemantauan dapat disinergikan dengan para pemangku kepentingan sehingga evaluasi dapat dilakukan secara berkala.

“Kita harus pikirkan mekanisme teknisnya, apakah di BGN, apakah di Dinas Kesehatan, atau masuk dalam cek kesehatan gratis tadi. Jadi setiap tiga bulan itu kita bisa pantau anak-anak kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kemendagri memastikan dukungan perencanaan dan penganggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selaras dengan target MBG. Hal tersebut telah diakomodasi melalui pengaturan nomenklatur subkegiatan dan kode akun.

“Jadi semuanya kita pastikan sinkron antara target di tata kelola MBG ini, dan juga siklus perencanaan APBD-nya, nomenklaturnya, kode akunnya, dan lain-lain,” tuturnya.

Rakor tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala BGN Dadan Hindayana, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jatim.

Selain mengikuti rakor, dalam kunjungan ke Surabaya tersebut, Bima juga mendampingi Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan selaku Ketua Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG dalam kegiatan sosialisasi MBG di dua lokasi, yakni Panti Asuhan Al Hidayah Mabrur dan Panti Asuhan Muhammadiyah Nyai Walidah Surabaya.(Ls)

Sumber : Puspen Kemendagri

@gerbangpatriot

Berita Terkait

Sinkronisasi Kebijakan Jadi Kunci Reformasi BUMD, Ini Paparan Wamendagri
Aceh Timur Jadi Perhatian, Pemerintah Percepat Rekonstruksi Pascabencana
Tarawih Bersama Warga, Mendagri Tito Karnavian Sampaikan Komitmen Pemerintah Pusat
Pembersihan Permukiman dan Fasilitas Publik di Aceh Tamiang Dipercepat, Mendagri Turun Langsung ke Lapangan
Tinjau Pemulihan Pascabencana, Mendagri Tito Karnavian Buka Puasa Bersama Pengungsi di Aceh Tamiang
Gerakan Indonesia ASRI Digelar Rutin, Pemda Diminta Lakukan Monitoring dan Evaluasi Berkala
Pemerintah Evakuasi Tenaga Kesehatan, Empat Puskesmas di Boven Digoel Ditutup Sementara
Satgas PRR: Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kemajuan Signifikan

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:53 WIB

Sinkronisasi Kebijakan Jadi Kunci Reformasi BUMD, Ini Paparan Wamendagri

Jumat, 20 Februari 2026 - 12:56 WIB

Aceh Timur Jadi Perhatian, Pemerintah Percepat Rekonstruksi Pascabencana

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:58 WIB

Tarawih Bersama Warga, Mendagri Tito Karnavian Sampaikan Komitmen Pemerintah Pusat

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:13 WIB

Pembersihan Permukiman dan Fasilitas Publik di Aceh Tamiang Dipercepat, Mendagri Turun Langsung ke Lapangan

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:36 WIB

Tinjau Pemulihan Pascabencana, Mendagri Tito Karnavian Buka Puasa Bersama Pengungsi di Aceh Tamiang

Berita Terbaru