Wamendagri Bima Ingatkan Pentingnya Soliditas Forkopimda

Rabu, 3 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Cirebon – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya menjaga soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pesan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kondisi Terkini Kabupaten Cirebon di Kantor Bupati Cirebon, Jawa Barat, Rabu (3/9/2025).

Bima juga menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian agar seluruh unsur Forkopimda senantiasa aktif dan kompak dalam menjalankan perannya. Soliditas Forkopimda merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah. Ketika koordinasi dan kerja sama antarpimpinan daerah berjalan baik, maka berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan lebih efektif.

“Kalau Forkopimda solid, Bu Kapolres, enggak ada yang enggak bisa selesai, Pak. Semua bisa selesai dengan catatan Forkopimda solid,” ujar Bima sambil menceritakan pengalamannya selama menjabat Wali Kota Bogor.

Menurutnya, bupati sebagai pimpinan daerah memegang peran penting dalam memastikan harmonisasi Forkopimda berjalan secara taktis, strategis, dan efektif. Karena itu, ia mendorong agar Forkopimda senantiasa menjaga kekompakan melalui komunikasi intensif dan sinergi berkelanjutan.

Selain itu, Bima menyampaikan arahan Mendagri agar kepala daerah lebih aktif membangun komunikasi dan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat yang berpengaruh. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga kondusivitas daerah.

“Pak Menteri juga ingatkan seluruh kepala daerah untuk lebih rajin lagi membangun komunikasi dan silaturahmi dengan para tokoh dan unsur masyarakat yang berpengaruh,” jelas Bima.

Ia mencontohkan, kepala daerah perlu memahami secara menyeluruh simpul-simpul pengaruh di wilayahnya, mulai dari tokoh pesantren, mahasiswa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga pelaku usaha dan elemen masyarakat lainnya. Dengan begitu, potensi persoalan dapat diantisipasi lebih dini melalui jalur komunikasi yang baik.

Bima juga mengapresiasi sejumlah kepala daerah yang telah mengambil inisiatif membangun kebersamaan melalui kegiatan sosial. Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan pemerintah daerah (Pemda) dengan masyarakat.

“Beberapa daerah menyampaikan laporannya melakukan kegiatan doa lintas agama, misalnya, atau bakti sosial, atau kegiatan-kegiatan yang sifatnya langsung masuk menukik kepada warga atau kepada rakyat,” ungkapnya.

Meski begitu, ia mengingatkan agar setiap kegiatan tetap dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian. “Jangan sampai menimbulkan justru kerusuhan, kericuhan karena berebut,” tambahnya.

Bima juga mengingatkan bahwa saat ini sensitivitas masyarakat terhadap perilaku pejabat sangat tinggi. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk mengedepankan prinsip kesederhanaan, termasuk menghindari gaya hidup berlebihan. Pemda diminta untuk membatasi kegiatan seremonial berskala besar yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk sementara waktu Kemendagri menunda izin perjalanan ke luar negeri bagi kepala daerah maupun DPRD. Sebab, kesiapsiagaan kepala daerah dalam menghadapi dinamika yang berkembang sangat penting. Untuk itu, ia meminta agar kepala daerah tetap berada di wilayah masing-masing dan memastikan seluruh jajaran perangkat daerah siaga.

“Kalau Pak Bupatinya stand by, kan OPD-nya juga enggak mungkin keluar. Camat, lurah semua juga enggak mungkin [ke mana-mana]. Kira-kira begitu,” tandasnya.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Diajak Ciptakan Solusi Berbasis Kearifan Lokal untuk Pembangunan Kepulauan Yapen
Satgas PRR Awasi Realisasi Dana TKD Rp144,67 Miliar untuk Percepatan Pemulihan di Solok
Mendagri Tito Dorong Pemerintah Daerah Perkuat Sistem dan Budaya Integritas Cegah Korupsi
Wamendagri Minta DPRD Pastikan APBD Berdampak Nyata, Tak Hanya Penuhi Administrasi
Kemendagri Jaga Kinerja Anggaran Tetap Optimal di Tengah Kebijakan Efisiensi, Kata Mendagri
KPPD Lemhannas Jadi Momentum, Wamendagri Wiyagus Dorong Kemitraan Strategis Kepala Daerah
Wamendagri Bima Arya Dorong Kepala Daerah Saling Belajar demi Percepatan Pembangunan
Kemendagri Dorong Pemda Beri Insentif BPHTB dan PBG untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:23 WIB

Mahasiswa KKN Diajak Ciptakan Solusi Berbasis Kearifan Lokal untuk Pembangunan Kepulauan Yapen

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:41 WIB

Satgas PRR Awasi Realisasi Dana TKD Rp144,67 Miliar untuk Percepatan Pemulihan di Solok

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:35 WIB

Mendagri Tito Dorong Pemerintah Daerah Perkuat Sistem dan Budaya Integritas Cegah Korupsi

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:30 WIB

Wamendagri Minta DPRD Pastikan APBD Berdampak Nyata, Tak Hanya Penuhi Administrasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:24 WIB

Kemendagri Jaga Kinerja Anggaran Tetap Optimal di Tengah Kebijakan Efisiensi, Kata Mendagri

Berita Terbaru