Mendagri Dorong Pemda Segera Perbaiki Fasilitas Publik yang Rusak

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) segera memperbaiki fasilitas yang rusak akibat tindakan anarkistis di sejumlah daerah yang terjadi beberapa waktu terakhir. Ia menekankan agar kerusakan tersebut tidak dibiarkan terlalu lama karena dapat menimbulkan trauma bagi masyarakat.

“Jangan menimbulkan, dibiarkan [fasilitas yang rusak] karena itu akan membuat trauma publik. Jadi segera dilakukan perbaikan dan kalau yang memerlukan waktu yang lama, tutup (areanya ditutupi),” ujar Mendagri kepada awak media usai Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Mendagri menjelaskan, perbaikan kerusakan dapat dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, sumber pembiayaan juga bisa berasal dari gotong royong, misalnya bantuan dari masyarakat yang mampu. “Kalau nanti APBD-nya kesulitan, ya bisa melalui mekanisme hibah. Misalnya hibah dari pemerintah provinsi, dari kabupaten lain yang lebih mampu anggaran fiskalnya kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat juga tidak menutup kemungkinan turut membiayai perbaikan tersebut. Saat ini pemerintah masih berkoordinasi untuk memetakan daerah mana yang bisa memperbaiki secara mandiri dan mana yang memerlukan bantuan, termasuk menghitung total kerugian secara nasional. “Kita belum menghitung secara nasional. Belum. Sedang dalam proses penghitungan,” ujarnya.

Di sisi lain, Mendagri mendorong seluruh Pemda untuk memastikan kegiatan ekonomi di daerah tetap berjalan. Hal ini penting karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. “Jangan kita kemudian kegiatan ekonomi terhenti karena akan terdampak kepada masyarakat semua,” ujarnya.

Mendagri mencatat, sejak 25 Agustus 2025 aksi penyampaian pendapat digelar di berbagai daerah. Sebagian aksi berlangsung secara damai, meski ada pula sejumlah aksi yang menimbulkan kerusakan karena dilakukan secara anarkistis.

Selain memperbaiki fasilitas rusak, Pemda diminta segera menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas kondisi terkini di wilayahnya masing-masing. Pemda juga diharapkan membuka dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga akademisi, serta menggelar kegiatan yang menghadirkan kedamaian, seperti doa bersama yang melibatkan lintas masyarakat.

Lebih lanjut, Pemda diimbau menggencarkan program prorakyat, seperti pasar murah dan penyaluran bantuan sosial yang menjadi kewajiban negara. Sebaliknya, kegiatan seremonial yang terkesan pemborosan diminta untuk ditunda. Para pejabat dan keluarganya pun diingatkan agar tidak menampilkan kemewahan secara berlebihan.

“Tolong dijaga betul, termasuk acara pribadi di momentum saat ini dan ke depan, laksanakan secara sederhana,” ujarnya.

Mendagri juga menegaskan, pihaknya menunda persetujuan permohonan perjalanan ke luar negeri bagi kepala daerah. Ia meminta seluruh kepala daerah yang wilayahnya tergolong rawan untuk tetap berada di daerah masing-masing guna mengendalikan situasi bersama Forkopimda.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Tarian Likurai Meriahkan Festival Fulan Fehan 2026, Perkuat Ikatan Masyarakat Lintas Batas
Mahasiswa Unhan NTT Didorong Menjadi Penggerak Kewirausahaan Berbasis Sumber Daya Alam
Wiyagus: Kekuatan Bangsa Ditentukan oleh Kokohnya Tata Kelola Pemerintahan Dalam Negeri
Jihan Nurlela Dorong Percepatan Aerocity Bandara Radin Inten II
Mahasiswa Poltek Unhan NTT Diminta Wamendagri Bima Arya Miliki Visi dan Disiplin
AHY dan Sjafrie Kompak Bangun Indonesia Maju dengan Pertahanan Udara yang Kuat
Mendagri Dorong Parade Tenun Belu Dipromosikan ke Tingkat Dunia untuk Tingkatkan Pariwisata
KPK Ungkap Indikasi Fee Proyek DJKA Mengalir ke Luar Lingkungan Perkeretaapian

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:56 WIB

Tarian Likurai Meriahkan Festival Fulan Fehan 2026, Perkuat Ikatan Masyarakat Lintas Batas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:51 WIB

Mahasiswa Unhan NTT Didorong Menjadi Penggerak Kewirausahaan Berbasis Sumber Daya Alam

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:44 WIB

Wiyagus: Kekuatan Bangsa Ditentukan oleh Kokohnya Tata Kelola Pemerintahan Dalam Negeri

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:52 WIB

Jihan Nurlela Dorong Percepatan Aerocity Bandara Radin Inten II

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:40 WIB

Mahasiswa Poltek Unhan NTT Diminta Wamendagri Bima Arya Miliki Visi dan Disiplin

Berita Terbaru