‎Naked Flying, Cara Baru Bepergian Ringan dan Bermakna

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sleman – Perjalanan modern kini tak hanya berbicara soal destinasi, tetapi juga tentang makna dan kesadaran.

‎Tren Naked Flying hadir sebagai refleksi baru, mengajak pelancong bepergian tanpa bagasi demi pengalaman yang lebih sederhana, sadar diri, dan ramah lingkungan.

‎Dr. Bhenu Artha, S.E., M.M., dosen Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram Yogyakarta, memandang tren ini sebagai proses refleksi psikologis.

‎“Kita sering membawa terlalu banyak barang karena rasa cemas. Naked Flying justru melatih keberanian melepaskan, baik secara fisik maupun mental,” ungkapnya.

‎Ia menjelaskan, keterbatasan perlengkapan mendorong wisatawan untuk lebih berinteraksi.

‎“Ketika kebutuhan memaksa kita bertanya dan berkomunikasi, di situlah koneksi sosial tumbuh secara alami,” ujarnya.

‎Interaksi tersebut dinilai memperkaya pengalaman perjalanan dan memperkuat relasi antar manusia.

‎Meski demikian, Bhenu mengingatkan bahwa Naked Flying bukanlah konsep yang harus diterapkan semua orang.

‎“Esensinya bukan nol barang, melainkan kesadaran memilih. Tren ini mengajak kita menata ulang prioritas, agar perjalanan tidak hanya ringan di badan, tetapi juga bermakna bagi diri dan lingkungan,” pungkasnya.

(waw)

Berita Terkait

Belajar dari Insiden KRL, Pakar UMY: Keselamatan Perkeretaapian Harus Berbasis Budaya dan Sistem
Prof. Sri Atmaja: Keselamatan Perkeretaapian Harus Dilihat sebagai Satu Sistem Utuh
HS dan Sembada Fighting Championship Kampanyekan Mental Juara Generasi Muda
Inung Nurzani Terpilih Lagi Pimpin Percasi Jogja Periode 2026-2030
Kasrem Hadiri Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu Untuk Semua
Muskot Percasi Jogja Bangkitkan Catur Rakyat Borong Prestasi Besar
Ketidakpastian Yurisdiksi Peradilan Militer Jadi Sorotan di Mahkamah Konstitusi
May Day DIY Memanas, Ormas Hadang Massa Aksi Buruh

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:51 WIB

Belajar dari Insiden KRL, Pakar UMY: Keselamatan Perkeretaapian Harus Berbasis Budaya dan Sistem

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:45 WIB

Prof. Sri Atmaja: Keselamatan Perkeretaapian Harus Dilihat sebagai Satu Sistem Utuh

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:52 WIB

Inung Nurzani Terpilih Lagi Pimpin Percasi Jogja Periode 2026-2030

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:15 WIB

Kasrem Hadiri Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu Untuk Semua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:58 WIB

Muskot Percasi Jogja Bangkitkan Catur Rakyat Borong Prestasi Besar

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Pengelolaan Sampah di Deli Serdang Dinilai Masih Belum Optimal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:19 WIB