‎Yogyakarta Terdepan Terapkan Manajemen Talenta ASN Berbasis Meritokrasi Nasional

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Pemkot Yogyakarta mencatatkan langkah strategis dalam reformasi birokrasi dengan menjadi pemerintah daerah pertama di DIY yang menerapkan sistem manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN).

‎Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan kebijakan ini dijalankan berbasis meritokrasi dan konsistensi sistem.

‎“Saya bersyukur karena sistem manajemen talenta berbasis meritokrasi sudah diterapkan. Tugas kami tinggal menjaga dan tidak merusaknya,” ujar Hasto usai Penandatanganan Komitmen Bersama di Gedhong Pracimasana Kepatihan, Rabu (7/1/2026).

‎Hasto menekankan kepala daerah tidak boleh bertindak sewenang-wenang dalam pengisian jabatan.

‎Menurutnya, seluruh proses harus mengikuti sistem penilaian yang objektif.

‎“Kepala daerah tidak boleh seenaknya sendiri, harus mengendalikan diri dan mengikuti sistem,” tegasnya.

‎Ia mencontohkan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang dilakukan berdasarkan hasil penilaian talenta.

‎“Kemarin sudah ada dua eselon II yang diangkat, dan Januari ini ada dua lagi. Itu karena skornya sudah mencapai sembilan,” jelas Hasto.

‎Sejalan dengan itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan manajemen talenta merupakan agenda utama sektor publik.

‎Ia menilai pengelolaan SDM aparatur harus memiliki visi inklusif dan memandang ASN sebagai modal manusia yang bernilai.

‎“Manajemen talenta tidak boleh hanya merawat segelintir bintang, tapi membangun ekosistem talenta agar seluruh potensi ASN menemukan momentumnya,” kata Sultan.

‎Sementara itu, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan penerapan manajemen talenta nasional terus meningkat signifikan.

‎“Periode 2016–2024 ada 42 instansi yang berhasil dibina. Namun setahun terakhir, ada 121 kementerian, lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota yang kami bina,” ungkapnya.

‎Zudan menegaskan DIY menjadi rujukan nasional.

‎“Semua daerah di DIY tahun ini 100 persen menerapkan manajemen talenta. Kalau daerah lain ingin belajar, silakan datang ke DIY. Seeing is believing, sistem yang transparan akan semakin terjaga,” pungkasnya.

(waw)

Berita Terkait

Terbongkar! 3 Ton Sisik Trenggiling Disita, Ribuan Satwa Dibantai
Dinas Kesehatan Yogyakarta Ingatkan Pentingnya Pola “Isi Piringku” untuk Cegah Obesitas
‎Profil Muhammad Suryo Bos Rokok HS Viral Bangun Bisnis Besar
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Ingatkan Bahaya Minuman Diuretik dan Makanan Tinggi Garam Saat Puasa
DIY Matangkan Pendidikan Khas Kejogjaan, Bentengi Generasi dari Disrupsi Digital
Gerak Cepat Ganjar Bersihkan Embung Tambakboyo Sleman
Belanja Lokal dan Zakat Genjot Ekonomi Rakyat
Tanggung Jawab Sosial Muhammad Suryo: Biaya Pengobatan, Santunan, dan Beasiswa bagi Korban Kecelakaan

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:12 WIB

Terbongkar! 3 Ton Sisik Trenggiling Disita, Ribuan Satwa Dibantai

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:57 WIB

Dinas Kesehatan Yogyakarta Ingatkan Pentingnya Pola “Isi Piringku” untuk Cegah Obesitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:40 WIB

‎Profil Muhammad Suryo Bos Rokok HS Viral Bangun Bisnis Besar

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:16 WIB

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Ingatkan Bahaya Minuman Diuretik dan Makanan Tinggi Garam Saat Puasa

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:36 WIB

DIY Matangkan Pendidikan Khas Kejogjaan, Bentengi Generasi dari Disrupsi Digital

Berita Terbaru