Yogyakarta Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Kunjungan Delegasi Internasional ke Bakpia Pathok 25

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah delegasi mancanegara peserta Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 menyaksikan dan mengabadikan langsung proses pembuatan adonan bakpia oleh para pekerja di rumah produksi Bakpia Pathok 25, Yogyakarta

Sejumlah delegasi mancanegara peserta Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 menyaksikan dan mengabadikan langsung proses pembuatan adonan bakpia oleh para pekerja di rumah produksi Bakpia Pathok 25, Yogyakarta

JOGJAOKE.COM, ‎Jogja – Yogyakarta kembali memanfaatkan rangkaian Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 sebagai panggung diplomasi budaya melalui kunjungan delegasi dunia ke Bakpia Pathok 25.
‎
Puluhan peserta dari India, Vietnam, China, Lithuania, Amerika Serikat, Haiti, Brasil, Lebanon, Jerman, Tunisia, Malaysia, serta sejumlah negara lain mengikuti kegiatan tersebut penuh antusias.
‎
Kegiatan yang diprakarsai Komunitas Angkasa 1 selaku penyelenggara JIKF 2026 dipimpin Anang Sarijiyanto menghadirkan pengalaman budaya berbeda dibanding kunjungan wisata biasa bagi seluruh delegasi.
‎
Para peserta diajak menyaksikan langsung seluruh proses produksi bakpia, mulai pencampuran adonan, pengisian aneka rasa, pencetakan, hingga pemanggangan di ruang oven modern.
‎
Tak sekadar melihat, delegasi juga mencicipi berbagai varian bakpia sambil berdialog bersama pekerja mengenai sejarah, filosofi, hingga perkembangan kuliner khas Yogyakarta tersebut.
‎
Perwakilan Bakpia Pathok 25, Amel, mengatakan pihaknya menyambut kolaborasi Road to JIKF 2026 sebagai langkah memperkenalkan budaya Yogyakarta kepada masyarakat internasional.
‎
“Kami selalu terbuka untuk kegiatan yang memperkenalkan budaya Yogyakarta kepada dunia. Harapan kami bakpia semakin dikenal masyarakat internasional,” ujar Amel, Selasa (7/7/2026).
‎
Amel menegaskan bakpia telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia sejak 2016 sehingga promosi kepada wisatawan mancanegara memiliki nilai strategis bagi pelestarian budaya.
‎
“Datang langsung ke lokasi produksi tentu memberikan pengalaman yang jauh lebih mendalam dibandingkan hanya melihat promosi melalui media sosial,” katanya.
‎
Menurut Amel, para delegasi mengikuti seluruh proses produksi dengan antusias bahkan beberapa peserta kembali mengambil tester bakpia lebih dari satu kali.
‎
“Pengalaman seperti ini akan menjadi cerita yang mereka bagikan kepada keluarga dan teman-temannya ketika kembali ke negara masing-masing,” tambahnya.
‎
Delegasi asal India, Kamal Prakash, mengaku terkesan setelah pertama kali melihat langsung proses pembuatan makanan tradisional Indonesia yang dinilainya sangat profesional dan higienis.
‎
“Semua prosesnya sangat bersih, para pekerjanya sangat profesional, dan saya benar-benar menikmati setiap prosesnya,” kata Kamal usai mengikuti kunjungan.
‎
Ia juga menilai Road to JIKF menawarkan pengalaman berbeda karena tidak hanya menghadirkan festival layang-layang, melainkan memperkenalkan budaya, kuliner, serta kehidupan masyarakat Yogyakarta.
‎
“Festival ini bukan hanya tentang menerbangkan layang-layang. Kami juga diajak mengenal budaya, kuliner, masyarakat, dan kehidupan di Yogyakarta,” ungkapnya.
‎
Rekannya, Dilshad, turut memuji keramahan masyarakat Indonesia. “Masyarakat Indonesia sangat ramah. Tolong pertahankan keramahan dan kebersihan ini karena menjadi hal terbaik yang kami rasakan selama berada di Indonesia,” ujarnya.
‎
Melalui rangkaian Road to JIKF 2026, penyelenggara berharap diplomasi budaya mampu memperkuat citra Yogyakarta di mata dunia sekaligus mendorong pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi UMKM menembus pasar internasional. (waw)

 

Berita Terkait

‎Milad Kedua Prime UMY Gebrak Aksi Sosial, Donor Darah Gratis
Listyo Sigit ke KSP, Guru Besar UMY Tekankan Mekanisme Kelembagaan Jaga Independensi Polri
Pakar Ekonomi UMY Soroti Risiko Fiskal Pengelolaan Utang Whoosh oleh Kemenkeu
Pakar UMY Ungkap Celah Tata Kelola di Balik Kasus Korupsi Pertanahan
Sigit Akhiri Masa Kepemimpinan Polri Setelah Lintasi Dua Era Presiden
Harda Kiswaya Tekankan Moral Adiwicara, Budaya Jawa Jangan Tergusur Zaman
Kebakaran Dahsyat Transhome Sleman Tewaskan Dua Perempuan, Kerugian Puluhan Miliar
32,1 Persen Pelaku Wellness Serbu Jogja, JCWF Makin Menggigit

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:08 WIB

‎Milad Kedua Prime UMY Gebrak Aksi Sosial, Donor Darah Gratis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Listyo Sigit ke KSP, Guru Besar UMY Tekankan Mekanisme Kelembagaan Jaga Independensi Polri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Pakar Ekonomi UMY Soroti Risiko Fiskal Pengelolaan Utang Whoosh oleh Kemenkeu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Pakar UMY Ungkap Celah Tata Kelola di Balik Kasus Korupsi Pertanahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Sigit Akhiri Masa Kepemimpinan Polri Setelah Lintasi Dua Era Presiden

Berita Terbaru