Wujudkan Generasi Bebas Stunting, Pemprov Banten Pacu Sinergi Pangan Lokal dan Pemberdayaan Warga Desa

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Serang – Penurunan angka stunting (tengkes) di Provinsi Banten membutuhkan kolaborasi seluruh sektor dan tidak bisa hanya bertumpu pada program kesehatan. Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan, penanganan stunting harus dimulai dari tingkat keluarga dan diperkuat melalui program pembangunan desa yang melibatkan seluruh perangkat daerah.

​Hal tersebut disampaikan Wagub Dimyati usai Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (3/11/2026).

​Dimyati memaparkan, penguatan posyandu serta pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Program Koperasi Desa Merah Putih dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diyakini mampu menggerakkan perekonomian keluarga. Sebagai dukungan nyata, Pemerintah Provinsi Banten tengah merancang peningkatan Bantuan Keuangan Desa pada 2027.

​”Desa itu membangun keluarga, keluarga membangun generasi, dan generasi membangun masa depan. Karena itu, pembangunan desa harus menjadi perhatian bersama,” ujar Wagub Dimyati.

​Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menambahkan, dari 20 indikator percepatan penurunan stunting, hanya sembilan (30 persen) yang berada di ranah kesehatan. Sementara 11 indikator lainnya (70 persen) merupakan intervensi sensitif lintas sektor, seperti pekerjaan umum, ketahanan pangan, keluarga berencana, hingga sanitasi lingkungan.

​”Persoalan stunting dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ekonomi keluarga hingga kondisi lingkungan. Melalui Rakor Monev ini, kita berharap seluruh sektor bisa bergerak bersama membentuk Banten Super Team,” jelas Ati. Ia juga mencatat prevalensi stunting Banten saat ini berada di angka 21,1 persen berdasarkan data 2024, sembari menunggu hasil pengukuran nasional terbaru untuk 2025 dan 2026.

​Dalam kesempatan yang sama, Mendes PDT Yandri Susanto menjadikan Banten sebagai provinsi pertama dalam rangkaian kunjungan kementeriannya terkait penanganan stunting perdesaan. Yandri menegaskan, masalah gizi buruk erat kaitannya dengan kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja.

​”Kalau ada kegiatan ekonomi di desa, masyarakat bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Kemiskinan bisa ditekan, stunting juga bisa kita tekan,” tegas Yandri.

​Ia mencontohkan kesuksesan desa ekspor di Kabupaten Pandeglang yang produknya telah menembus pasar global. Yandri juga mengingatkan bahwa dana desa setiap tahun dapat dialokasikan untuk mendukung pencegahan stunting melalui keterpaduan program antara pemerintah pusat, daerah, desa, serta masyarakat.(lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Tingkatkan Kepedulian Sosial dan Integritas, Wagub Dimyati Ajak ASN Banten Jadikan Jabatan Lahan Ibadah
Wujudkan Transformasi Polri Presisi, Tiga Pejabat Utama Polda Banten Resmi Berganti
Perkuat Rantai Pasok Pangan, Sinergi BUMD Banten dan Daesang Food Indonesia Siap Dongkrak Ekonomi Petani
Transformasi Ekonomi Berbasis Riset, Gubernur Banten Ajak Cetak Banyak Inventor dan Paten Berkualitas
Perluas Basis Pembinaan, Wagub Banten Minta Pertina Jaring Talenta Petinju Berbakat hingga Desa
Perkuat Sinergi Pemprov dan Kadin, Gubernur Andra Dorong Ekosistem Bisnis Transparan dan Berdaya Saing
Jaga Produktivitas Daerah, Wagub Banten Dimyati Tekankan Pentingnya Deteksi Dini dan Hidup Sehat
Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah, Pemprov Banten Integrasikan UMKM Halal dan Lembaga Keuangan Syariah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:37 WIB

Wujudkan Transformasi Polri Presisi, Tiga Pejabat Utama Polda Banten Resmi Berganti

Rabu, 4 November 2026 - 01:36 WIB

Perkuat Rantai Pasok Pangan, Sinergi BUMD Banten dan Daesang Food Indonesia Siap Dongkrak Ekonomi Petani

Selasa, 3 November 2026 - 18:29 WIB

Transformasi Ekonomi Berbasis Riset, Gubernur Banten Ajak Cetak Banyak Inventor dan Paten Berkualitas

Selasa, 3 November 2026 - 18:21 WIB

Perluas Basis Pembinaan, Wagub Banten Minta Pertina Jaring Talenta Petinju Berbakat hingga Desa

Selasa, 3 November 2026 - 18:14 WIB

Perkuat Sinergi Pemprov dan Kadin, Gubernur Andra Dorong Ekosistem Bisnis Transparan dan Berdaya Saing

Berita Terbaru

Jakarta

Kawal Prabowo, SMSI Siapkan Masukan Kritis

Rabu, 4 Nov 2026 - 15:54 WIB

Yogyakarta

Tim Nasional Puji BAHU TEMAN, Sleman Perluas Akses Keadilan

Rabu, 4 Nov 2026 - 15:29 WIB