Wesly Silalahi Disorot, Mahasiswa Minta Kejatisu Bertindak

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, MEDAN – Puluhan mahasiswa menggelar aksi di kantor Kejati Sumut minta Walikota Pematang Siantar Wesly Silalahi diperiksa kasus dugaan korupsi pembelian tanah dan bangunan eks Rumah Singgah Covid-19, Jumat (12/6).

Massa yang menyebut dirinya Serikat Mahasiswa Revolusi Anti Korupsi (SEMARAK), menilai pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 itu terlalu dipaksakan dan terjadi mark up.

Koordinator Aksi, Ade Tiyo Warman, mengatakan aksi ini menyoroti dugaan
tindak pidana korupsi, manipulasi administrasi, dan mark-up anggaran pada
pembelian tanah dan bangunan Eks Rumah Singgah Covid-19 oleh Pemko Pematangsiantar.

Pembelian dengan nilai Rp14.530.069.000
Berdasarkan investigasi Pansus DPRD
Kota Pematangsiantar, proses pengadaan ini sarat dengan indikasi pelanggaran fatal. “Beberapa diantaranya adalah ketiadaan dokumen Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD), penunjukan Kantor
Jasa Penilai Publik (KJPP) yang diduga tidak transparan, hingga ketidakwajaran hasil appraisal dan bangunan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) justru dinilai lebih tinggi,” kata Ade.

Lanjut Ade, ironisnya, dokumen Badan
Pertanahan juga menunjukkan bahwa sebagian area Daerah Aliran Sungai
(DAS) turut dimasukkan ke dalam bidang tanah yang dibeli menggunakan
uang rakyat. Potensi kerugian keuangan negara akibat skandal ini diestimasikan berada pada kisaran Rp6,1 miliar hingga menembus angka Rp 10 miliar lebih.

Ade mengatakan, menyikapi temuan-temuan yang merugikan keuangan daerah tersebut,
SEMARAK mendesak Kejati Sumut untuk segera memeriksa Wesly Silalahi terkait skandal dugaan korupsi pembelian eks rumah
singgah Covid-19 dan menyeret seluruh aktor yang terlibat,

Lanjut Ade, SEMARAK juga meminta aparat membongkar tuntas praktik mark-up harga, rekayasa appraisal, serta mengusut tuntas dugaan adanya mafia aset daerah dan jaringan persekongkolan yang bermain di balik transaksi miliaran rupiah tersebut.

Ade mengatakan, massa aksi juga meminta
Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung RI
untuk turun langsung mengevaluasi kinerja Kejaksaan Negeri
Pematangsiantar yang dinilai gagal menunjukkan profesionalisme dan
keberanian dalam mengungkap kasus-kasus korupsi yang diduga menyeret
nama Wali Kota Pematangsiantar.(*)

Berita Terkait

Rayakan HUT RI, Sugiat Tekankan Peran Kader Gerindra Sumut Songsong Indonesia Emas
Pelatihan Sawit LPP Agro Dorong Pekebun Tingkatkan Produktivitas
Musda WALUBI Sumut Tetapkan Bunda Yin sebagai Ketua Periode 2026–2031
Perkuat Budaya Hidup Sehat, IGORNAS Sumut dan ASICS Uji Kebugaran 300 Pelajar
Aksi Nasdemsu Desak Kejati Selidiki Dugaan Makelar Jabatan di Pemko Medan
Gerindra Muda Kritik Pernyataan Ketua DPW NasDem, Sebut Tendensius kepada Gubernur
Ketua PW IKA Alumni BEM Nusantara Sumatera Utara: Kritik Ricky Antony terhadap Gubernur Bobby Nasution Jangan Bermuatan Politis, Fokus Bekerja untuk Rakyat
Kemenkum dan Komisi XIII DPR Gelar Sosialisasi Hukum di UINSU, Ingatkan Bahaya Main Hakim Sendiri

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Rayakan HUT RI, Sugiat Tekankan Peran Kader Gerindra Sumut Songsong Indonesia Emas

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Pelatihan Sawit LPP Agro Dorong Pekebun Tingkatkan Produktivitas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Musda WALUBI Sumut Tetapkan Bunda Yin sebagai Ketua Periode 2026–2031

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Perkuat Budaya Hidup Sehat, IGORNAS Sumut dan ASICS Uji Kebugaran 300 Pelajar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Aksi Nasdemsu Desak Kejati Selidiki Dugaan Makelar Jabatan di Pemko Medan

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Warga Purwasana Serbu Sungai, Parak Iwak Hadirkan Motor

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:28 WIB

Yogyakarta

‎Ramah Tamah Paskibraka DIY Penuh Pesan Kebangsaan

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:10 WIB