Warga Kepuharjo Gelar Tradisi Dandan Kali, Rayakan Harmoni Alam

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman – Dam Manggong di lereng selatan Merapi mendadak ramai, Jumat Kliwon (10/10), saat warga Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, menggelar tradisi tahunan Dandan Kali atau Becekan.

‎Tradisi sakral yang melibatkan warga Dusun Kepuh, Manggong, dan Pagerjuang ini sudah diwariskan turun-temurun sebagai bentuk syukur dan doa agar sungai tetap mengalir serta membawa berkah.

‎“Kami berharap sungai-sungai seperti Gendol, Kretek, dan Kebeng tidak pernah kering,” ujar salah satu tokoh adat setempat.

‎Lurah Kepuharjo, Heri Suprapto, menjelaskan bahwa upacara ini selalu digelar setiap Jumat Kliwon pada musim keempat penanggalan Jawa.

‎Tahun ini, acara dilengkapi dengan kegiatan penanaman pohon di sekitar Kali Gendol.

‎“Kami tanam beringin, gayam, dan aren agar tanah tetap subur dan air terjaga. Ini wujud kepedulian kami terhadap alam,” ungkapnya.

‎Menurut Heri, tradisi ini bukan sekadar budaya, tetapi juga bentuk nyata harmoni manusia dengan alam.

‎Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kepuharjo.

‎“Tradisi ini luar biasa, karena bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga memperkuat gotong royong dan kepedulian lingkungan,” katanya.

‎Ia berharap tradisi Dandan Kali terus dijaga sebagai identitas dan warisan berharga.

‎“Semoga masyarakat Kepuharjo selalu diberi keselamatan, kesehatan, dan kekompakan,” tambah Danang.

‎Suasana semakin semarak saat alunan karawitan mengiringi pawai bregada membawa nasi becek, sajian khas upacara Becekan.

‎Penampilan teatrikal warga dengan lakon Amurwa Kali Redi Merapi menggambarkan asal-usul tradisi ini, menambah kesakralan acara.

‎Melalui Dandan Kali, masyarakat Kepuharjo menegaskan pesan penting: menjaga warisan budaya berarti menjaga keseimbangan alam—sebuah nilai luhur yang kian relevan di tengah perubahan iklim global.(waw)

Berita Terkait

‎Pria Bersurjan dan Kebaya Syiar Budaya, Ngemong Generasi Muda
Ambarrukmo Ulang Tahun ke-20, Bagikan Takjil Spesial 3 Hari
Terbongkar! 3 Ton Sisik Trenggiling Disita, Ribuan Satwa Dibantai
Dinas Kesehatan Yogyakarta Ingatkan Pentingnya Pola “Isi Piringku” untuk Cegah Obesitas
‎Profil Muhammad Suryo Bos Rokok HS Viral Bangun Bisnis Besar
Buka Puasa UWM Perkuat Silaturahmi, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Kampus
Sarah Azzahra Dituntut Majukan Ekonomi Kreatif DIY Lewat GEKRAFS
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Ingatkan Bahaya Minuman Diuretik dan Makanan Tinggi Garam Saat Puasa

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:43 WIB

‎Pria Bersurjan dan Kebaya Syiar Budaya, Ngemong Generasi Muda

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:49 WIB

Ambarrukmo Ulang Tahun ke-20, Bagikan Takjil Spesial 3 Hari

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:12 WIB

Terbongkar! 3 Ton Sisik Trenggiling Disita, Ribuan Satwa Dibantai

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:57 WIB

Dinas Kesehatan Yogyakarta Ingatkan Pentingnya Pola “Isi Piringku” untuk Cegah Obesitas

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:40 WIB

‎Profil Muhammad Suryo Bos Rokok HS Viral Bangun Bisnis Besar

Berita Terbaru