Wamendagri Bima Arya Apresiasi Rencana Revitalisasi Benteng Victoria di Kota Ambon

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Ambon – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membuka secara resmi Festival Benteng Victoria Tahun 2025 di Lapangan Merdeka Ambon, Maluku, Jumat (17/10/2025). Festival ini menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya serta mendorong pariwisata di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Bima Arya mengapresiasi rencana pemerintah daerah (Pemda) setempat bersama Kementerian Kebudayaan untuk merevitalisasi Benteng Victoria melalui pemugaran. Ia menilai, penataan ulang benteng bersejarah tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali ingatan tentang peradaban dan warisan sejarah yang dimiliki Maluku.

Ia menegaskan bahwa Kota Ambon dan Provinsi Maluku memiliki modal utama berupa sejarah panjang serta kebudayaan yang beraneka ragam. Menurutnya, wilayah ini menyimpan banyak cerita, inspirasi, dan warisan turun-temurun, tidak hanya dari keindahan alamnya yang memesona, tetapi juga dari kekayaan budaya, kuliner, serta nilai-nilai luhur yang hidup di dalamnya.

“Setiap kota punya identitas, tapi tidak setiap kota itu punya karakter,” ujarnya.

Ia menambahkan, Maluku dan Ambon bukan hanya sekadar nama, tapi menyangkut karakter dan budaya yang luar biasa. “Tidak ada bangsa yang besar di muka bumi ini, tidak ada kota, wilayah yang maju di dunia ini tanpa peradaban dan kebudayaan yang kokoh dan kuat, tanpa adanya kebudayaan yang mempersatukan warganya,” ujar Bima.

Bima menjelaskan, Benteng Victoria memiliki nilai strategis sebagai simbol peradaban dan titik temu sejarah. Karena itu, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, dan kementerian/lembaga terkait perlu merumuskan langkah-langkah pemanfaatan hasil revitalisasi agar dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara bertahap.

Bima pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional maupun internasional.

“Semoga tahun depan acaranya lebih meriah, tahun-tahun berikutnya bisa mendatangkan wisatawan yang ujung-ujungnya akan memberikan kesejahteraan bagi warga yang ada di Maluku dan Ambon,” tandasnya.

Sebagai informasi, acara pembukaan Festival Benteng Victoria ini dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku Dody Wiranto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku dan Kota Ambon.(nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Rencana Kerja 2027 Dipaparkan ke DPR, Mendagri Tekankan Sinkronisasi Prioritas Nasional
PAKU Integritas Jadi Fondasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik, Kata Wiyagus
Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Dukungan Pemerintah terhadap Pengembangan KSPEAN Papua Selatan
Sinergi Kementerian Ekraf dan BPI Perkuat Daya Saing Perfilman Indonesia
ASN Muda Diminta Adaptif dan Kreatif, Menteri Ekraf: Jadilah Problem Solver
Perayaan Ulang Tahun Raja Charles III Jadi Momentum Penguatan Kemitraan Indonesia–Inggris
TKD Jadi Kunci Pemulihan Aceh, Sumut, dan Sumbar, Kasatgas Tito Minta Daerah Bergerak Cepat
Ketidakpastian Global Meningkat, Wamendagri Wiyagus Tekankan Penguatan Desa

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:53 WIB

Rencana Kerja 2027 Dipaparkan ke DPR, Mendagri Tekankan Sinkronisasi Prioritas Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:33 WIB

PAKU Integritas Jadi Fondasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik, Kata Wiyagus

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:57 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Dukungan Pemerintah terhadap Pengembangan KSPEAN Papua Selatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:05 WIB

Sinergi Kementerian Ekraf dan BPI Perkuat Daya Saing Perfilman Indonesia

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:44 WIB

ASN Muda Diminta Adaptif dan Kreatif, Menteri Ekraf: Jadilah Problem Solver

Berita Terbaru