Wamendagri Bima Arya Ajak Mahasiswa UM Surabaya Jadi Generasi Kosmopolitan

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Surabaya – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surabaya untuk tumbuh menjadi generasi kosmopolitan yang memiliki wawasan global, mental aktivis, serta kecintaan kuat terhadap Indonesia. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Talkshow Orientasi Dinamika Kampus (ORDIK) di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026).

Bima menjelaskan, generasi kosmopolitan yang dimaksud bukan sekadar generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan global, melainkan generasi yang mampu menyeimbangkan kapasitas dan karya di tingkat global dengan karakter serta kecintaan terhadap Indonesia. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki mental aktivis untuk terus berkarya dan memberi manfaat, sekaligus tetap menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari jati diri.

“Insyaallah mental kalian adalah mental aktivis. Punya karya global dan hati nasionalis,” ujar Bima.

Hal tersebut, lanjut Bima, sejalan dengan semangat fastabiqul khairat yang menjadi salah satu nilai penting dalam Muhammadiyah. Semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan tidak hanya mendorong seseorang untuk memberikan manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses meningkatkan kapasitas diri dan lingkungan.

Karena itu, Bima mengajak mahasiswa baru untuk bangga menjadi bagian dari Muhammadiyah sekaligus memanfaatkan lingkungan tersebut sebagai ruang untuk terus bertumbuh. Ia menilai Muhammadiyah memiliki ekosistem pendidikan, sosial, dan pengabdian yang luas sehingga dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan diri dan memperluas kontribusi.

Selain kapasitas dan wawasan global, Bima menekankan pentingnya karakter sebagai fondasi keberhasilan. Ia menyebut kompetensi memang dibutuhkan untuk membawa seseorang menuju puncak kesuksesan, tetapi karakter diperlukan agar seseorang mampu mempertahankan pencapaian tersebut.

“Yang membawa Anda ke puncak itu kompetensi. Tapi membuat Anda bertahan di puncak itu karakter,” tegasnya.

Bima menjelaskan, karakter tercermin dari ketekunan, kemampuan memanfaatkan waktu, kemauan mendengarkan orang lain, serta kesediaan menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, kemampuan tersebut tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang sering kali tidak terlihat dari pencapaian seseorang.

Ia kemudian mengibaratkan kesuksesan seperti fenomena gunung es. Masyarakat sering kali hanya melihat keberhasilan yang tampak, seperti kekayaan, popularitas, atau pengaruh seseorang. Padahal, di balik pencapaian tersebut terdapat proses panjang yang dibangun melalui kesabaran, disiplin, kemauan mendengar, doa, serta kemampuan menghadapi tantangan.

Dalam perjalanan tersebut, Bima juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan peran orang-orang di sekitar. Dukungan dan doa dari orang lain, kata dia, dapat membantu seseorang mencapai keberhasilan sekaligus menjaga agar tidak mudah terjatuh ketika menghadapi tantangan.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk memperluas pertemanan sekaligus menjaga silaturahmi. Bima kemudian memperkenalkan konsep Circle of Esteem, yaitu lingkungan persahabatan yang terdiri atas orang-orang yang saling mendorong, menolong, mendoakan, menguatkan, dan mengingatkan.

Bima berpesan agar mahasiswa tetap berada dalam lingkungan yang kondusif bagi perkembangan diri. Ia menambahkan, mahasiswa dapat berteman dengan siapa saja dan menekuni bidang apa pun, tetapi perlu membangun lingkaran terdekat yang dapat memberikan pengaruh positif dalam perjalanan menjadi pemimpin.

“Berteman bisa dengan siapa saja. Tapi bersahabat harus dengan yang saling memberikan maslahat,” tandasnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Siap Hadirkan Air Siap Minum, Satgas PRR Gandeng BRIN Verifikasi Lokasi Arsinum di Aceh Utara
Wamendagri Wiyagus Minta Demak Jadi Inspirasi Daerah Lain dalam Pemberantasan TBC
Tak Cuma Humas! Mendagri Minta Diskominfo Jadi Motor Utama Komunikasi Strategis Daerah
Dorong Pemda Bergerak Cepat, Wamendagri Tegaskan Penanggulangan TBC Harus Masuk Agenda Utama Pembangunan
Perjelas Peran Pemda hingga Desa, Wamendagri Dorong Sinergi Bersama Bebaskan Indonesia dari TBC
Bantu Pemulihan Korban Banjir Pidie Jaya, Satgas PRR Salurkan Bantuan Tali Asih
Sasar Enam Bidang Pelayanan Dasar, TP Posyandu Pusat Pacu Kinerja Pengurus dan Kader Posyandu Sorong
Mantapkan Layanan Masyarakat, TP Posyandu Pusat Dorong Penguatan Registrasi Posyandu di Kota Sorong

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Siap Hadirkan Air Siap Minum, Satgas PRR Gandeng BRIN Verifikasi Lokasi Arsinum di Aceh Utara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Wamendagri Wiyagus Minta Demak Jadi Inspirasi Daerah Lain dalam Pemberantasan TBC

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Tak Cuma Humas! Mendagri Minta Diskominfo Jadi Motor Utama Komunikasi Strategis Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Dorong Pemda Bergerak Cepat, Wamendagri Tegaskan Penanggulangan TBC Harus Masuk Agenda Utama Pembangunan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Perjelas Peran Pemda hingga Desa, Wamendagri Dorong Sinergi Bersama Bebaskan Indonesia dari TBC

Berita Terbaru

Yogyakarta

UWM Tancap Gas ke Kancah Global, Gandeng Kampus Filipina

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:40 WIB