Wamendagri Akhmad Wiyagus: Pemda Tak Bisa Lagi Bekerja Sendiri dalam Pembangunan

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Semarang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa pemerintah daerah (Pemda) tidak lagi dapat bekerja secara sendiri-sendiri dalam menjalankan pemerintahan maupun pembangunan. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi lintas daerah kini menjadi kebutuhan strategis nasional untuk menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari krisis energi, perubahan iklim, hingga ketidakpastian geopolitik dunia.

“Kerja sama antardaerah bukan lagi sekedar pilihan administratif tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis nasional,” ujarnya dalam kegiatan Gala Dinner Malam Keakraban Mitra Praja Utama (MPU) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026).

Wiyagus juga menyoroti peran strategis sepuluh provinsi anggota MPU yang dinilai memiliki kapasitas fiskal kuat dan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Ia menyebut kawasan Pulau Jawa saat ini menyumbang lebih dari 57 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga potensi tiap daerah perlu saling melengkapi melalui keunggulan komparatif masing-masing.

Dalam rangka memperkuat ketahanan nasional, ia mendorong penguatan konektivitas antarwilayah, baik di sektor logistik, perdagangan, energi, maupun digitalisasi pemerintahan. Daerah yang memiliki surplus pangan diharapkan dapat membantu wilayah lain yang membutuhkan, sementara daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi diminta menjadi penggerak pembangunan kawasan.

“Daerah yang surplus pangan harus mampu menopang daerah yang membutuhkan. Kemudian daerah yang memiliki kapasitas fiskal kuat perlu menjadi penggerak pembangunan regional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wiyagus berharap forum MPU mampu melahirkan langkah-langkah strategis dan implementatif guna memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. “Saya juga mendorong agar MPU dapat menjadi modal kerja sama regional antardaerah yang adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan lintas wilayah, termasuk pengendalian inflasi, ketahanan pangan, penguatan energi, penanganan kebencanaan, hingga stabilitas keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri, Direktur Eksekutif Mitra Praja Utama Suhajar Diantoro, serta sejumlah pejabat kementerian/lembaga dan perwakilan Pemda anggota MPU lainnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Hibah Antardaerah Ditarget Tuntas Pekan Depan, Kasatgas PRR Tekankan Urgensi Pemulihan
Penanganan Pascabencana, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Penyaluran Tambahan TKD
Pemerintah dan Danantara Perkuat Sinergi untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN Soroti Peran Strategis Pertanahan
Kemendagri Desak Pemda Papua Tuntaskan Rencana Anggaran Dana Otsus dan Infrastruktur 2026
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Nasionalisme di Kalangan Mahasiswa
Kasatgas PRR: Pemulihan Pascabencana Harus Hadirkan Harapan bagi Penyintas
Menteri Ekraf Siapkan Tiga Program Strategis 2027 untuk Transformasi Ekonomi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:56 WIB

Hibah Antardaerah Ditarget Tuntas Pekan Depan, Kasatgas PRR Tekankan Urgensi Pemulihan

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:47 WIB

Penanganan Pascabencana, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Penyaluran Tambahan TKD

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:57 WIB

Pemerintah dan Danantara Perkuat Sinergi untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:41 WIB

Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN Soroti Peran Strategis Pertanahan

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:47 WIB

Kemendagri Desak Pemda Papua Tuntaskan Rencana Anggaran Dana Otsus dan Infrastruktur 2026

Berita Terbaru