Wakil Wali Kota Bekasi: Lansia Harus Tetap Sehat, Aktif, dan Produktif di Usia Senja

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Kota Bekasi — Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, melakukan dialog interaktif membahas program pemberdayaan lanjut usia (lansia) di Radio Dakta Kota Bekasi pada Selasa, 7 Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, beliau didampingi oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Bekasi, Kusnanto Saidi.

Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk lanjut usia menjadi fenomena nasional, termasuk di Kota Bekasi. Fenomena ini menimbulkan kebutuhan yang semakin besar terhadap layanan kesehatan, kesejahteraan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi kelompok usia 60 tahun ke atas.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang ramah lansia, terutama di puskesmas dan rumah sakit di seluruh Kota Bekasi. Selain itu, kami juga memfasilitasi kegiatan sosial agar lansia tetap sehat, aktif, dan produktif,” ujar Abdul Harris.

Ia menambahkan, para lansia masih memiliki semangat dan kemampuan untuk berkontribusi dalam bidang ekonomi dan sosial. “Kita melihat banyak lansia yang masih aktif menanam cabai, membudidayakan maggot, dan berbagai kegiatan produktif lainnya. Ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa produktivitas tidak berhenti di usia lanjut,” lanjutnya.

Abdul Harris juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung aktivitas lansia. “Sebagai anak, kita tetap bertanggung jawab menjaga orang tua. Salah satunya dengan mengantarkan mereka ke sekolah lansia agar mereka tetap merasa dihargai dan aktif secara sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DP2KB Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi telah menjalankan berbagai program pelatihan bagi kelompok lansia untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. “Kami memiliki 13 sekolah lansia dengan lebih dari 1.700 peserta. Selain itu, Kota Bekasi berhasil meraih juara 2 pemberdayaan lansia terbaik se-Jawa Barat,” jelasnya.

Sekolah lansia, lanjut Kusnanto, menjadi wadah pembelajaran bagi para lansia agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. “Kami mengundang narasumber berkompeten untuk memberikan pelatihan, mulai dari membuat kue, menanam bibit pohon, hingga pemberdayaan maggot,” tambahnya.

Terakhir, harapan dari Abdul Haris agar program ini bisa menjangkau semua lansia di Kota Bekasi tanpa terkecuali, ” Kami ingin lansia tidak hanya menjadi objek bantuan, tetapi juga menjadi subjek pembangunan, mudah-mudahan kerja sama dengan berbagai pihak bisa terus berjalan dan semakin banyak lansia yang bisa merasakan manfaatnya ” tutupnya.(IC)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Tri Adhianto Dorong Budaya Siaga Bencana Sejak Dini melalui Simulator Gempa
Menuju WBK dan WBBM, Kejari Bekasi Teken Komitmen Bersama
Pemkot Bekasi dan BMPS Bersinergi Wujudkan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto: Penanganan WC Helikopter Jadi Prioritas Capai Status ODF Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Fokus Memperluas Jangkauan Transportasi Publik Melalui Layanan Trans Beken
Jembatan Kalimalang Diresmikan, Sinergi Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi Ditingkatkan
Bekasi Berkebaya Hadirkan Fashion Show Disabilitas, Tegaskan Nilai Kesetaraan dan Inklusivitas

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:32 WIB

Tri Adhianto Dorong Budaya Siaga Bencana Sejak Dini melalui Simulator Gempa

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:09 WIB

Menuju WBK dan WBBM, Kejari Bekasi Teken Komitmen Bersama

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:25 WIB

Pemkot Bekasi dan BMPS Bersinergi Wujudkan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:51 WIB

Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Bekasi

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:46 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto: Penanganan WC Helikopter Jadi Prioritas Capai Status ODF Kota Bekasi

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB