‎UWM Bongkar Strategi Proposal Riset Tembus Hibah, Optimalkan AI

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar workshop penyusunan proposal riset, Senin.
‎
‎Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Rektorat UWM Yogyakarta, membahas strategi menyusun proposal kompetitif, peluang pendanaan penelitian, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI.
‎
‎Workshop ini menghadirkan Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada.
‎
‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset di Perguruan Tinggi Tahun 2026, untuk memperkuat kapasitas peneliti.
‎
‎Materi utama bertajuk “Dari Ide ke Dana: Kiat Praktis Menyusun Proposal Penelitian yang Kompetitif, Berdampak, dan Berpeluang Didanai” menjadi fokus pembahasan.
‎
‎Widiastuti menekankan, proposal penelitian tidak cukup hanya menawarkan gagasan menarik, tetapi harus menunjukkan kebaruan, ketepatan metode, relevansi masalah, dan manfaat nyata.
‎
‎Pengusul juga perlu memahami tujuan lembaga pendanaan agar gagasan penelitian yang diajukan selaras dengan prioritas program dan kriteria seleksi.
‎
‎Dalam penyusunan substansi, peneliti perlu menjelaskan persoalan yang diteliti, unsur kebaruan, metode pelaksanaan, serta manfaat penelitian secara jelas dan terukur.
‎
‎Aspek administrasi turut menjadi perhatian penting karena kesalahan teknis dapat menghambat penilaian, meskipun gagasan penelitian memiliki potensi akademik yang kuat.
‎
‎Materi workshop mengingatkan peserta agar mengikuti panduan, format dokumen, dan instrumen penilaian yang ditetapkan masing-masing lembaga pemberi hibah penelitian.
‎
‎Kesalahan yang perlu dihindari meliputi perbedaan judul pada sistem dan dokumen, referensi tidak sesuai ketentuan, serta jumlah kata melampaui batas.
‎
‎Widiastuti juga membahas pentingnya memastikan seluruh bagian proposal terisi lengkap, sehingga pengajuan penelitian memenuhi persyaratan administratif sebelum memasuki tahapan evaluasi substansi.
‎
‎Penyusunan judul harus ringkas dan informatif, sedangkan tujuan penelitian perlu dirumuskan secara terukur agar capaian kegiatan dapat dievaluasi secara objektif.
‎
‎Metode penelitian, peta jalan riset, serta pembagian tugas tim juga harus disusun sistematis untuk memperlihatkan kesiapan pelaksanaan penelitian secara menyeluruh.
‎
‎Rencana anggaran biaya menjadi bagian penting lainnya yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan penelitian, rincian kegiatan, dan ketentuan lembaga pemberi pendanaan.
‎
‎Untuk memperdalam pemahaman peserta, workshop menghadirkan studi kasus proposal Penelitian Fundamental serta Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM).
‎
‎Contoh komentar penilai digunakan untuk mengulas kebaruan, ketepatan metode, konsistensi antarbagian, dan kewajaran anggaran sebagai bahan evaluasi bagi calon pengusul.
‎
‎Peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan AI untuk mendukung persiapan penelitian, mulai dari eksplorasi gagasan hingga penelaahan dan pemetaan literatur akademik.
‎
ChatGPT diperkenalkan untuk eksplorasi topik, Scopus AI untuk menelaah tema penelitian, Open Knowledge Map untuk pemetaan pengetahuan, serta SciSpace membahas metode riset.
‎
Melalui workshop ini, LPPM UWM mendorong penguatan kompetensi peneliti dalam menghasilkan proposal berkualitas, memperluas peluang pendanaan, dan meningkatkan dampak penelitian bagi masyarakat.(ady)

Berita Terkait

GKR Hemas Dukung BIOSRA, Bioskop Rakyat Perluas Akses Hiburan
UMY Perkuat Sinergi Pendidikan Hukum melalui Kerja Sama dengan Peradi Profesional
‎Pasar Godean Berbagi 4.000 Porsi Makanan, Pedagang Gelar Aksi Kemanusiaan
‎UWM Bongkar Strategi Menulis Artikel Ilmiah Lewat Review dan Bibliometrik
Komisi B DPRD DIY Bidik Potensi Bordir Joho, Dorong IKM Naik Kelas
SPS Asparagus II Sleman Tanamkan Wirausaha dan Cinta Budaya
Belum Tembus 10 Besar Pencetak Partner Firma Hukum, FH PTMA Didorong Perkuat Daya Saing Lulusan
Dosen UMY Ingatkan Risiko “Sarjana Zonk” di Era AI, Dorong Kreativitas Mahasiswa

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:16 WIB

GKR Hemas Dukung BIOSRA, Bioskop Rakyat Perluas Akses Hiburan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

UMY Perkuat Sinergi Pendidikan Hukum melalui Kerja Sama dengan Peradi Profesional

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

‎Pasar Godean Berbagi 4.000 Porsi Makanan, Pedagang Gelar Aksi Kemanusiaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:19 WIB

‎UWM Bongkar Strategi Menulis Artikel Ilmiah Lewat Review dan Bibliometrik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Komisi B DPRD DIY Bidik Potensi Bordir Joho, Dorong IKM Naik Kelas

Berita Terbaru

Yogyakarta

GKR Hemas Dukung BIOSRA, Bioskop Rakyat Perluas Akses Hiburan

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:16 WIB