Usia Harapan Hidup Warga Tinggi, Pemkot Jogja Dorong Lansia Sehat dan Produktif

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono (Humas Pemkot)

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono (Humas Pemkot)

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat usia harapan hidup warga Kota Yogyakarta pada 2025 mencapai 75,73 tahun, termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. Kondisi ini dipandang sebagai peluang strategis bagi daerah apabila diiringi dengan kualitas hidup lanjut usia (lansia) yang sehat, mandiri, dan produktif.

Pemerintah Kota Yogyakarta pun mendorong penguatan kebijakan ramah lansia serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna menjaga kesehatan fisik dan mental kelompok usia lanjut. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), jumlah lansia di Kota Yogyakarta mencapai 64.267 jiwa atau sekitar 15,5 persen dari total penduduk.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono mengatakan, apabila lansia mampu hidup sehat, tangguh, mandiri, dan produktif, kondisi tersebut dapat menjadi bonus demografi bagi daerah. “Kita perlu terus mengembangkan kebijakan yang komprehensif agar para lansia dapat menggali potensi dan tetap berdaya di tengah keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.

Yunianto menekankan pentingnya penerapan PHBS sebagai upaya sadar menjaga kesehatan melalui kebersihan diri dan lingkungan, pemenuhan gizi seimbang, serta aktivitas fisik secara rutin. Ia juga mengingatkan lansia untuk memperhatikan pola makan, menjaga kadar kolesterol, dan menghindari konsumsi makanan yang berisiko menyumbat pembuluh darah.

Selain itu, lansia dianjurkan rutin berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis apabila mengalami keluhan kesehatan. “Hindari kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan, dan kurang bergerak,” kata Yunianto.

Tak hanya kesehatan fisik, aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian. Yunianto mengajak lansia aktif bergabung dalam komunitas atau kelompok lansia, terus belajar hal-hal baru sepanjang hayat, serta terlibat dalam kegiatan sosial sesuai minat dan kemampuan. “Tetap aktif di masyarakat agar terus bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan
Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak
Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase Antisipasi Cuaca Ekstrem 2026
Beasiswa Mahasiswa Miskin Rp8 Juta per Tahun, Dorong Satu Keluarga Satu Sarjana
Pemkot Yogya Gandeng 23 LBH, Anggaran Bantuan Hukum Warga Miskin Ditambah di 2026
Pemkot Yogyakarta Targetkan 1.000 Biopori Jumbo, Tekan Sampah hingga 2.000 Ton
Bule Mengajar, Cara Jogja Merawat Budaya lewat Wisata Partisipatif
Rp41,3 Miliar Danais untuk Budaya, Pemkot Yogya Minta Kemantren Gali Potensi Wilayah

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:58 WIB

Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:01 WIB

Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:10 WIB

Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase Antisipasi Cuaca Ekstrem 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 18:08 WIB

Beasiswa Mahasiswa Miskin Rp8 Juta per Tahun, Dorong Satu Keluarga Satu Sarjana

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:49 WIB

Usia Harapan Hidup Warga Tinggi, Pemkot Jogja Dorong Lansia Sehat dan Produktif

Berita Terbaru