JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat usia harapan hidup warga Kota Yogyakarta pada 2025 mencapai 75,73 tahun, termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. Kondisi ini dipandang sebagai peluang strategis bagi daerah apabila diiringi dengan kualitas hidup lanjut usia (lansia) yang sehat, mandiri, dan produktif.
Pemerintah Kota Yogyakarta pun mendorong penguatan kebijakan ramah lansia serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna menjaga kesehatan fisik dan mental kelompok usia lanjut. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), jumlah lansia di Kota Yogyakarta mencapai 64.267 jiwa atau sekitar 15,5 persen dari total penduduk.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono mengatakan, apabila lansia mampu hidup sehat, tangguh, mandiri, dan produktif, kondisi tersebut dapat menjadi bonus demografi bagi daerah. “Kita perlu terus mengembangkan kebijakan yang komprehensif agar para lansia dapat menggali potensi dan tetap berdaya di tengah keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Yunianto menekankan pentingnya penerapan PHBS sebagai upaya sadar menjaga kesehatan melalui kebersihan diri dan lingkungan, pemenuhan gizi seimbang, serta aktivitas fisik secara rutin. Ia juga mengingatkan lansia untuk memperhatikan pola makan, menjaga kadar kolesterol, dan menghindari konsumsi makanan yang berisiko menyumbat pembuluh darah.
Selain itu, lansia dianjurkan rutin berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis apabila mengalami keluhan kesehatan. “Hindari kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan, dan kurang bergerak,” kata Yunianto.
Tak hanya kesehatan fisik, aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian. Yunianto mengajak lansia aktif bergabung dalam komunitas atau kelompok lansia, terus belajar hal-hal baru sepanjang hayat, serta terlibat dalam kegiatan sosial sesuai minat dan kemampuan. “Tetap aktif di masyarakat agar terus bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya. (ihd)






