‎UNS Tanamkan Cinta Wayang Lewat Workshop Mahabharata untuk Anak Condongcatur

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎SLEMAN – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus berupaya menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa kepada generasi muda melalui pendekatan kreatif.
‎
Riset Grup Penciptaan Karya Seni Rupa Program Studi Seni Rupa, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS menggelar workshop bertajuk “Pemberdayaan Seni Rupa Bersumber dari Wayang Kulit dalam Kisah Mahabharata” di Pendopo Cepit, Padukuhan Soropadan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Minggu (28/6/2026).
‎
Sebanyak 40 anak usia sekolah dasar mengikuti kegiatan yang dikemas secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
‎
Workshop diawali dengan pengenalan tokoh-tokoh wayang Mahabharata oleh Anang Suwondo dari Sanggar Joglo Kinasih.
‎
Anak-anak dikenalkan pada karakter Pandawa, Kurawa, hingga Punakawan beserta filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang dikandungnya.
‎
“Kisah Mahabharata memang berasal dari India, tetapi seni pertunjukan wayang telah berkembang, diadaptasi, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia,” ujar Anang.
‎
Ia menegaskan, “Wayang bukan sekadar hiburan, melainkan media pendidikan karakter yang mengajarkan kejujuran, keberanian, kebijaksanaan, kesetiaan, dan tanggung jawab.”
‎
Anang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya tersebut.
‎
“Sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengenalkan wayang kepada generasi muda agar warisan budaya bangsa ini tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya.
‎
Suasana workshop pun berlangsung semarak. Anak-anak tampak antusias menjawab pertanyaan, mencoba memainkan wayang kulit, hingga aktif berdiskusi bersama narasumber sebelum memasuki sesi praktik.
‎
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Sn. Dona Prawita Arissuta, S.Sn., M.Hum., mengatakan seni merupakan media efektif untuk membentuk karakter anak sejak dini.
‎
“Kami ingin anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Melalui kegiatan ini mereka tidak hanya mengenal tokoh-tokoh wayang, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, kerja sama, dan tanggung jawab yang terkandung dalam kisah Mahabharata,” ungkap Dona.
‎
Ia menambahkan, “Harapannya mereka tumbuh menjadi generasi yang kreatif sekaligus bangga terhadap budaya Indonesia.”
‎
Usai menerima materi, para peserta mengikuti praktik mewarnai tokoh wayang Mahabharata menggunakan cat akrilik pada media wayang berbahan kardus dengan pendampingan dosen dan mahasiswa FSRD UNS.
‎
Antusiasme peserta terlihat hingga akhir kegiatan.
‎
“Liburannya jadi seru. Saya jadi mengenal tokoh-tokoh wayang dan senang bisa mewarnai sendiri. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” ujar Ratu, salah seorang peserta.
‎
Sementara itu, Nisa mengaku memperoleh wawasan baru.
‎
“Selama ini saya mengenal tokoh Krishna dari film animasi Little Krishna. Setelah mengikuti workshop ini, saya jadi tahu bahwa kisah Mahabharata juga diadaptasi dalam seni wayang Indonesia dan memiliki banyak nilai kehidupan yang baik,” tuturnya.
‎
Melalui kegiatan tersebut, FSRD UNS berharap kecintaan anak-anak terhadap wayang terus tumbuh sehingga mereka ikut menjaga warisan budaya bangsa.
‎
Selain mengasah kreativitas seni rupa, workshop ini menjadi sarana pendidikan karakter yang relevan bagi generasi muda.
‎
Pengakuan UNESCO terhadap wayang sebagai warisan budaya dunia semakin mempertegas pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, seniman, pemerintah, dan masyarakat dalam memastikan nilai-nilai luhur pewayangan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.(ADY)

Berita Terkait

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terbaru