Teknologi Informasi Ubah Pola Kepemimpinan, Mendagri Soroti Relevansi Gagasan Alvin Toffler

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa dalam suatu organisasi terdapat dua jenis gaya kepemimpinan, yakni birokratis dan teknokratik. Kepemimpinan birokratis menekankan susunan hierarki yang menonjol, baik berdasarkan peraturan, kewenangan, maupun kewajiban pemegang jabatan. Sedangkan kepemimpinan teknokratik mengutamakan keahlian teknis yang tinggi dan penggunaan teknologi yang efektif.

Dalam konteks itu, Mendagri menilai keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ia merinci, umumnya gaya kepemimpinan birokratis diterapkan pada organisasi yang besar dan memiliki jangkauan luas. Sementara gaya teknokratik cenderung diterapkan pada organisasi dengan skala lebih terbatas, terutama di sektor komersial.

“Nah sekarang, apakah harus kita teknokratis penuh? Kalau pendapat saya tidak. Sangat bergantung dari tantangan yang ada. Situasi yang ada, yang dihadapi oleh organisasi,” ujar Mendagri saat menjadi narasumber pada Program Pembekalan Calon Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Angkatan 2 Tahun 2025 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (17/9/2025) malam.

Mendagri menjelaskan, menurut pengamatannya, cukup jarang organisasi yang menerapkan salah satu gaya kepemimpinan tersebut secara menyeluruh. Ia menekankan, kedua gaya kepemimpinan dibutuhkan dalam organisasi. Hal itu lantaran gaya birokratis penting untuk memastikan organisasi mematuhi aturan dan hierarki, sementara teknokratik dibutuhkan untuk mendorong lahirnya inovasi dan kebijakan yang efektif.

Ia menerangkan, saat ini gaya kepemimpinan teknokratik cenderung menghadapi tantangan dari waktu ke waktu. Hal ini, kata Mendagri, telah dijelaskan Alvin Toffler dalam bukunya The Third Wave yang membagi gelombang revolusi manusia menjadi tiga tahapan, yakni agrikultur, revolusi industri, dan teknologi informasi.

“Teknologi informasi sudah diprediksi oleh Toffler tahun 80 itu akan membuat perubahan peradaban manusia, dan kita merasakan sekarang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut teknologi telah memberikan dampak luar biasa bagi kemajuan umat manusia. Hal ini terlihat pada perkembangan di bidang komunikasi, keuangan, hingga layanan publik. Kondisi tersebut mengakibatkan munculnya transformasi pelayanan yang cepat, efektif, dan efisien.

Dalam hal itu, Mendagri mencontohkan bahwa banyak daerah telah mengadopsi dua gaya kepemimpinan tersebut, salah satunya ditandai dengan lahirnya kebijakan Mal Pelayanan Publik (MPP). Pemerintah daerah (Pemda) terbukti mampu memberikan layanan yang cepat dan efektif, namun tetap mengikuti rangkaian hierarki dan aturan yang ada. Misalnya, MPP di Kabupaten Badung, Gianyar, Banyuwangi, Sumedang, hingga Kota Makassar.

“Nah ini adalah sebetulnya model mengubah, shifting, dari gaya yang birokrasi ke teknokrasi. Nah kemudian banyak juga ada upaya lain yang sedang dikerjakan dari tahun kemarin, yaitu kita juga ingin membuat e-government,” tandasnya.

Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, jajaran pejabat OJK, serta Guru Besar Kebijakan Publik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Muchlis Hamdi.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Soroti Rendahnya Akses Adminduk bagi Kelompok Rentan dan Diaspora Indonesia
Bupati Aceh Selatan Disanksi Tiga Bulan: Mendagri Tegakkan Aturan Perjalanan Luar Negeri
DWP Kemendagri Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Membangun Kualitas Keluarga Indonesia
Penasihat DWP: Pendidikan Karakter Anak Lebih Menentukan di Era Tantangan Global
KONI dan KOI Bersama Selesaikan Dualisme Kepengurusan Sepak Takraw, ISTAF Beri Apresiasi
Pengesahan Revisi KUHAP Dipertanyakan Aktivis: Kasus HAM Lama Diminta Segera Dituntaskan
Penguatan Otsus Papua: Wamendagri Ribka Haluk Diberi Penghargaan atas Kiprah dalam Transformasi Pembangunan
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dinilai Berhasil Dorong Produktivitas Perusahaan di Lampung

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:48 WIB

Mendagri Soroti Rendahnya Akses Adminduk bagi Kelompok Rentan dan Diaspora Indonesia

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:55 WIB

Bupati Aceh Selatan Disanksi Tiga Bulan: Mendagri Tegakkan Aturan Perjalanan Luar Negeri

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:42 WIB

DWP Kemendagri Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Membangun Kualitas Keluarga Indonesia

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:06 WIB

Penasihat DWP: Pendidikan Karakter Anak Lebih Menentukan di Era Tantangan Global

Selasa, 9 Desember 2025 - 19:30 WIB

KONI dan KOI Bersama Selesaikan Dualisme Kepengurusan Sepak Takraw, ISTAF Beri Apresiasi

Berita Terbaru