Tekanan Fiskal Menguat, Eko Suwanto Dorong Pemda Percepat Optimalisasi Aset Daerah

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto  (Joke)

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto (Joke)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Kekhawatiran muncul dari Ketua Komisi A DPRD DIY sekaligus anggota Badan Anggaran, Eko Suwanto, terkait rencana pemotongan anggaran daerah pada 2026. Ia menilai tekanan fiskal tersebut bukan hanya persoalan teknis, tetapi berpotensi menekan gairah ekonomi masyarakat karena sejumlah program kerakyatan sangat bergantung pada dukungan APBD.

Menurut Eko, pengurangan kemampuan belanja pemerintah akan berdampak langsung pada sektor UMKM dan ekonomi mikro—dua sektor yang selama ini menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja di DIY. “Program-program yang menyentuh masyarakat langsung bisa berkurang. Dampaknya jelas terasa di tingkat rumah tangga,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Di tengah situasi itu, ia menilai terdapat peluang besar yang belum dimanfaatkan optimal oleh Pemda DIY, yakni penggunaan aset-aset daerah yang selama ini dibiarkan tidak produktif. Berdasarkan data yang ia terima, terdapat sekitar 90 aset daerah yang belum memberi nilai ekonomi. “Opportunity cost-nya sangat besar. Kita tidak boleh lagi membiarkan aset tidur tanpa nilai ekonomi,” kata Eko.

Pemda DIY sebelumnya menyatakan siap mendorong optimalisasi aset sebagai strategi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tekanan fiskal. Eko menyambut langkah itu sebagai terobosan realistis, sekaligus mengapresiasi kebijakan Pemda yang tidak menaikkan tarif pajak daerah. “Terobosan pemanfaatan aset harus diseriusi. Bagus bahwa Pemda tidak memilih menaikkan pajak, tapi semua langkah tetap harus sesuai regulasi,” ujarnya.

Eko menekankan perlunya inventarisasi menyeluruh terhadap aset-aset tersebut, terutama tanah dan bangunan yang belum digunakan secara produktif. Ia menyoroti contoh Hotel Mutiara—aset yang telah lama dimiliki Pemda, tetapi hingga kini belum memberikan kontribusi ekonomi. “Sudah terlalu lama kita kehilangan potensi dari aset seperti ini. Pemda harus bergerak cepat,” tuturnya.

Selain optimalisasi aset, ia menilai pembenahan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga mendesak dilakukan. Menurutnya, BUMD idealnya menjadi penggerak pendapatan sekaligus penyedia layanan publik yang berkelanjutan. Namun sebagian kinerjanya dinilai masih belum maksimal. “BUMD yang sehat akan memperkuat ekonomi daerah dan menambah ruang fiskal. Reformasi ini kebutuhan mendesak,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan BUMD tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi lebih luas. Dengan demikian, BUMD dapat menjadi salah satu instrumen strategis menghadapi tekanan pemangkasan anggaran.

Tahun 2026, menurut Eko, harus menjadi momentum bagi Pemda memperbaiki struktur penerimaan daerah. Ia meminta langkah-langkah dilakukan cepat, terukur, dan sesuai kerangka hukum untuk menghindari risiko penyalahgunaan aset. “Pemanfaatan aset harus transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

DPRD DIY, lanjutnya, siap mengawal setiap kebijakan strategis guna memastikan perekonomian daerah tetap bergerak di tengah penyempitan ruang fiskal. “Ekonomi DIY harus tetap bergerak. Ruang fiskal boleh menyempit, tetapi inovasi dan keberanian mengambil langkah strategis tidak boleh tersendat,” kata Eko menutup pernyataannya. (*)

Berita Terkait

Aset Nganggur Disorot, Eko Suwanto Dorong Optimalisasi Anggaran Jelang Pemangkasan
DPRD DIY Dorong Regenerasi Pramuwisata, 957 Belum Tersertifikasi KTPP
Jembatan Kewek Dibahas di Rapat Kerja DPRD: Penanganan Infrastruktur Jadi Prioritas
Bamus DPRD Kota Yogyakarta Mantapkan Agenda Finalisasi APBD 2026
Bajaj dan Maxride Temui DPRD Yogyakarta, Dorong Dialog soal Regulasi Operasional
Eko Suwanto: Reformasi Kalurahan dan Penanganan Stunting Prioritas RAPBD DIY 2026
Eko Suwanto: Dorong Anak Muda Perluas Akses Pendidikan dan Lapangan Kerja
Senam Jogja Diperkenalkan Lewat Lomba Massal, Penguatan Identitas dan Soliditas ASN

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:27 WIB

Aset Nganggur Disorot, Eko Suwanto Dorong Optimalisasi Anggaran Jelang Pemangkasan

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:34 WIB

DPRD DIY Dorong Regenerasi Pramuwisata, 957 Belum Tersertifikasi KTPP

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:03 WIB

Jembatan Kewek Dibahas di Rapat Kerja DPRD: Penanganan Infrastruktur Jadi Prioritas

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:25 WIB

Tekanan Fiskal Menguat, Eko Suwanto Dorong Pemda Percepat Optimalisasi Aset Daerah

Senin, 1 Desember 2025 - 21:02 WIB

Bamus DPRD Kota Yogyakarta Mantapkan Agenda Finalisasi APBD 2026

Berita Terbaru