Tambang Emas Ilegal Rusak Lingkungan, Kapolsek Batang Natal Bungkam

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Mandailing natarl – Polsek Batang Natal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) nampaknya tak ada lagi harga diri dibuat para pelaku Pertambangan Ilegal (PETI) yang menggunakan alat berat ekskavator di wilayah desa Rantobi.

Padahal, pihak Polsek Batang Natal kerap melakukan sosialisasi agar aktifitas tambang emas menggunakan alat berat ekskavator yang notabene merusak lingkungan itu dihentikan. Namun, walaupun sudah berulang kali dikasih imbauan, para pelaku tambah tak perduli sama sekali.

Berdasarkan keterangan narasumber yang bermarga Nasution warga Desa setempat mengaku, titik aktifitas tambang emas di wilayah desa Rantobi justru bertambah.

“itu titiknya justru bertambah, ada di dusun batumarsaong, ada lagi di lokasi belakang bangunan SD Rantobi. Lokasi yang baru dibuka ini justru pernah memakan korban meninggal dunia sebelumnya,” jelas Nasution kepada wartawan, Minggu (28/12/2025) via chat whatsapp (WA).

Nasution pun menuturkan dengan terus beroperasinya aktifitas PETI ini, harga diri aparat baik itu TNI atau Polri sudah tidak ada lagi bagi penambang.

“saat ini masyarakat sudah hilang kepercayaan pada dua Institusi Negara ini. Dan harapannya pihak Kejaksaan yang turun tangan untuk melakukan eksekusi langsung lokasi sekaligus untuk sikat mafianya dengan pasal pencucian uang,”ungkapnya.

“mereka para pelaku tambang emas ilegal itu kan jelas mencuri harta negara, jadi wajar saja para pelaku ketika ditangkap dilakukan pemiskinan. Kalau aparat dari TNI dan Polri saya yakin masyarakat sudah hilang kepercayaan,”ujar Nasution lagi.

Pada initinya kata Nasution, warga tidak ingin mengalami malapetaka akibat tambang yang menggunakan alat berat ini, sebab akan merusak lingkungan.

Sebagai contoh imbuhnya, akibat tambang ini banyak jalan yang rusak, sebab mereka beroperasi di daerah aliran sungai yang menyebabkan banyak aliran sungai berpindah dan mengikis badan jalan (abrasi).

“di batang natal ini kan jalan umum tepat berada di pinggir sungai. Akibat aktifitas tambang di daerah aliran sungai, sudah banyak jalan umum terdampak aktifitas karena aliran sunga berpindah disebabkan pengerukan sediman material pasir yang mengandung emas,”tutup Nasution.

Sementara itu Kapolsek Batang Natal, AKP Hendra Siahaan ketika dikonfirmasi wartawan terkait hal ini di nomor 0812 6506 ****, hingga berita ini ditayangkan tidak dapat dihubungi. (*)

Berita Terkait

AMPHIBI Tegaskan Peran Sosial Kontrol dalam Pengelolaan Lingkungan KEK Sei Mangkei
Rumah Tahfiz Sugiat Santoso Jadi Investasi Sosial Bangun Generasi Qurani
DPRD Binjai Apresiasi Langkah Tegas Kapolres Hancurkan Barak Narkoba Bhakti Karya
Sengketa Lahan Eks HGU PT DMK Mencuat, Tim Kelompok 80 Minta Aktivitas Dihentikan
Pendapatan Asli Daerah Binjai Tidak Capai Target, Gerindra Minta Evaluasi Kepemimpinan Wali Kota
Jelang Penilaian Adipura, Direksi PUD Pasar Medan Tingkatkan Pengawasan Kebersihan Pasar
Gerindra Pertanyakan Penghentian Penyidikan Dugaan Korupsi DIF di Binjai
MDMC Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Pulihkan Harapan Penyintas Batu Hula

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:05 WIB

AMPHIBI Tegaskan Peran Sosial Kontrol dalam Pengelolaan Lingkungan KEK Sei Mangkei

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:03 WIB

Rumah Tahfiz Sugiat Santoso Jadi Investasi Sosial Bangun Generasi Qurani

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:21 WIB

DPRD Binjai Apresiasi Langkah Tegas Kapolres Hancurkan Barak Narkoba Bhakti Karya

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:45 WIB

Sengketa Lahan Eks HGU PT DMK Mencuat, Tim Kelompok 80 Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:18 WIB

Pendapatan Asli Daerah Binjai Tidak Capai Target, Gerindra Minta Evaluasi Kepemimpinan Wali Kota

Berita Terbaru