JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Gelagat kenaikan harga kebutuhan pangan pokok mulai terasa di Kota Yogyakarta pada pekan kedua Ramadan 2026. Namun, lonjakan tersebut dipastikan masih dalam batas kewajaran dan belum mengganggu stabilitas pasokan.
Pemantauan dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta dan DIY di sejumlah pasar modern serta agen gas LPG, Jumat (27/2/2026).
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, menegaskan, pemantauan rutin dilaksanakan TPID DIY bersama pemerintah kabupaten/kota menjelang hari besar keagamaan nasional, termasuk Idulfitri.
Di Kota Yogyakarta, pemantauan difokuskan pada pasar modern. Sebelumnya, TPID DIY telah melakukan penelusuran di pasar-pasar tradisional di sejumlah kabupaten dan mendapati harga masih dalam kisaran yang diharapkan.
“Kami pastikan lonjakan harga masih dalam range yang kita harapkan. Setiap tahun memang ada kenaikan menjelang hari besar, tetapi masih dalam batas wajar,” ujar Eling.
Dari sisi pasokan, sejumlah komoditas strategis seperti bawang merah, beras, gula, dan kebutuhan pokok lain dipastikan dalam kondisi aman. Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi borong atau panic buying yang berpotensi memicu gejolak harga.
Untuk LPG bersubsidi 3 kilogram, harga jual kepada konsumen di pangkalan terpantau masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 18.000 per tabung. Stok gas melon juga dinyatakan aman. Menjelang Idulfitri, Pertamina disebut siap menambah kuota distribusi jika diperlukan.
“Kami fokus memastikan tabung tiga kilogram terdistribusi dengan baik, tepat sasaran, dan dalam jumlah cukup,” kata Eling.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menyatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus memetakan dinamika harga di lapangan.
Salah satu lokasi yang disambangi adalah Superindo di Jalan Bantul, Kota Yogyakarta, dengan komoditas yang dipantau antara lain telur, daging ayam, beras, gula, dan sayuran.
“Permintaan masih normal. Harga relatif stabil, terutama sembako, tidak ada kenaikan signifikan,” ujar Dedi.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran, Pemkot Yogyakarta telah berkoordinasi dengan Bulog DIY terkait ketersediaan beras. Selain itu, kerja sama pasokan juga dijalin dengan sejumlah daerah penyangga seperti Kulon Progo dan Bantul, serta Magelang untuk komoditas cabai.
Pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga dapat terjaga hingga memasuki Idulfitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran gejolak harga. (aga/ihd)






