Stabilitas Harga Cabai Jadi Sorotan Gubernur Lampung Saat Kunjungi Pasar Way Batu

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Pesisir Barat – Stabilitas harga bahan pokok menjadi fokus utama dalam peninjauan Pasar Way Batu, Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini bertujuan memantau langsung pergerakan harga, ketersediaan pasokan, serta efektivitas distribusi komoditas pangan di tingkat pasar.

Peninjauan ini dilakukan pada hari kedua rangkaian kunjungan kerja, Gubernur Mirza dan rombongan ke daerah.

Di Pasar Way Batu, Gubernur Mirza secara langsung berdialog dengan para pedagang dan pembeli untuk menyerap kondisi riil pergerakan harga kebutuhan pokok.

Dalam dialog tersebut, sejumlah pedagang menyampaikan keluhan terkait harga beberapa komoditas yang dinilai masih belum stabil. Di antaranya harga cabai merah keriting yang saat ini dipenuhi pasokan dari Pulau Jawa, serta hasil panen petani lokal yang terus mengalami penurunan harga di tingkat pasar.

Menanggapi hal tersebut, dalam arahannya Gubernur Mirza menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan menindaklanjuti kondisi tersebut melalui langkah-langkah pengendalian harga dan penguatan distribusi, khususnya untuk melindungi petani lokal dan menjaga daya beli masyarakat.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa persoalan harga cabai saat ini terjadi di sejumlah wilayah sentra produksi di Provinsi Lampung.

“Tadi kita lihat ya, saya tanya masalah cabai terutama di sini. Ternyata di Lampung Barat, Pesisir Barat, dan beberapa daerah di Provinsi Lampung sedang panen cabai petani, ini masih menguntungkan mereka. Tapi ironisnya, banyak sekali cabai-cabai dari Jawa masuk memenuhi pasar-pasar, sehingga cabai-cabai dari petani kita tidak bisa masuk ke pasar,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menegaskan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan harga cabai petani lokal jatuh apabila tidak segera diatur, harganya akan sangat jatuh.

Menurut Gubernur Mirza, pada kondisi normal saat panen, harga cabai seharusnya masih berada pada kisaran yang menguntungkan petani.

“Harusnya ketika panen ini mereka diambil Rp60.000. Tapi karena pasar penuh cabai dari Jawa, akhirnya turun jadi Rp20.000, jadi Rp30.000 baru diambil,” jelasnya.

Gubernur Mirza menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung ingin menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan stabilitas harga di pasar.

Terkait upaya pengendalian pasokan, Gubernur Mirza menyebut perlu adanya pengaturan distribusi berdasarkan kebutuhan konsumsi dari Dinas terkait.

“Pedagang yang memasukkan cabai-cabai juga bos-bosnya tidak banyak, ini bisa kita atur supaya stabil. Kita paham sekali cabai adalah salah satu poin penting untuk inflasi. Kita ingin stabil, tapi kita juga tidak ingin merugikan petani-petani yang menanam cabai,” pungkasnya.

Secara langsung, Gubernur Mirza menginstruksikan kepada Plt Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Lampung Zimmi untuk secara ketat mengawasi masuknya barang-barang pokok dari luar Provinsi Lampung agar tidak membanjiri pasar di Provinsi Lampung. (nr)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Lampung Optimalkan Konsolidasi Pengadaan untuk Ciptakan Value for Money Anggaran
Pemprov Lampung Fokuskan Validasi Data Pendidikan dalam KK untuk Dorong Kenaikan IPM
Penguatan Literasi dan Pariwisata, Lampung Siapkan Buku Cerita Rakyat Berbasis Budaya Lokal
Lampung Fokus Perbaikan Jalan 2026, Ruas Bandar Jaya–Mandala Jadi Prioritas
Penyampaian LKPJ 2025, Pemprov Lampung Perkuat Transparansi dan Sinergi dengan DPRD
Gubernur Lampung Apresiasi Peran STIT Darul Ishlah dalam Penguatan SDM
321 Pemda Dinilai Pasif, Kemendagri Tekankan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi
Harlah ke-80 Muslimat NU Jadi Momentum Penguatan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:49 WIB

Lampung Optimalkan Konsolidasi Pengadaan untuk Ciptakan Value for Money Anggaran

Selasa, 28 April 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Lampung Fokuskan Validasi Data Pendidikan dalam KK untuk Dorong Kenaikan IPM

Selasa, 28 April 2026 - 08:52 WIB

Penguatan Literasi dan Pariwisata, Lampung Siapkan Buku Cerita Rakyat Berbasis Budaya Lokal

Senin, 27 April 2026 - 22:41 WIB

Lampung Fokus Perbaikan Jalan 2026, Ruas Bandar Jaya–Mandala Jadi Prioritas

Senin, 27 April 2026 - 14:23 WIB

Penyampaian LKPJ 2025, Pemprov Lampung Perkuat Transparansi dan Sinergi dengan DPRD

Berita Terbaru

Jogja

‎Danrem Pamungkas Tegas Kawal Dana Desa Bersih Korupsi

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:44 WIB