‎SMP MBS Al Badar Hadir, Pesantren Tanpa Mondok

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sleman – Kehadiran SMP MBS Al Badar Prambanan menandai penguatan model pendidikan pesantren modern di Yogyakarta.

‎Sekolah ini mengusung konsep pesantren tanpa mondok, namun tetap menanamkan nilai religius, karakter, dan akademik secara seimbang melalui sistem full day school.

‎Peresmian sekolah dilakukan oleh Prof Din Syamsuddin, MA, yang menyebut MBS Yogyakarta sebagai inspirasi pendidikan Islam progresif.

‎“MBS berhasil memadukan nilai keislaman, karakter, dan kecakapan akademik secara harmonis,” ujar Din.

‎Ia menilai pendekatan ini relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.
‎Menurut Din, pengaruh MBS Yogyakarta melampaui batas daerah.

‎“Dari 446 pesantren Muhammadiyah, banyak yang meniru konsep MBS Prambanan. Ini menunjukkan MBS telah menjadi rujukan nasional,” katanya.

‎Ia juga menekankan pengakuan internasional MBS melalui muadalah Al-Azhar Mesir.

‎Kepala SMP MBS Al Badar Prambanan, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa sekolah ini dirancang bagi keluarga yang menginginkan pendidikan pesantren tanpa harus mondok.

‎“Siswa belajar sampai sore, tetapi tetap mendapatkan pendidikan tahfidz, Bahasa Arab, dan pembentukan akhlak santri,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan yang sama, MBS Yogyakarta juga meluncurkan unit usaha Kafana, yang bergerak di bidang konveksi busana muslim.

‎“Seluruh keuntungan usaha digunakan untuk menopang operasional pendidikan,” kata Din.

‎Dengan Kafana, MBS kini memiliki 22 unit usaha, memperkuat posisinya sebagai pesantren mandiri berbasis pemberdayaan ekonomi.

(waw)

Berita Terkait

Setu Sinau ing Malioboro Dirancang Hadir Rutin Setiap Sabtu sebagai Daya Tarik Wisata Edukatif
Relawan Lintas Iman Bersihkan Kelenteng, Toleransi Menguat
Polda DIY Gaspol Amankan Higienitas Program MBG
‎HUT 18 Gerindra, Kader Teguhkan Amanat Prof Suhardi
Pemkot Yogyakarta Jaga Kondusivitas Ramadan Lewat Pengaturan Usaha Pariwisata
Merayakan Weton dalam Karya Batik, Agenda Budaya Digelar 14–21 Februari 2026
Geliat Putri Mataram Ziarah Bung Karno, Teguhkan Cinta Tanah Air
‎Donor Darah HPN 2026 Satukan Hotel, PMI, Komunitas

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:11 WIB

Setu Sinau ing Malioboro Dirancang Hadir Rutin Setiap Sabtu sebagai Daya Tarik Wisata Edukatif

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:34 WIB

Relawan Lintas Iman Bersihkan Kelenteng, Toleransi Menguat

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:14 WIB

Polda DIY Gaspol Amankan Higienitas Program MBG

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:09 WIB

‎HUT 18 Gerindra, Kader Teguhkan Amanat Prof Suhardi

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:50 WIB

Pemkot Yogyakarta Jaga Kondusivitas Ramadan Lewat Pengaturan Usaha Pariwisata

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB