Sleman Gebrak Olahraga Air, Grembyangan Cetak Atlet Desa Wisata Unggulan

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Sleman — Sleman mulai serius membangun pusat olahraga air berbasis desa wisata melalui peluncuran Grembyangan Training Paddle di Madurejo, Prambanan, untuk pembinaan atlet muda mulai sekarang.
‎
‎Tempat latihan dayung dan arung jeram tersebut diluncurkan Sabtu (3/10/2026) sebagai embrio pembinaan atlet muda Sleman dan Yogyakarta melalui konsep terpadu secara berkelanjutan.
‎
‎Konsep Grembyangan Training Paddle tidak sekadar menghadirkan lokasi latihan, tetapi membangun ekosistem olahraga, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian sungai secara terpadu untuk Sleman sejak awal.
‎
‎Program ini merupakan kolaborasi FAJI Kabupaten Sleman, Pemerintah Kalurahan Madurejo Prambanan, dan masyarakat pengelola Desa Wisata Opak Grembyangan di kawasan potensial secara bersama langsung.
‎
‎Ketua FAJI Kabupaten Sleman Dhanang Purwantoro menegaskan pembinaan atlet membutuhkan ekosistem yang mempertemukan olahraga, pendidikan, masyarakat, lingkungan, serta ekonomi lokal secara berkelanjutan sejak awal.
‎
‎“Kami ingin membangun tempat latihan yang bukan hanya melahirkan atlet, tetapi juga melahirkan ekosistem,” ujar Dhanang dalam peluncuran Grembyangan Training Paddle tersebut kini.
‎
‎Menurut Dhanang, anak-anak muda harus memiliki ruang berlatih, sementara masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dan desa wisata semakin berkembang melalui aktivitas olahraga positif yang positif.
‎
‎“Anak-anak muda bisa berlatih, masyarakat bisa terlibat, desa wisata berkembang, dan sungai tetap terjaga,” kata Dhanang menegaskan demi masa depan yang produktif setiap hari.
‎
‎Launching tersebut mendapat perhatian lintas sektor karena menghadirkan unsur Dispora, KONI, BBWS Serayu Opak, DLH, Dinas Pariwisata, serta Forkopimkap
‎Prambanan yang hadir secara langsung.
‎
‎Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menunjukkan pengembangan Opak Grembyangan memiliki dimensi luas, mulai pembinaan prestasi hingga pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan bersama masyarakat setempat.
‎
‎Pengembangan kawasan diarahkan memperhatikan regulasi, keselamatan, lingkungan, keberlanjutan, sekaligus kebutuhan masyarakat yang menjadi bagian penting pengelolaan desa wisata secara seimbang secara bertahap bersama warga.
‎
‎Grembyangan Training Paddle dirancang memperkenalkan olahraga dayung dan arung jeram kepada generasi muda melalui latihan teknik dasar hingga pembinaan kompetisi bertahap sesuai kemampuan peserta.
‎
‎Ke depan, kawasan tersebut dapat menjadi ruang peningkatan kemampuan fisik, latihan tim, penguatan teknik, serta pembentukan atlet menuju olahraga prestasi secara konsisten bersama pelatih berpengalaman.
‎
‎Namun, konsepnya tidak berhenti pada pembinaan atlet karena kawasan juga diarahkan mendukung pariwisata air berkelanjutan di Opak Grembyangan bagi masyarakat dan wisatawan sekitar kawasan.
‎
‎Sungai di kawasan itu dipandang sebagai aset wisata, ruang edukasi, sekaligus ekosistem penting yang harus dijaga melalui aktivitas bertanggung jawab bersama demi keberlanjutan kawasan.
‎
‎Model tersebut membuka peluang saling menguatkan karena atlet memperoleh fasilitas, desa mendapatkan aktivitas, masyarakat memperoleh peluang ekonomi, wisatawan menikmati pengalaman baru bersama secara berkelanjutan.
‎
‎Pada saat bersamaan, kegiatan olahraga air diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi sungai dan lingkungan sekitar kawasan wisata tersebut demi sungai sehat dan lingkungan lestari setempat.
‎
‎Peluncuran ini juga memperlihatkan desa wisata dapat berkembang melampaui wisata konvensional dengan menjadi ruang pembinaan generasi muda berbasis potensi lokal untuk generasi muda setempat.
‎
‎Opak Grembyangan memiliki modal berupa sungai, lingkungan alam, masyarakat lokal, serta aktivitas wisata yang telah berkembang dan terus diperkuat sebagai fondasi bagi masyarakat setempat.
‎
‎Dengan pengelolaan terintegrasi, kawasan tersebut berpotensi menjadi sentra olahraga air dan wisata sungai yang memberikan manfaat luas bagi Sleman dan masyarakat serta generasi muda.
‎
‎Launching Grembyangan Training Paddle menjadi bagian Garebeg Madurejo #3 yang berlangsung 2–4 Oktober 2026 dan dilaksanakan pada 3 Oktober untuk masyarakat sekaligus agenda budaya.
‎
‎Peresmian dilakukan Ketua Umum FAJI DIY yang juga Panitikismo Kraton Yogyakarta, Ir. Agus Langgeng Basuki, menjadi simbol kolaborasi olahraga, pemerintah kalurahan, masyarakat, serta pariwisata dalam pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
‎
‎FAJI Sleman berharap Grembyangan menjadi titik awal mencetak atlet, menghidupkan desa, menjaga sungai, dan membangun budaya olahraga air berkelanjutan bagi Yogyakarta untuk masa depan.‎(ady)

Berita Terkait

Mendagri Tekankan Rotasi dan Penyegaran Organisasi Saat Lantik Pejabat
Bawa Bregodo Keraton, Warga Yogyakarta Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makorem
Irwandi Dikukuhkan Guru Besar Fotografi, ISI Yogyakarta Buka Babak Baru
Pakar Hukum Tata Negara UMY: Pengawasan Aparat Penegak Hukum Masih Terfragmentasi
Astrea Kota Gudeg Rayakan Anniversary Pertama, Geliatkan UMKM Piyungan
UMY Kembangkan Kebun Ayu Jiwa sebagai Edu-Wisata Berbasis Circular Economy
Fokki Gugat Politik Kekuasaan: Jangan Seret TNI ke Politik
Adi Mantap Maju DPRD DIY, Siap Bawa Aspirasi Warga Yogyakarta

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Mendagri Tekankan Rotasi dan Penyegaran Organisasi Saat Lantik Pejabat

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Bawa Bregodo Keraton, Warga Yogyakarta Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makorem

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Irwandi Dikukuhkan Guru Besar Fotografi, ISI Yogyakarta Buka Babak Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Astrea Kota Gudeg Rayakan Anniversary Pertama, Geliatkan UMKM Piyungan

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:35 WIB

UMY Kembangkan Kebun Ayu Jiwa sebagai Edu-Wisata Berbasis Circular Economy

Berita Terbaru