Serikat Mahasiswa Tangerang Selatan, Gelar Diskusi Soal Semangat Reformasi dan Supremasi Sipil

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Tangerang Selatan – Serikat Mahasiswa Tangerang Selatan menggelar diskusi publik bertema “Semangat Reformasi dalam Memaknai Supremasi Sipil” pada Rabu (19 Oktober 2025), di Warkop Lapan, Ciputat, Tangerang Selatan.

Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan publik untuk membahas dinamika demokrasi Indonesia pasca-Reformasi 1998, khususnya terkait hubungan antara kekuasaan sipil dan militer.

Acara menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Robi Sugara, M.Sc, Dosen FISIP UIN Jakarta dan Darryl Oktavian dari Mahardika perwakilan dari Extinction Rebellion Indonesia.

Turut muncul dalam perbincangan sebagai bentuk penegasan sikap kritis terhadap isu-isu aktual hubungan sipil–militer.

Dalam forum tersebut, para pembicara menekankan pentingnya menjaga semangat reformasi yang mengukuhkan supremasi sipil sebagai pilar demokrasi. Reformasi 1998 dipaparkan kembali sebagai tonggak perubahan yang menuntut militer tunduk pada hukum dan berada di bawah kendali institusi sipil.

Para narasumber menilai bahwa, terdapat indikasi kemunduran semangat reformasi, terutama melalui meningkatnya intervensi militer di ruang-ruang sipil serta menguatnya praktik politik dinasti. “Kondisi ini dinilai berpotensi menggeser keseimbangan kekuasaan dan mengancam perlindungan hak-hak sipil serta mekanisme checks and balances,” tandasnya.

Menurutnya, isu utama yang menjadi sorotan forum adalah kebijakan yang membuka peluang perwira aktif menduduki jabatan sipil. “Kebijakan tersebut dianggap dapat melemahkan prinsip supremasi sipil dan meningkatkan risiko kemunduran demokrasi. Karena itu, peserta mendorong evaluasi kebijakan, penguatan kontrol sipil atas militer, serta perbaikan hubungan sipil–militer secara kelembagaan,” ujarnya.

Forum juga menekankan pentingnya peran aktor-aktor sipil—termasuk pemerintah, legislatif, lembaga yudikatif, hingga organisasi masyarakat sipil—dalam memastikan akuntabilitas militer dan perlindungan HAM. Komitmen terhadap independensi hukum, transparansi pemerintahan, dan partisipasi publik dinilai sebagai syarat mutlak untuk menjaga supremasi sipil.

Beberapa poin penting yang muncul dari diskusi, antara lain:

– Supremasi sipil tetap menjadi fondasi demokrasi pasca-Reformasi, namun membutuhkan konsistensi dalam penegakan hukum.

– Militerisasi ruang publik disebut berpotensi meningkat bila tidak disertai mekanisme pengawasan yang kuat.

– Penguatan sistem checks and balances, reformasi politik yang inklusif dan peningkatan literasi publik mengenai hak sipil diperlukan untuk menjaga kualitas demokrasi.

– Forum turut merumuskan sejumlah rekomendasi, seperti pembatasan jabatan militer pada fungsi pertahanan, peningkatan transparansi kebijakan keamanan, serta penguatan lembaga pengawas hubungan sipil–militer—termasuk lembaga yudikatif dan komisi HAM.

Dialog publik yang berkelanjutan juga dianggap penting untuk menjaga relevansi semangat reformasi.

Acara ditutup dengan penegasan bahwa, supremasi sipil merupakan indikator utama kualitas demokrasi Indonesia. Menjaga prinsip tersebut dinilai krusial untuk memastikan kebijakan negara tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan menjamin perlindungan hak-hak warga negara. (*/Red)

Berita Terkait

Patroli Ramadhan 1447 H, Polres Pandeglang Kedepankan Pendekatan Humanis
Mudik Lebaran 2026, Polda Banten Pastikan Keamanan Rumah dan Kendaraan Warga
Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Rumah di Pandeglang
Achmad Dimyati Natakusuma Dukung UMKM, Borong Dagangan Juhendi di Pandeglang
Momentum Ramadan, Andra Soni Ajak Warga Perkuat Kepedulian dan Ukhuwah Islamiyah
Dimyati: Pemprov Banten Hadir Tuntaskan Kesulitan Masyarakat
Dialog Pariwisata di Hotel Pesona Krakatau, Gubernur Dorong Perbaikan Akses dan Keamanan Destinasi
Wagub Dimyati Dorong Peningkatan Iman dan Kepedulian Sosial Selama Ramadan

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:20 WIB

Patroli Ramadhan 1447 H, Polres Pandeglang Kedepankan Pendekatan Humanis

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:02 WIB

Mudik Lebaran 2026, Polda Banten Pastikan Keamanan Rumah dan Kendaraan Warga

Senin, 2 Maret 2026 - 23:22 WIB

Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Rumah di Pandeglang

Senin, 2 Maret 2026 - 18:50 WIB

Achmad Dimyati Natakusuma Dukung UMKM, Borong Dagangan Juhendi di Pandeglang

Senin, 2 Maret 2026 - 15:34 WIB

Momentum Ramadan, Andra Soni Ajak Warga Perkuat Kepedulian dan Ukhuwah Islamiyah

Berita Terbaru