Semangat Siswa Tak Padam, Belajar Tetap Berjalan di Tengah Dampak Bencana

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Siswa SMA Negeri  2 Meureudu, Pidie Jaya, tetap semangat belajar di kelas darurat

Siswa SMA Negeri 2 Meureudu, Pidie Jaya, tetap semangat belajar di kelas darurat

JOGJAOKE.COM, ACEH – Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu, ikut berdampak pada fasilitas pendidikan (fasdik) di ketiga provinsi tersebut. Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mencatat ada 4.922 fasilitas pendidikan terdampak bencana.

Aceh menjadi daerah dengan fasdik terbanyak yang terdampak bencana dengan 3.120 unit. Di Sumatera Utara, terdapat 1.149 unit fasdik terdampak. Sementara di Sumatera Barat tercatat 653 unit fasdik terdampak. Meski demikian, proses belajar-mengajar di ketiga provinsi tersebut kini telah berjalan 100 persen.

Sebagian besar ruang kelas pun telah berhasil dipulihkan oleh Satgas PRR. Aceh mencatat, 3.046 unit fasdik telah kembali menggelar pembelajaran di ruang kelas asal. Di Sumut, 1.133 unit fasdik juga sudah menggelar pembelajaran di ruang kelas asal. Sedangkan Sumbar mencatat 640 unit fasdik sudah kembali menggelar pembelajaran di kelas asal.

Satgas PRR juga terus melakukan pemulihan ruang kelas agar fasdik yang layak bisa menjaga semangat belajar siswa yang masih menggelar pembelajaran di tenda, kelas darurat, atau menumpang di sekolah lain. Ketua Satgas PRR Tito Karnavian mengakui, masih ada kondisi yang belum ideal dialami siswa untuk pembelajaran.

Tito mengungkapkan, upaya pemulihan fasdik terus dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Bahkan, sudah ada perjanjian kerja sama antara Kementerian Dikdasmen dan pihak yang akan merenovasi fasilitas pendidikan.

“Mendikdasmen menyampaikan lebih dari 1.000 fasilitas pendidikan sudah perjanjian kerja sama untuk melakukan perbaikan. Tapi, beliau menggunakan skala prioritas, mana yang (rusak) berat dikerjakan dahulu,” kata Tito di Jakarta, Rabu (25/3).

Di sisi lain, semangat untuk terus belajar juga diungkap oleh siswa di wilayah terdampak. Salah satunya Nuraiche, siswa SMA Negeri 2 Meureudu, Pidie Jaya. Meski sekolahnya masih terdampak bencana, siswa kelas 12 itu mengaku tetap antusias kembali ke sekolah. Ia bersama teman-temannya kini fokus mempersiapkan diri menghadapi Ujian Kelas Akhir (UKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 13 April mendatang.

“Kami tetap belajar seperti biasa, karena juga mau ujian,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Hasanah menjelaskan meski dalam kondisi darurat, persiapan ujian tetap berjalan. Sebanyak 92 siswa kelas 12 akan mengikuti ujian yang mencakup 14 mata pelajaran. Pihak sekolah telah memberikan kisi-kisi soal kepada siswa sebagai panduan belajar. Selain itu, pembahasan materi juga dilakukan secara intensif dengan bantuan wali kelas dan program bimbingan belajar tambahan.

“Kami sudah mengadakan bimbingan belajar agar persiapan siswa lebih maksimal,” tambah Hasanah.

Kondisi serba terbatas tidak menjadi penghalang bagi para siswa untuk terus belajar. Tekad mereka untuk lulus menjadi motivasi utama untuk tetap berjuang, membuktikan semangat pendidikan tetap hidup meski di tengah bencana.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Menuju Indonesia Emas 2045, IPDN Diminta Perkuat Kurikulum dan Daya Saing Lulusan
Satgas PRR Dorong Pemulihan Ekonomi Pesisir melalui Revitalisasi Tambak
Raker dengan Komisi II DPR RI, Mendagri Tito Sampaikan Kinerja dan Program Prioritas 2026
Mendagri Muhammad Tito Karnavian: Program Tiga Juta Rumah Bantu Tekan Kemiskinan Daerah
Usai Libur Panjang, Mendagri Tito Karnavian Ajak ASN “Recharge” dan Kerja Lebih Optimal
Satgas PRR Percepat Pembersihan Lumpur Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Tinjau Huntap Tapteng, Mendagri Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Korban Bencana
Mendagri Nilai Pembangunan Huntap di Tapsel Tercepat dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:06 WIB

Semangat Siswa Tak Padam, Belajar Tetap Berjalan di Tengah Dampak Bencana

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:26 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, IPDN Diminta Perkuat Kurikulum dan Daya Saing Lulusan

Senin, 30 Maret 2026 - 16:56 WIB

Satgas PRR Dorong Pemulihan Ekonomi Pesisir melalui Revitalisasi Tambak

Senin, 30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Raker dengan Komisi II DPR RI, Mendagri Tito Sampaikan Kinerja dan Program Prioritas 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 08:07 WIB

Mendagri Muhammad Tito Karnavian: Program Tiga Juta Rumah Bantu Tekan Kemiskinan Daerah

Berita Terbaru

Bekasi

Rapat Banmus DPRD Bekasi Susun Agenda Kerja April 2026

Rabu, 1 Apr 2026 - 00:07 WIB