Satgas PRR Percepat Pembersihan Lumpur Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Aceh – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus mempercepat penanganan pembersihan lumpur dan rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Langkah pembersihan lumpur ini dilakukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat serta memastikan fasilitas publik yang sempat terdampak banjir dan longsor dapat kembali berfungsi normal. Sementara rehabilitasi sawah dilakukan untuk menjaga pasokan beras dan mempercepat pemulihan kehidupan petani.

Berdasarkan laporan Satgas per 28 Maret, tercatat progres signifikan pembersihan lumpur di tiga provinsi terdampak. Rinciannya, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan capaian jumlah lokasi terbanyak. Dari total 476 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 396 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara 80 lokasi lainmya masih dalam proses pengerjaan.

Sementara di Sumut, dari total 24 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 20 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan. Adapun di Sumbar, proses pembersihan lumpur telah rampung sepenuhnya. Sebanyak 29 lokasi terdampak telah tuntas dibersihkan 100%.

Capaian pembersihan lumpur ini juga sejalan dengan progres lahan sawah yang berhasil direhabilitasi. Berdasarkan data Satgas PRR 28 Maret, dari total 42.702 hektar sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi sawah di tiga provinsi terdampak, sebanyak 991 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara sebanyak 5.333 hektare masih dalam proses penanganan.

Rinciannya, di Provinsi Aceh dari 31.464 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 42 hektare sawah berhasil direhabilitasi. Sementara, di Sumut dari 7.336 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 170 hektare berhasil direhabilitasi. Adapun di Sumbar dari 3.902 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 779 hektare berhasil direhabilitasi.

Sebelumnya, saat konfrensi pers di Kantor Staf Presiden (KSP), Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, pembersihan lumpur
menjadi fokus utama pemerintah untuk mempercepat pemulihan di sejumlah titik terdampak.

“Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di lowland (dataran rendah). Kita sudah mencatat tim ini merekap di mana saja titik-titiknya. Kita memiliki titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi. Yang sudah diselesaikan di Sumatera total semuanya itu lebih kurang 84 persen, tinggal 16 persen lagi,” kata Tito dalam konferensi pers di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (25/3/2026)

Selain itu, Tito juga menegaskan pihaknya sedang berusaha menormalisasi sungai di tiga provinsi terdampak yang penuh dengan sedimentasi lumpur. Ia mengatakan normalisasi sungai sangat penting untuk mencegah banjir susulan dan mendukung irigasi untuk sawah dan tambak warga.

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Tinjau Huntap Tapteng, Mendagri Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Korban Bencana
Mendagri Nilai Pembangunan Huntap di Tapsel Tercepat dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
RSUP dr. Sardjito Dampingi Tiga RS di Papua, Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Percepatan Pembenahan
Pemerintah Genjot Pembangunan Huntap, Mendagri Tekankan Pengurangan Masa Tinggal di Huntara
Tinjau BSPS di Humbahas, Mendagri Soroti Peran Pemda dalam Penyediaan Rumah Layak Huni
Pascabencana Sumatera: Kasatgas Tito Dorong Pemda Saling Bantu
Puluhan Sungai Terdampak, Satgas PRR Dorong Penanganan Jangka Panjang
Verifikasi BPS Perkuat Akurasi Data Penyaluran Bantuan Hunian Pascabencana Sumatera

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:50 WIB

Satgas PRR Percepat Pembersihan Lumpur Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:52 WIB

Tinjau Huntap Tapteng, Mendagri Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Korban Bencana

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:29 WIB

Mendagri Nilai Pembangunan Huntap di Tapsel Tercepat dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:41 WIB

RSUP dr. Sardjito Dampingi Tiga RS di Papua, Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Percepatan Pembenahan

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:17 WIB

Pemerintah Genjot Pembangunan Huntap, Mendagri Tekankan Pengurangan Masa Tinggal di Huntara

Berita Terbaru

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Arni Surwanti dan Retno Widowati, bersama akademisi Fakultas Pengurusan Teknologi dan Teknousahawan Universiti Teknikal Melaka Malaysia (UTeM), Dr Mohd Shamsuri bin Md Saad, melaksanakan program pengabdian masyarakat internasional di Melaka. (Dok UMY)

Pendidikan

UMY Dampingi UMKM Melaka Susun Strategi Bisnis untuk Naik Kelas

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:14 WIB

Jogja

Rakor Sleman Disorot Kemendagri, Data Harus Valid Akurat

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:27 WIB