Sapi Kurban di Pandeglang Dipastikan Sehat Jelang Idul Adha 2026

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Pandeglang – Peternakan Sapi Jawara di Desa Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, memperketat prosedur kesehatan hewan guna mengantisipasi ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Idul Adha 2026. Langkah preventif ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas tawar-menawar dan masuknya stok sapi baru dari berbagai daerah luar Provinsi Banten.

Pengelola peternakan Sapi Jawara, Muhammad Ari Pragantha, mengungkapkan bahwa vaksinasi menjadi benteng utama dalam melindungi ternak dari serangan virus. Sapi-sapi yang didatangkan dari daerah asal seperti Jawa Timur, hingga Bali disebutnya telah dipastikan mendapatkan vaksin, bahkan dilakukan vaksinasi ulang setibanya di kandang Cimanuk.

“Persiapan sapi sebelum dikirim ke sini harus divaksin, bahkan kita lakukan vaksinasi ulang di kandang. Kebersihan kandang dan asupan gizi tidak boleh kurang agar sapi tidak gampang tertular penyakit,” ujar Ari, jumat.(8/5/2026)

Selain vaksinasi, aspek kebersihan kandang dan asupan gizi dikatakannya menjadi prioritas harian untuk menjaga imunitas sapi potong tetap optimal. Peternak menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dengan rutin membersihkan sanitasi serta memberikan pakan berkualitas khusus penggemukan.

Meskipun harga sapi mengalami kenaikan antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta akibat biaya pakan dan transportasi, menurutnya permintaan masyarakat tetap menunjukkan tren positif. Ari mengatakan konsumen saat ini jauh lebih kritis dalam memilih hewan kurban dengan menanyakan riwayat kesehatan dan bukti pemeriksaan medis dari dinas terkait.

“SOP kami sangat ketat dan diawasi rutin oleh dokter dari Dinas Kesehatan Pandeglang dua minggu sekali. Insya Allah sapi-sapi di sini terjamin bebas dari penyakit,” katanya.

Ancaman PMK yang sering muncul menjelang hari raya besar disebut Ari menuntut peternak untuk lebih waspada dalam mengelola keluar masuknya hewan. Pencegahan lebih awal dipandangnya jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan melakukan pengobatan saat ternak sudah terjangkit.(*)

Berita Terkait

Andra Soni Soroti 6.000 Masjid dan Musala di Banten Belum Bersertifikat Wakaf
Korban Tewas Kecelakaan SDN Sukaratu 5, Keluarga Kawal Proses Hukum hingga Tuntas
Pemprov Banten Perkuat Gerakan ASRI dalam Peringatan Hari Air Sedunia
Ketahanan Pangan Jadi Fokus, Polda Banten Tanam Jagung di Kecamatan Kopo
Sebanyak 391 Jemaah Haji Pandeglang Berangkat Melalui Bandara Soekarno-Hatta
Bonus Demografi Jadi Momentum, Pemprov Banten Perkuat Kepemimpinan Pemuda
Tinawati Ajak Semua Pihak Perkuat Akses PAUD Berkualitas di Banten
Program Sekolah Gratis di Banten Akan Diperluas hingga Madrasah Aliyah

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:26 WIB

Andra Soni Soroti 6.000 Masjid dan Musala di Banten Belum Bersertifikat Wakaf

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:30 WIB

Korban Tewas Kecelakaan SDN Sukaratu 5, Keluarga Kawal Proses Hukum hingga Tuntas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:32 WIB

Pemprov Banten Perkuat Gerakan ASRI dalam Peringatan Hari Air Sedunia

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:51 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Fokus, Polda Banten Tanam Jagung di Kecamatan Kopo

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:24 WIB

Sebanyak 391 Jemaah Haji Pandeglang Berangkat Melalui Bandara Soekarno-Hatta

Berita Terbaru