Rumah Saraswati Luruskan Makna Anarkisme, Tekankan Kemandirian dan Kesetaraan

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, BANDUNG – Istilah anarkisme masih kerap dipahami secara sempit sebagai tindakan kerusuhan, perusakan fasilitas publik, maupun aksi kekerasan. Rumah Saraswati menilai pemaknaan tersebut perlu diluruskan agar masyarakat dapat melihat anarkisme dari perspektif gagasan sosial yang lebih luas.

Melalui keterangannya, Kamis (13/8), Ketua Rumah Saraswati, Diah Permata Saraswati, mengatakan, anarkisme tidak semestinya selalu dikaitkan dengan tindakan destruktif yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu.

“Anarkisme itu bukan berarti kita turun ke jalan lalu melakukan perusakan fasilitas publik. Itu pemahaman yang keliru dan terdegradasi oleh tindakan oknum,” ujar Diah dalam diskusi santai di Bandung.

Menurutnya, gagasan anarkisme juga dapat dikaitkan dengan nilai kemandirian, kesetaraan, serta kemampuan masyarakat membangun dan mengelola kehidupan secara kolektif tanpa ketergantungan berlebihan terhadap struktur kekuasaan maupun mekanisme pasar.

Salah satu bentuk yang didorong Rumah Saraswati adalah penguatan kemandirian ekonomi masyarakat. Diah menilai ekonomi berbasis komunitas dapat menjadi instrumen untuk memperkuat posisi warga sekaligus membuka ruang bagi masyarakat mengelola potensi yang dimilikinya.

“Melalui kemandirian ekonomi, masyarakat belajar untuk tidak menggantungkan hidup sepenuhnya pada sistem pasar kapitalistik yang eksploitatif. Kita membangun ekosistem ekonomi kolektif dari dan untuk warga sendiri,” katanya.

Ia menyebut, kemandirian ekonomi juga dapat menjadi respons masyarakat terhadap berbagai persoalan ketimpangan. Menurut Diah, penguatan ekonomi komunitas penting dilakukan agar warga memiliki daya tawar dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan maupun kebijakan pemerintah.

Diah juga mengkritisi persoalan tata kelola negara yang menurutnya masih menghadapi tantangan korupsi. Dalam kondisi tersebut, penguatan kapasitas ekonomi masyarakat dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk membangun ketahanan komunitas.

“Kemandirian ini adalah bentuk perlawanan terhadap negara yang korup. Ketika fasilitas dan bantuan publik sering kali terdistorsi oleh korupsi, maka jalan terbaik adalah menguatkan basis ekonomi komunitas secara independen,” ujarnya.

Untuk menerjemahkan gagasan tersebut, Rumah Saraswati melakukan pendampingan terhadap komunitas lokal. Pendampingan diarahkan pada pengembangan keterampilan, pemanfaatan potensi ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat melalui kerja bersama.

Diah berharap, masyarakat tidak terburu-buru menilai sebuah gagasan hanya berdasarkan stigma yang berkembang. Menurutnya, perubahan sosial dapat dibangun melalui berbagai cara, termasuk memperkuat kemampuan ekonomi masyarakat dari tingkat komunitas.

Ia menegaskan, perdebatan mengenai anarkisme semestinya tidak berhenti pada persoalan istilah. Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana gagasan tentang kemandirian dan kesetaraan dapat diterjemahkan menjadi gerakan yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, Rumah Saraswati mendorong agar masyarakat melihat kemandirian ekonomi bukan sekadar persoalan mencari penghasilan, tetapi juga sebagai upaya membangun daya tahan sosial, memperkuat solidaritas warga dan menciptakan ruang kehidupan yang lebih mandiri. (Red).

Berita Terkait

Sekda Kota Bekasi Dorong Sinergi Antar-Sekda melalui Raker Komwil Forsesdasi Jawa Barat
Bursa Ketua PWI Jawa Barat Menghangat, Tantan Resmi Maju sebagai Calon
Unisba dan PERADI Profesional Sepakat Gelar Pendidikan Advokat Berkelanjutan
Dinilai Dekat dengan Ulama dan Masyarakat, Komjen Karyoto Didorong Menjadi Kapolri
Masjid Panggilan Sujud Berbenah, Wujud Pembinaan Moral di Lingkungan Pendidikan Polri
Prestasi Gemilang! Kota Bekasi Dinobatkan sebagai Fashion Terkini pada PKJB 2026
Apresiasi Haji 2026, PP PERSIS Tekankan Pentingnya Pembenahan Menuju 2027
Pemkot Bekasi Catat Prestasi, WTP 2025 Antar ke Lima Besar Terbaik

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Rumah Saraswati Luruskan Makna Anarkisme, Tekankan Kemandirian dan Kesetaraan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Sekda Kota Bekasi Dorong Sinergi Antar-Sekda melalui Raker Komwil Forsesdasi Jawa Barat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Bursa Ketua PWI Jawa Barat Menghangat, Tantan Resmi Maju sebagai Calon

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:28 WIB

Unisba dan PERADI Profesional Sepakat Gelar Pendidikan Advokat Berkelanjutan

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Dinilai Dekat dengan Ulama dan Masyarakat, Komjen Karyoto Didorong Menjadi Kapolri

Berita Terbaru

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Ajak Warga Bersatu Doakan Keselamatan NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 11:17 WIB