Rombongan Santri Pondok Pesantren Assadilayah Alami Musibah di Pantai Daplangu

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Pandeglang – Rombongan santri pondok pesantren ( Ponpes) Assadilayah, Desa Giribawana, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang-Banten, saat liburan yang mestinya menjadi momen bahagia justru menjadi petaka.

Kabar duka datang dari dua anak, atas nama Adip dan Dapa, warga Desa Giribawarna, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang-Banten, saat berlibur ke pantai terpeleset arus jatuh terbawa ombak, dari dua orang korban satu belum di ketemukan setelah tenggelam di tempat wisata Daplangu Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, kejadian pada kamis 22 Pebuari.ujar salah satu warga sekitar yang enggan di sebut inisial nya.

Dengan jumlah 25 orang datang ketika hendak bemain ke Lokasi Wisata Daplangu  Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. santri tiba dilokasi pantai pukul 12.00 setelah melakukan kegiatan makan siang bersama ,dan melakukan ibah. Berenang bersama.Nasib Naas menimpa kedua Santi. malah terjadi petaka tenggelam

Pada pukul 15.30 WIB dua orang santri atas nama Adip dan Dapa hendak berenang. Namun, musibah terjadi menimpa dua orang tersebut mereka terseret arus jatuh terdorong ombak.

Satu orang yang bernama Adip sudah di temukan dan terselamatkan namun, satu orang lagi atas nama Dapa kurniawan sampai pukul 17.20 WIB belum ditemukan.

Korban yang selamat telah dibawa ke Puskesmas Sumur untuk mendapatkan pertolongan, sementara satu korban masih dalam pencarian.

Tim Gabungan terdiri dari anggota Basarnas ,polairud POLRES Pandeglang, dan relawan Kampung siaga Bencana(KSB) serta bantu warga sekitar

korban hingga saat ini masih belum di ketemukan proses pencarian terus dilakukan sampai saat ini. Pukul 9.00. .jumat.(14/2/2026)

(Denni)

Berita Terkait

Wakapolda Banten: SPPG Wujud Dukungan Polri terhadap Pemenuhan Gizi Menuju Indonesia Emas 2045
Program Bang Andra Dongkrak Akses Desa dan Pertumbuhan Ekonomi Banten
Kejati Banten Serahkan Dua Tersangka Korupsi Minyak Goreng ke Kejari Serang
Wagub Banten Dukung HPN 2026 SMSI, Tekankan Kolaborasi Tangkal Disinformasi
Kunjungan ke Museum Multatuli, HPN 2026 SMSI Gaungkan Nilai Kemanusiaan dan Keadilan
SMSI Pusat Gelar Ekspedisi Budaya HPN 2026, Angkat Sejarah dan Potensi Wisata Banten
Andra Soni Pasang Badan Lindungi Sekolah, Kepala Sekolah Fokus Jalankan Aturan

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:45 WIB

Wakapolda Banten: SPPG Wujud Dukungan Polri terhadap Pemenuhan Gizi Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:52 WIB

Rombongan Santri Pondok Pesantren Assadilayah Alami Musibah di Pantai Daplangu

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:44 WIB

Program Bang Andra Dongkrak Akses Desa dan Pertumbuhan Ekonomi Banten

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:02 WIB

Kejati Banten Serahkan Dua Tersangka Korupsi Minyak Goreng ke Kejari Serang

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:56 WIB

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB