Realisasi APBD Papua Pegunungan Jadi Fokus Monev Ditjen Bina Keuangan Daerah

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jayawijaya – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025 di Provinsi Papua Pegunungan. Langkah ini merupakan wujud konsistensi Kemendagri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Rapat monev APBD ini diselenggarakan dalam rangka penguatan pembinaan, pengawasan, dan penyamaan persepsi di bidang tata kelola keuangan daerah, serta evaluasi pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah,” ujar Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri Rikie dalam Rapat Monev dan Asistensi Percepatan Realisasi APBD secara hybrid dari Baliem Pilamo Hotel, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (24/11/2025).

Rikie menegaskan, pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian integral dari penyelenggaraan urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah. Karena itu, pengawasan keuangan daerah harus dilakukan secara tertib, taat regulasi, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan menjunjung keadilan serta kemanfaatan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, monev dilakukan baik pada daerah yang realisasinya rendah maupun tinggi. Daerah dengan realisasi rendah perlu diidentifikasi hambatannya, sementara daerah dengan realisasi tinggi dapat menjadi rujukan praktik baik.

Rikie kemudian memaparkan capaian realisasi APBD Provinsi Papua Pegunungan per 24 November 2025. Pada tingkat provinsi, realisasi pendapatan mencapai 78,20 persen dan realisasi belanja 72,00 persen. Pemerintah provinsi menargetkan pendapatan 95,00 persen dan belanja 93,00 persen hingga akhir tahun.

Di tingkat kabupaten, capaian realisasi menunjukkan variasi signifikan. Kabupaten Jayawijaya melaporkan realisasi pendapatan 74,77 persen dan belanja 57,56 persen, dengan target 93,00 persen untuk keduanya pada 31 Desember 2025. Kabupaten Lanny Jaya mencatat realisasi pendapatan 75,00 persen dan belanja 74,00 persen, serta menargetkan pendapatan 95,00 persen dan belanja 90,00 persen hingga akhir tahun.

Kabupaten Mamberamo Tengah menunjukkan capaian yang lebih tinggi dengan realisasi pendapatan 80,73 persen dan belanja 70,92 persen, serta menargetkan 95,00 persen untuk keduanya. Adapun Kabupaten Nduga mencatat realisasi pendapatan 72,05 persen dan belanja 76,48 persen, dengan target akhir tahun masing-masing 95,00 persen dan 91,00 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Pegunungan Bintang merealisasikan pendapatan 77,71 persen dan belanja 67,99 persen, dengan target pendapatan 98,00 persen dan belanja 95,00 persen. Kabupaten Tolikara melaporkan realisasi pendapatan 74,91 persen dan belanja 59,26 persen, dengan komitmen mencapai pendapatan 99,65 persen dan belanja 96,22 persen pada akhir tahun.

Pada bagian akhir paparannya, Rikie menjelaskan bahwa Kabupaten Yalimo mencatat realisasi pendapatan 74,00 persen dan belanja 75,00 persen, dengan target masing-masing 95,00 persen dan 90,00 persen. Sementara itu, Kabupaten Yahukimo menunjukkan capaian pendapatan 81,04 persen dan belanja 76,06 persen, serta menargetkan realisasi 95,00 persen untuk pendapatan dan belanja hingga 31 Desember 2025.

Acara tersebut dihadiri oleh Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah IV, PPUPD Ahli Madya Inspektorat Jenderal, pejabat dari Ditjen Bina Bangda dan Ditjen Bina Keuda, serta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten se-Papua Pegunungan, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Inspektur Daerah, serta pejabat terkait lainnya.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

SKB 7 Menteri Terbit, Penggunaan AI di Pendidikan Resmi Diatur
Mendagri Tito Apresiasi Bantuan Swasta Percepat Pemulihan Kesehatan Pascabencana
Wamendagri Wiyagus Tekankan Peran Pemda dalam Kelancaran Mudik dan Pengendalian Inflasi Jelang Idulfitri
Pulihnya Infrastruktur Telekomunikasi Percepat Kebangkitan UMKM di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Tindak Lanjut PP Tunas, Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Aktif Lindungi Anak dari Dampak Negatif Internet
Tito Karnavian: Bantuan Stimulan Rumah Diberikan Langsung kepada Warga Terdampak Bencana
Indonesia Berpartisipasi dalam CSW70 PBB, Tri Tito Karnavian Hadiri Rangkaian Sidang
Penguatan Tata Kelola Zakat Nasional, Agus Fatoni Ditunjuk sebagai Pimpinan BAZNAS

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:52 WIB

SKB 7 Menteri Terbit, Penggunaan AI di Pendidikan Resmi Diatur

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:10 WIB

Wamendagri Wiyagus Tekankan Peran Pemda dalam Kelancaran Mudik dan Pengendalian Inflasi Jelang Idulfitri

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:01 WIB

Pulihnya Infrastruktur Telekomunikasi Percepat Kebangkitan UMKM di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tindak Lanjut PP Tunas, Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Aktif Lindungi Anak dari Dampak Negatif Internet

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:38 WIB

Tito Karnavian: Bantuan Stimulan Rumah Diberikan Langsung kepada Warga Terdampak Bencana

Berita Terbaru