Proyek Ikon Baru Kota Bekasi: Pendanaan Kalimalang Didominasi Dukungan Provinsi dan CSR

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi meluruskan informasi mengenai pendanaan proyek pengembangan Wisata Air Kalimalang. Total nilai investasi proyek ini mencapai Rp126 miliar, namun hanya Rp30 miliar yang bersumber dari APBD Kota Bekasi. Angka tersebut setara dengan 23 persen dari keseluruhan biaya.

Sebagian besar pendanaan justru berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp60 miliar, serta dukungan corporate social responsibility (CSR) sektor swasta sekitar Rp36 miliar. Skema kolaborasi ini digunakan agar pembangunan tidak sepenuhnya membebani anggaran daerah dan tetap memungkinkan program-program prioritas lainnya berjalan.

Pemkot menegaskan bahwa Kalimalang bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang bagi warga. Ruang publik yang tertata akan membuka peluang ekonomi bagi UMKM, menambah ruang rekreasi yang nyaman untuk keluarga, dan menghadirkan identitas baru bagi kota.

Pengelolaannya pun disiapkan secara modern dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa revitalisasi Kalimalang adalah langkah nyata menghadirkan ikon kota yang membanggakan dan menggerakkan perekonomian warga.

“Kita ingin ada ruang publik yang hidup, yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, dan membuat Bekasi semakin memiliki karakter sebagai kota yang maju dan layak huni,” ujarnya saat peletakan batu pertama.

Dengan dukungan provinsi Jawa Barat dan sektor swasta, Pemerintah Kota Bekasi memastikan proyek ini berjalan dengan landasan yang kuat: efisien dalam pendanaan, jelas dalam manfaat, dan berpihak pada kualitas hidup warga.

Adapun pembangunan wisata air kalimalang ini dimulai sejak 21 Agustus 2025 dimana peletakan batu pertama dilakukan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (nr)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Tri Adhianto Dorong Budaya Siaga Bencana Sejak Dini melalui Simulator Gempa
Menuju WBK dan WBBM, Kejari Bekasi Teken Komitmen Bersama
Pemkot Bekasi dan BMPS Bersinergi Wujudkan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto: Penanganan WC Helikopter Jadi Prioritas Capai Status ODF Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Fokus Memperluas Jangkauan Transportasi Publik Melalui Layanan Trans Beken
Jembatan Kalimalang Diresmikan, Sinergi Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi Ditingkatkan
Bekasi Berkebaya Hadirkan Fashion Show Disabilitas, Tegaskan Nilai Kesetaraan dan Inklusivitas

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:32 WIB

Tri Adhianto Dorong Budaya Siaga Bencana Sejak Dini melalui Simulator Gempa

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:09 WIB

Menuju WBK dan WBBM, Kejari Bekasi Teken Komitmen Bersama

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:25 WIB

Pemkot Bekasi dan BMPS Bersinergi Wujudkan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:51 WIB

Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Bekasi

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:46 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto: Penanganan WC Helikopter Jadi Prioritas Capai Status ODF Kota Bekasi

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB