Program Sekolah Gratis Banten Wujudkan Mimpi Sarbini Sekolahkan Putranya

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarbini (47), buruh harian lepas asal Kampung Sindang Mandi, Desa Panyerapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang

Sarbini (47), buruh harian lepas asal Kampung Sindang Mandi, Desa Panyerapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang

JOGJAOKE.COM, Banten – “Yang Penting Anak Bisa Sekolah”, kata Sarbini (47) saat mengungkapkan kebahagiaannya karena anaknya dapat melanjutkan sekolah tingkat menengah atas melalui Program Sekolah Gratis SMA, SMK dan SKh swasta, yang digagas oleh Gubernur Banten Andra Soni.

Setiap tahun ajaran baru, Sarbini memang selalu dihantui biaya sekolah anak-anaknya. Sebagai buruh harian lepas asal Kampung Sindang Mandi, Desa Panyerapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, penghasilannya tidak pernah pasti.

Kadang ia bekerja sebagai kuli bangunan, kadang mendapat panggilan memperbaiki instalasi listrik warga. Namun, tak jarang ia harus menganggur berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kini, kecemasan itu perlahan menghilang setelah putranya, Nabil Ilham Maulana (15) diterima di SMK Nurul Huda Baros melalui Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada tahun ajaran 2026–2027.

Bagi Sarbini, program tersebut bukan sekadar menghapus kewajiban membayar SPP. Program itu menjadi harapan bagi keluarganya untuk memastikan pendidikan anak-anaknya. Sejak diberlakukannya program ini, puluhan ribu siswa dapat melanjutkan sekolah ke jenjang menengah atas. Bahkan, tahun ajaran 2025-2026 lalu Program Sekolah Gratis menjangkau 801 sekolah swasta dengan total 60.705 siswa terverifikasi mengikuti program sekolah gratis ini.

“Sebelum ada Program Sekolah Gratis, saya merasa berat. Saya punya tiga anak. Yang pertama masuk SMK, yang kedua SMP, dan yang ketiga SD. Adanya program ini, masya Allah Pak, saya lega dan sangat terbantu. Sekarang tinggal mikirin kebutuhan alat tulis saja,” ujar Sarbini saat ditemui di SMK Nurul Huda Baros, Kabupaten Serang, Rabu (15/7/2026).

Ia mengaku selama ini biaya pendidikan menjadi beban yang paling sering dipikirkannya. Sebab, sebagai buruh harian lepas, ia tidak memiliki penghasilan tetap.

“Pekerjaan saya tidak setiap hari ada. Kadang kerja seminggu, setelah itu bisa menganggur sampai tiga bulan. Jadi uang yang tadinya buat bayar SPP sekarang bisa ditabung untuk kebutuhan pendidikan anak ke depan,” katanya.

Kondisi ekonomi itu membuat Sarbini sempat diliputi kekhawatiran ketika Nabil memutuskan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Di satu sisi ia ingin mendukung cita-cita putranya, namun di sisi lain ia belum mengetahui bagaimana cara membayar biaya sekolah.

“Ya, kepikiran. Saya sempat khawatir bagaimana nanti bayarnya. Soalnya pekerjaan saya serabutan, kadang jadi tukang, kadang ngelas. Apa saja yang penting halal,” tuturnya.

Meski demikian, Sarbini tidak pernah mematahkan keinginan anaknya. Nabil sudah sejak lama bercita-cita bersekolah di SMK Nurul Huda Baros. Bahkan keputusan itu diambil jauh sebelum adanya Program Sekolah Gratis.

“Dia memang dari awal ingin sekolah di sini. Saya tidak memaksakan. Saya mendukung pilihan anak,” katanya.

Kini Nabil tercatat sebagai siswa kelas X Jurusan Teknik Listrik di SMK Nurul Huda Baros. Sarbini berharap pendidikan menjadi jalan bagi putranya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik daripada yang ia rasakan.

Karena itu, ia selalu mengingatkan Nabil agar bersungguh-sungguh belajar dan menjauhi pergaulan yang dapat merusak masa depan.

“Saya selalu bilang, cari uang itu susah. Sekolah yang benar, jangan ikut tawuran atau pergaulan yang tidak baik. Saya pernah merasakan masa muda yang salah, dan saya tidak ingin anak saya mengulanginya,” ungkapnya.

Sarbini pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah atas Program Sekolah Gratis yang dinilainya telah meringankan beban masyarakat kecil.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Andra Soni dan Pak Dimyati. Kalau tidak ada program ini, saya pasti masih waswas karena pekerjaan saya buruh harian lepas, kadang ada kerjaan, kadang lebih banyak menganggur,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak keluarga dengan kondisi ekonomi serupa yang dapat merasakan manfaatnya. Bahkan, ia bermimpi suatu saat bantuan pendidikan juga menjangkau jenjang perguruan tinggi.

“Kalau bisa program ini diteruskan. Syukur-syukur sampai perguruan tinggi juga ada bantuan. Saya ingin anak saya sekolah setinggi mungkin, lebih baik daripada orang tuanya,” pungkasnyanya. (gla)

Sumber : Adpim 

Berita Terkait

6.158 Narapidana dan Anak Binaan Terima Remisi dan Pengurangan Masa Pidana di Banten
Atraksi Paramotor Semarakkan HUT Ke-81 RI di Kota Serang
Gubernur Banten Andra Soni dan Forkopimda Khidmat Saksikan Upacara Detik-detik Proklamasi
HUT Ke-81 RI, Andra Soni Dorong Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan
Taptu HUT ke-81 RI, Andra Soni Ajak Masyarakat Teladani Semangat Para Pahlawan
Semarak HUT ke-81 RI, Polda Banten Teguhkan Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Andra Soni Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Serang
Andra Soni Teken Aturan Diskon PKB, Warga Banten Dapat Keringanan Pajak

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:20 WIB

6.158 Narapidana dan Anak Binaan Terima Remisi dan Pengurangan Masa Pidana di Banten

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Atraksi Paramotor Semarakkan HUT Ke-81 RI di Kota Serang

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Gubernur Banten Andra Soni dan Forkopimda Khidmat Saksikan Upacara Detik-detik Proklamasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:54 WIB

HUT Ke-81 RI, Andra Soni Dorong Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Taptu HUT ke-81 RI, Andra Soni Ajak Masyarakat Teladani Semangat Para Pahlawan

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Warga Purwasana Serbu Sungai, Parak Iwak Hadirkan Motor

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:28 WIB

Yogyakarta

‎Ramah Tamah Paskibraka DIY Penuh Pesan Kebangsaan

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:10 WIB