Prof Edy Dorong Pertumbuhan Berkualitas Hadapi Tantangan Indonesia 2050

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, menegaskan bahwa arah pembangunan nasional ke depan tidak cukup hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi.
‎
‎“Tantangan terbesar Indonesia bukan sekadar tumbuh tinggi, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhan itu berkualitas dan berkelanjutan,” kata Prof. Edy saat memberikan keynote speech dalam Seminar Nasional Outlook Indonesia 2026 di Auditorium Gedung Piwulangan UWM, Selasa, 16 Desember.
‎
‎Menurut dia, fokus jangka pendek yang berlebihan berisiko mengabaikan fondasi ekonomi jangka panjang.
‎
‎Dalam paparannya, Prof. Edy mengingatkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025–2026 berada di kisaran 4,8 hingga 5,3 persen.
‎
‎Angka itu, kata dia, harus dibaca secara hati-hati di tengah ketidakpastian global.
‎
‎“Dinamika geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga potensi perang dagang masih membayangi. Karena itu, optimisme pemerintah harus dibangun di atas data dan realitas,” ujarnya.
‎
‎Ia menambahkan, “Pertumbuhan tinggi tidak otomatis berarti kesejahteraan masyarakat meningkat.”
‎
‎Prof. Edy juga menyoroti risiko pertumbuhan yang bertumpu pada sektor padat modal dan kelompok ekonomi besar.
‎
‎“Kalau manfaat pertumbuhan hanya dinikmati segelintir pihak, ketimpangan akan semakin lebar,” katanya.
‎
‎Ia menekankan bahwa pertumbuhan berkualitas harus mampu menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, serta mempersempit jurang ketimpangan.
‎
‎“Pertumbuhan harus pro-job, pro-poor, dan pro-environment,” ucap mantan Ketua Forum Rektor Indonesia tersebut.
‎
‎Mengaitkan perspektif jangka panjang, Prof. Edy menyinggung proyeksi Goldman Sachs yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2050.
‎
‎Namun ia mengingatkan, “Prediksi itu adalah peluang sekaligus peringatan.” Tanpa reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, serta tata kelola ekonomi dan hukum yang adil, ia menilai bonus demografi bisa berubah menjadi beban.
‎
‎“Universitas harus hadir memberi analisis objektif dan rekomendasi kebijakan, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan,” pungkasnya.

(waw)

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru