Penguatan TAPD Dinilai Kunci Optimalisasi APBD dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Ternate – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni, mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, mendorong penguatan peran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna mengoptimalkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini dinilai penting karena APBD menjadi instrumen utama dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Fatoni pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun Anggaran (TA) 2026 dan Penyusunan APBD TA 2027 di Sahid Bela Hotel, Ternate, Maluku Utara, Kamis (29/1/2026).

Fatoni menjelaskan bahwa kinerja pengelolaan APBD menjadi faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, belanja pemerintah, baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun APBD, memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun demikian, data nasional menunjukkan bahwa kinerja APBD pada tahun 2025 masih menghadapi tantangan. Realisasi pendapatan daerah secara nasional tercatat sebesar 94,49 persen, lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 97,26 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai 87,14 persen, juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 91,72 persen.

Dalam konteks tersebut, Fatoni menegaskan bahwa peran kepala daerah dan TAPD sangat strategis untuk memastikan APBD dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak bagi perekonomian daerah.

“Peran kepala daerah, peran TAPD sangat penting karena dalam pengelolaan keuangan daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, di Pasal 6, disebutkan bahwa pemegang kekuasaan dan pengelolaan keuangan daerah adalah kepala daerah, gubernur, bupati, dan wali kota,” ujar Fatoni.

Ia menegaskan, TAPD berperan mengawal seluruh siklus pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Tujuannya agar APBD dapat berjalan tertib, akuntabel, dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Fatoni menyampaikan bahwa belanja pemerintah daerah terus diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Realisasi belanja APBD tahun 2025 yang sebesar 87,14 persen menunjukkan masih adanya ruang untuk mempercepat penyaluran belanja agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi ini sangat ditentukan juga oleh realisasi belanja uang negara, baik itu APBN maupun belanja APBD,” katanya.

Menurut Fatoni, penguatan pemahaman regulasi akan membuat TAPD semakin percaya diri dalam mengambil langkah kebijakan. Hal ini termasuk melalui mekanisme pergeseran anggaran dan pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT), sehingga APBD dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, rapat tersebut dihadiri Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, para bupati dan wali kota se-Provinsi Maluku Utara, TAPD provinsi seluruh Indonesia, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.(Ls)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola Daerah, Kemendagri Minta Pemda Pangkas Aturan Berbelit yang Memberatkan Warga
Kunci Sukses Program Pemerintah: Mendagri Tito Tegaskan Pentingnya Kekompakan Sesuai Arahan Presiden
Ketua Umum TP Posyandu: Kader Adalah Ujung Tombak, Pelindungan Perempuan dan Anak Harus Diperkuat
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Kebijakan Daerah yang Seimbangkan Ekonomi dan Lingkungan
Pacu Ekonomi Daerah 8 Persen, BSKDN Kemendagri Optimalkan Tata Kelola dan Inovasi Pemda
Wujudkan Cita-Cita Generasi Muda, Wamendagri Bima Arya Dorong Optimalisasi Sekolah Rakyat di Daerah
Percepat Rehabilitasi Sumatera, Pemerintah Targetkan Penuntasan Huntap dan Pemulihan Ekonomi Nelayan
Cegah Kebocoran Anggaran Daerah, Wamendagri Wiyagus Minta Kualitas Audit Forensik Ditingkatkan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Perkuat Tata Kelola Daerah, Kemendagri Minta Pemda Pangkas Aturan Berbelit yang Memberatkan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kunci Sukses Program Pemerintah: Mendagri Tito Tegaskan Pentingnya Kekompakan Sesuai Arahan Presiden

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Ketua Umum TP Posyandu: Kader Adalah Ujung Tombak, Pelindungan Perempuan dan Anak Harus Diperkuat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Kebijakan Daerah yang Seimbangkan Ekonomi dan Lingkungan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Pacu Ekonomi Daerah 8 Persen, BSKDN Kemendagri Optimalkan Tata Kelola dan Inovasi Pemda

Berita Terbaru

Yogyakarta

Sekda Sleman Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tidak Panik

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:38 WIB