Penataan Sumur Minyak Rakyat di Muba, Herman Deru Utamakan Keselamatan dan Legalitas

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, MUBA – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, bersama Forkopimda Sumsel dan Bupati Musi Banyuasin, M. Toha Tohet, meninjau langsung sumur minyak masyarakat di Desa Tanjung Dalam, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (13/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menekankan bahwa keselamatan pekerja dan perlindungan lingkungan menjadi perhatian utama pemerintah dalam implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 terkait tata kelola sumur minyak masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setelah adanya legalisasi pengelolaan sumur minyak masyarakat, aktivitas illegal drilling maupun illegal refinery harus dihentikan.

“Kita berharap setelah adanya legalisasi ini, illegal drilling atau pengeboran minyak ilegal dihentikan dan illegal refinery juga stop,” tegas Herman Deru.

Menurutnya, selama ini banyak korban jiwa akibat aktivitas pengeboran dan pengolahan minyak ilegal yang dilakukan tanpa standar keselamatan yang memadai.

“Banyak nyawa melayang karena mencari nafkah melalui drilling minyak ilegal dan refinery ilegal,” ujarnya.

Herman Deru mengatakan, melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, nantinya akan ada pembinaan dari KKKS mengenai tata cara pengelolaan sumur rakyat yang benar dan aman, termasuk perlindungan terhadap pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Keselamatan pekerja harus terjamin, termasuk juga dijaminkan dengan BPJS Ketenagakerjaan dan akan saya instruksikan itu,” katanya.

Selain itu, Herman Deru meminta seluruh pihak berkomitmen menjaga lingkungan seiring modernisasi pengelolaan sumur minyak masyarakat. Menurutnya, kawasan pengeboran berada berdampingan dengan permukiman warga dan aktivitas sosial masyarakat sehingga pengawasan lingkungan harus diperkuat.

“Baik kebunnya, tempat usaha, maupun masyarakat yang berdomisili di desa-desa ini, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak tercemar,” ujarnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Lingkungan Hidup Muba bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat aktivitas pengeboran minyak.

Terkait tata niaga minyak, Herman Deru menegaskan bahwa minyak hasil sumur rakyat tidak boleh lagi dijual kepada penampung liar setelah terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.

“Masyarakat harus menjual kepada koperasi, UMKM maupun BUMD Petro Muba yang telah ditunjuk,” katanya.

Ia menambahkan, minyak yang keluar dari Musi Banyuasin di luar jalur resmi dipastikan ilegal karena seluruh hasil produksi harus diserahkan melalui titik serah resmi kepada pihak yang telah ditentukan.

“Kalau ada minyak keluar dari Muba berarti itu sudah jelas ilegal, karena harus diserahkan kepada pihak yang ditunjuk seperti Medco dan Pertamina sebagai titik serah,” ungkapnya.

Sementara itu, pengelolaan refinery atau pengolahan minyak akan dilakukan oleh perusahaan yang telah resmi ditunjuk pemerintah.

“Kita sama-sama mengawasi ini agar alam tetap terjaga. Kita menjaga alam agar alam menjaga kita,” tambahnya.

Herman Deru juga menilai roh utama dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 adalah distribusi kesejahteraan bagi masyarakat sekitar wilayah pengeboran.

“Roh dari Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 ini adalah mendistribusikan kesejahteraan agar masyarakat setempat bisa terlibat dan mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan mereka di bidang pengeboran,” katanya.

Di akhir peninjauan, Herman Deru meminta BUMD, koperasi, dan UMKM yang ditunjuk untuk menjaga komitmen dalam menjalankan tata kelola sumur minyak rakyat secara profesional dan sesuai aturan.

Ia menyebut momentum tersebut menjadi sejarah penting bagi Kabupaten Musi Banyuasin karena masyarakat eks penambang ilegal telah berikrar untuk tidak lagi melakukan illegal drilling maupun illegal refinery.(lsi)

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Cik Ujang Kenalkan Capaian Pembangunan dan Potensi Unggulan Sumsel ke Komisi II DPR RI
Gebrakan Herman Deru: Gagaskan Organisasi Nasional Satlinmas dan Usul Deklarasi di Sumsel
Sekda Edward Candra: Saatnya Koperasi Sumsel Naik Kelas!
Panen Raya TNI Dongkrak Optimisme Herman Deru Wujudkan Produksi 5 Juta Ton di Sumsel
Kunker Komisi IV DPR RI ke Sumsel, Wagub Cik Ujang Soroti Pengelolaan Perizinan Karbon Hutan
Percepat Transformasi Layanan Kesehatan, Sekda Sumsel Kawal Peralihan Klinik BP KORPRI
Cik Ujang Hadiri Safari Jumat di Masjid Al Hikmah, Teguhkan Kebersamaan dengan Masyarakat
PSEL Palembang Dikebut, Wapres Gibran dan Gubernur Sumsel Pastikan Proyek Strategis Nasional Berjalan Lancar

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:45 WIB

Cik Ujang Kenalkan Capaian Pembangunan dan Potensi Unggulan Sumsel ke Komisi II DPR RI

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:28 WIB

Gebrakan Herman Deru: Gagaskan Organisasi Nasional Satlinmas dan Usul Deklarasi di Sumsel

Senin, 20 Juli 2026 - 11:10 WIB

Sekda Edward Candra: Saatnya Koperasi Sumsel Naik Kelas!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Panen Raya TNI Dongkrak Optimisme Herman Deru Wujudkan Produksi 5 Juta Ton di Sumsel

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:16 WIB

Kunker Komisi IV DPR RI ke Sumsel, Wagub Cik Ujang Soroti Pengelolaan Perizinan Karbon Hutan

Berita Terbaru