JOGJAOKE.COM, Yogyakarta —Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyalurkan bantuan pangan berupa 2,4 ton beras kepada mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana di daerah asal mereka. Bantuan tersebut ditujukan untuk menjaga keberlangsungan studi mahasiswa di DIY di tengah situasi darurat yang dihadapi keluarga mereka.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan, bantuan beras diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan selama menempuh pendidikan. “Paling tidak dari sisi kebutuhan makan dapat terbantu, sehingga mahasiswa tetap bisa menjalankan misi belajarnya di DIY dengan lebih tenang meskipun berada dalam suasana duka akibat bencana,” ujarnya seusai penyaluran bantuan di Asrama Cut Nyak Dhien Yogyakarta, Senin.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui ikatan mahasiswa dan pelajar dari tiga provinsi tersebut di Yogyakarta. Dari pendataan sementara, mahasiswa asal Aceh tercatat sebagai kelompok yang paling banyak terdampak langsung. “Mereka menyampaikan daftar mahasiswa yang terdampak langsung. Dari data yang masuk, paling banyak berasal dari Aceh,” kata Agustinus.
Pada tahap awal ini, bantuan beras yang disalurkan meliputi 60 karung untuk mahasiswa asal Aceh dengan berat masing-masing 25 kilogram, 22 karung untuk mahasiswa asal Sumatera Barat, serta 15 karung untuk mahasiswa asal Sumatera Utara. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan selama satu bulan ke depan, sambil menunggu pemutakhiran data mahasiswa terdampak.
Agustinus menambahkan, Pemda DIY membuka peluang penambahan bantuan apabila kebutuhan masih berlanjut. “Kemungkinan bisa ditambah, dan jika memang masih diperlukan, kami menyiapkan bantuan serupa untuk dua bulan ke depan,” ujarnya.
Selain bantuan pangan, Pemda DIY juga menyiapkan langkah keringanan biaya pendidikan. Gubernur DIY telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi di DIY agar memberikan kebijakan keringanan bagi mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak bencana. “Pak Gubernur sudah meminta rektor di seluruh perguruan tinggi DIY untuk memberikan keringanan bagi mahasiswa dari tiga provinsi tersebut,” kata Agustinus.
Sebelumnya, Pemda DIY juga telah mengirimkan bantuan obat-obatan ke daerah terdampak serta menyalurkan bantuan dana masing-masing sebesar Rp 3 miliar untuk setiap provinsi yang mengalami bencana.
Ketua Umum Taman Pelajar Aceh Muhammad Mufariq Muchlis menyebutkan, jumlah mahasiswa asal Aceh yang menempuh pendidikan di DIY mencapai lebih dari 2.000 orang dan tersebar di berbagai perguruan tinggi. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 167 mahasiswa tercatat terdampak langsung bencana di Aceh. “Angka ini masih bisa bertambah karena pendataan belum menjangkau seluruh mahasiswa,” ujarnya.
Mahasiswa terdampak tersebut berasal dari sedikitnya 16 kabupaten dan kota di Aceh, antara lain Aceh Tengah, Banda Aceh, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, dan Meulaboh. Selain tekanan psikologis akibat bencana, mahasiswa Aceh di DIY juga menghadapi kesulitan ekonomi.
Kondisi itu mendorong Paguyuban Pelajar Aceh di Yogyakarta membuka dapur umum untuk membantu mahasiswa yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Komunikasi dengan orang tua di Aceh masih terkendala karena sinyal belum stabil. Banyak teman-teman yang kesulitan secara ekonomi, bahkan ada yang tidak bisa makan. Karena itu, kami berinisiatif membuka dapur umum,” ujar Mufariq. (ihd)






