JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengirimkan 842 kilogram obat-obatan dan perbekalan kesehatan untuk mendukung penanganan korban banjir di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan bernilai sekitar Rp96 juta itu dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dari halaman Kepatihan, Senin (8/13/2025).
Kepala Dinas Kesehatan DIY Gregorius Anung Trihadi menjelaskan, bantuan tersebut berisi obat-obatan esensial untuk kebutuhan layanan kesehatan dasar, meliputi obat penurun panas, pereda nyeri, obat batuk, obat gatal, multivitamin, hingga masker medis.
Seluruh perbekalan berasal dari stok cadangan (buffer stock) yang menurut Anung masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di DIY.
“Bantuan ini untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi yang sekarang banyak terdampak. Jadi masyarakat DIY tidak perlu khawatir karena stok lokal tetap terjaga,” ujar Anung.
Dari total bantuan yang dikirim, sebanyak 316 kilogram dialokasikan untuk Aceh, 254 kilogram untuk Sumatera Utara, dan 262 kilogram untuk Sumatera Barat.
Sebagian bantuan bahkan telah lebih dulu diberangkatkan bersama relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), termasuk 52 kilogram obat-obatan titipan sebelumnya.
Distribusi di lapangan akan dilakukan melalui dinas kesehatan masing-masing provinsi. Menurut Anung, mekanisme itu dipilih karena otoritas daerah dinilai lebih mengetahui titik yang paling membutuhkan bantuan.
Ia menambahkan, Pemda DIY juga menyiapkan dukungan tenaga kesehatan dari Emergency Medical Team apabila diperlukan berdasarkan asesmen terbaru di lokasi bencana.
“Kami sudah berkoordinasi internal dan banyak tenaga yang siap berangkat bila diminta. Namun, keberangkatan masih menunggu perkembangan kebutuhan di daerah terdampak,” katanya.
Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X berpesan agar para relawan yang bertugas senantiasa menjaga kesehatan selama menjalankan misi kemanusiaan.
Ia juga menyampaikan doa dan dukungan bagi warga, termasuk transmigran asal DIY, yang kini terdampak banjir di Sumatera.
“Tetap semangat. Kesehatan menjadi kunci agar tugas kemanusiaan berjalan baik. Kita berdoa bersama agar saudara-saudara di sana diberi kekuatan menghadapi musibah ini,” ujar Paku Alam. (ihd)






