JOGJAOKE.COM, MEDAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara resmi membuka Pelatihan Budidaya Sawit bagi pekebun swadaya di LePolonia Hotel & Convention, Medan, pada 30 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat kompetensi petani sawit guna meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor perkebunan nasional.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Yusuf Lubis SP, SE, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia pekebun merupakan kebutuhan mendesak.
“Produktivitas pekebun swadaya masih jadi isu strategis nasional. Padahal, lahan swadaya mencapai 40 persen dari total lahan sawit dan menyumbang 30–35 persen produksi CPO nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan keterampilan praktik budidaya sawit yang baik harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Untuk itu, peningkatan keterampilan praktik budidaya yang baik menjadi tugas bersama agar produktivitas kebun rakyat terus meningkat,” katanya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan SDM pekebun swadaya yang diinisiasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada LPP Agro Nusantara sebagai lembaga penyelenggara pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas pekebun.
Sebanyak 119 pekebun dari Kabupaten Asahan dan Batubara mengikuti pelatihan yang dibagi ke dalam empat kelas selama enam hari.
Tak hanya menerima materi di dalam kelas, peserta juga diajak mengikuti kunjungan lapangan ke PTPN IV Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina pada Sabtu (4/7/2026), untuk melihat langsung penerapan praktik budidaya sawit yang baik di lapangan.
Penutupan pelatihan berlangsung pada Minggu (30/6/2026), dipimpin SME LPP Agro Nusantara, Muhammad Nurhuda,SE.,MM.
Ia menyampaikan bahwa LPP Agro Nusantara terus dipercaya menjalankan program peningkatan kapasitas pekebun di berbagai daerah.
“Pada 2026, LPP Agro Nusantara menargetkan penyelenggaraan 100 kelas pelatihan yang melibatkan 3.035 peserta pada tiap provinsi.” ungkapnya.
Afiffurroyan berharap pelatihan tersebut memberikan dampak nyata bagi pekebun swadaya di Sumatera Utara.
“Kami berharap LPP Agro Nusantara menjadi pendamping yang konsisten dalam meningkatkan kompetensi pekebun swadaya di Sumut.
”Dengan SDM yang semakin unggul, produktivitas sawit rakyat diharapkan terus meningkat dan mampu memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional,” pungkasnya.(WAW)






