Pelabuhan Tanjung Carat Diproyeksikan Jadi Simpul Logistik Strategis Sumatra Selatan

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, PALEMBANG — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai upaya memperkuat kapasitas perdagangan dan konektivitas Provinsi Sumatra Selatan. Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi simpul logistik strategis yang mampu menopang ekspor daerah sekaligus menekan biaya logistik.

Dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan di Griya Agung, Palembang, Menko AHY menyoroti kebutuhan kehadiran pelabuhan berkapasitas besar untuk menjawab meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi komoditas unggulan daerah.

“Tadi Pak Gubernur menyampaikan kebutuhan menghadirkan pelabuhan internasional dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan Pelabuhan Boom Baru saat ini. Harapannya, Pelabuhan Tanjung Carat bisa menjadi ‘New Palembang’ berkelas dunia, meningkatkan kapasitas perdagangan, menurunkan biaya logistik, memperkuat ekspor, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan,” ujar Menko AHY.

Menko AHY juga menekankan penguatan konektivitas sebagai kunci memantapkan posisi Sumatra Selatan sebagai simpul logistik kawasan. Konektivitas yang terintegrasi diharapkan mampu menghubungkan kawasan produksi di wilayah tengah dan selatan Sumatra dengan pusat distribusi, kawasan industri, serta pelabuhan utama.

“Sumatra Selatan berpotensi menjadi hub logistik. Konektivitas strategis ini diharapkan menghubungkan kawasan produksi dengan pusat distribusi dan pelabuhan utama. Tanjung Carat diharapkan menjadi center of gravity baru,” tambah Menko AHY.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru menegaskan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab peningkatan arus produksi dan distribusi komoditas unggulan daerah. Dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, dan industri pengolahan, Sumatra Selatan membutuhkan pelabuhan berkapasitas besar guna memperkuat kemandirian ekspor serta meningkatkan efisiensi logistik.

Ia menilai keberadaan pelabuhan tersebut akan memperkuat posisi Sumatra Selatan sebagai hub perdagangan di wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan. Namun demikian, optimalisasi Pelabuhan Tanjung Carat perlu diiringi penguatan akses menuju kawasan dermaga.

Saat ini, akses utama melalui Jalan Tanjung Api-Api sepanjang kurang lebih 60 kilometer masih dalam kondisi rusak berat. Selain itu, dibutuhkan sekitar 9 kilometer jalan tambahan menuju dermaga utama, di mana sekitar 1 kilometer telah terbangun dan sisanya perlu diselesaikan agar konektivitas logistik dapat berjalan optimal.

“Tanjung Carat adalah obsesi yang sudah lama kami harapkan dapat terwujud. Menuju dermaga ini, kami membutuhkan dukungan infrastruktur jalan agar konektivitas benar-benar kuat. Pelabuhan ini nantinya bukan hanya menjadi simpul logistik, melainkan juga gerbang mobilitas masyarakat dan pengungkit pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan,” ujar Gubernur Herman.

Usai rapat koordinasi, Menko AHY kembali menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pelabuhan untuk menopang ekspor daerah. Ia menilai selama ini sebagian komoditas unggulan Sumatra Selatan masih bergantung pada pelabuhan di provinsi lain.

“Rencana pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk menopang sektor ekspor. Komoditas Sumatra Selatan luar biasa, dan selama ini masih harus melalui wilayah lain. Harapannya, Sumatra Selatan memiliki kemandirian dan kemampuan untuk mengekspor secara lebih masif,” ujar Menko AHY kepada awak media.

Untuk memastikan keberlanjutan proyek, Menko AHY menegaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan APBN dan APBD, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan badan usaha dan investasi. Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta partisipasi investasi dinilai penting agar pembangunan pelabuhan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak optimal bagi masyarakat.

“Kita mengembangkan skema KPBU atau public private partnership. Investasi juga perlu kita dorong. Yang terpenting, perencanaan harus menyeluruh dan komprehensif, termasuk kejelasan pembiayaan, agar proyek infrastruktur benar-benar berdampak,” tutup Menko AHY.

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perdagangan, menekan biaya logistik, serta memperkuat posisi Sumatra Selatan sebagai simpul distribusi dan perdagangan yang semakin berdaya saing.

Rapat koordinasi ini dihadiri Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Wakil Gubernur Cik Ujang, unsur Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Sumatra Selatan. Menko AHY juga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faisal; Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Rachmat Kaimuddin; Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan serta Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Hutahayan; serta Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina dan Herzaky Mahendra Putra.(Ls)

Sumber : KemenkoInfra

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Ajak Masyarakat Perbanyak Doa, Sumsel Gelar Salat Istisqa Hadapi Karhutla
Gubernur Herman Deru Tegaskan Sinergi Forkopimda Jadi Kunci Stabilitas Sumsel
Gubernur Herman Deru Pastikan Stok Beras Sumsel Aman hingga 10 Bulan kedepan, Masyarakat Diminta Tak Khawatir
Pagaralam Dipilih Jadi Tuan Rumah Kejurnas Lari Trail Indonesia 2026
Gubernur Herman Deru Tekankan Verifikasi Lapangan Calon Penerima Bantuan Bedah Rumah
Hotspot Karhutla di Sumsel Menurun, Satgas Darat Tetap Perkuat Penanganan
Hari Pramuka ke-65, Wagub Cik Ujang Ajak Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
Karhutla Sumsel Tak Lagi Sebatas Imbauan, Herman Deru Tegaskan Langkah Gakkum

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Gubernur Herman Deru Ajak Masyarakat Perbanyak Doa, Sumsel Gelar Salat Istisqa Hadapi Karhutla

Kamis, 3 September 2026 - 11:01 WIB

Gubernur Herman Deru Tegaskan Sinergi Forkopimda Jadi Kunci Stabilitas Sumsel

Rabu, 2 September 2026 - 11:00 WIB

Gubernur Herman Deru Pastikan Stok Beras Sumsel Aman hingga 10 Bulan kedepan, Masyarakat Diminta Tak Khawatir

Rabu, 2 September 2026 - 09:57 WIB

Pagaralam Dipilih Jadi Tuan Rumah Kejurnas Lari Trail Indonesia 2026

Rabu, 2 September 2026 - 09:48 WIB

Gubernur Herman Deru Tekankan Verifikasi Lapangan Calon Penerima Bantuan Bedah Rumah

Berita Terbaru