PBJT Prambanan Dibagi, Sleman-Klaten Bidik PAD dan Wisata

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman – Pemkab Sleman dan Klaten sepakat membagi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Prambanan, membuka peluang baru optimalisasi PAD serta pengembangan kawasan wisata lintas wilayah secara bersama demi masyarakat bersama.
‎
‎Kesepakatan strategis tersebut ditandai penandatanganan dan penyerahan salinan naskah Perjanjian Kerja Sama di Rama Sinta Garden Resto, Senin (28/9) secara resmi untuk kedua daerah.
‎
‎Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menandatangani berita acara, disaksikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Joel Siahaan yang hadir.
‎
‎Kesepakatan itu mengatur pembagian pembayaran Pajak Barang dan Jasa Tertentu atau PBJT atas jasa kesenian dan hiburan kawasan Candi Prambanan tersebut secara adil bersama.
‎
‎Langkah tersebut menjadi implementasi amanat peraturan mengenai hubungan keuangan pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memberikan landasan hukum pembagian potensi pajak secara transparan dan akuntabel.
‎
‎Harda Kiswaya mengatakan pengembalian potensi penerimaan pajak kawasan Prambanan menjadi momentum memperkuat kebersamaan, tanpa terjebak ego sektoral antarwilayah perbatasan kedua daerah tersebut. kedua wilayah.
‎
‎”Tuhan mengingatkan bahwa kita itu satu. Batas wilayah itu hanya bentuk kewenangan berbagi pemerintah daerah,” tegas Harda dalam sambutannya di Prambanan kepada undangan bersama.
‎
‎Harda menegaskan hasil pajak harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat Sleman dan Klaten, terutama mendukung kenyamanan wisatawan selama berada di kawasan Prambanan secara optimal.
‎
‎Menurut Harda, pemanfaatan penerimaan tersebut juga perlu diarahkan menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan kawasan candi, serta aliran sungai yang melintas di sekitarnya secara konsisten bersama.
‎
‎”Mari kita gunakan hasil pajak ini dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat Klaten dan Sleman,” ujar Harda menekankan semangat kolaborasi kedua daerah tersebut secara berkelanjutan.
‎
‎Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Joel Siahaan menyambut positif kesepakatan tersebut dan menegaskan kesiapan perusahaan memenuhi kewajiban penyetoran pajak sesuai persentase disepakati bersama.
‎
‎Joel menyebut Candi Prambanan merupakan simbol kemajemukan budaya dunia yang harus dijaga bersama melalui kolaborasi pemerintah daerah dan pengelola kawasan wisata berkelanjutan secara bersama.
‎
‎InJourney dan PT TWC juga berkomitmen memperkuat kontribusi sosial melalui program TJSL, termasuk renovasi rumah tidak layak huni bagi warga sekitar kawasan dan lingkungan.
‎
‎Selain itu, peningkatan pelayanan pariwisata dilakukan melalui program InJourney Hospitality House yang diarahkan melatih kemampuan hospitality masyarakat lokal agar semakin siap melayani wisatawan lokal.
‎
‎Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi keterbukaan Pemkab Sleman dan BUMN pengelola dalam membangun kerja sama kawasan Candi Prambanan bersama secara transparan.
‎
‎Hamenang menilai kolaborasi tersebut menumbuhkan rasa rumangsa melu handarbeni, yakni perasaan ikut memiliki, merawat, dan mengembangkan
‎Candi Prambanan secara bersama bagi kepentingan masyarakat luas.
‎
‎”Semoga ini menjadi awal yang baik sehingga kita merasa sama-sama memiliki Candi Prambanan,” ujar Hamenang saat menyampaikan sambutannya kepada undangan di kawasan Prambanan bersama.
‎
‎Hamenang menyebut sektor pariwisata Klaten kini mencatat sekitar 7,5 juta kunjungan wisatawan, sehingga peluang kolaborasi Prambanan dinilai semakin besar kedepannya bagi kedua daerah kini.
‎
‎Ia optimistis penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional di Prambanan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sleman dan Klaten melalui pariwisata berkelanjutan secara signifikan bersama kedepan.
‎
‎Hamenang juga mengajak Sleman dan InJourney atau PT TWC mendorong penyesuaian regulasi perzonasi kawasan melalui perubahan Perpres terkait pengembangan Prambanan secara lebih fleksibel kedepannya.
‎
‎Menurut Hamenang, penataan kawasan penting agar pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata, termasuk hotel dan penginapan, dapat berkembang lebih fleksibel disekitar Prambanan untuk wisatawan. sekitar kawasan.
‎
‎Pengembangan tersebut juga diharapkan mendukung potensi kegiatan ibadah dan wisata religi umat Hindu dari berbagai belahan dunia yang berkunjung ke Prambanan nantinya. secara berkelanjutan.
‎
‎Kerja sama Sleman, Klaten, dan InJourney diharapkan menjadi pijakan awal kolaborasi lebih erat untuk pemerataan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kawasan perbatasan secara berkelanjutan.(ady)

Berita Terkait

Pakar Hukum UMY Soroti Fasilitas di Lapas Cibinong: Tata Kelola Harus Berpijak pada Kesetaraan
Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi Perlu Dirancang Bertahap dan Berkelanjutan
‎DPC GPM Sleman Gelar Doa, Kenang Sosok Guruh Sukarno Putra
Stok BBM Aman, Antrean Mengular, Pakar UMY Soroti Sistem Distribusi Subsidi
‎Malioboro Geger! Hamzah Batik Terbakar, Api Cepat Menjalar Dini Hari
‎Yazid Pacu Konsolidasi PPP DIY, Targetkan Kursi Naik
Kejuaraan Domino ORADO Piala Panglima TNI Resmi Meledak di Sleman
Sleman Creative Weeks #6 Dorong Ekonomi Kreatif Makin Tumbuh

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:23 WIB

PBJT Prambanan Dibagi, Sleman-Klaten Bidik PAD dan Wisata

Senin, 28 September 2026 - 14:10 WIB

Pakar Hukum UMY Soroti Fasilitas di Lapas Cibinong: Tata Kelola Harus Berpijak pada Kesetaraan

Senin, 28 September 2026 - 10:35 WIB

‎DPC GPM Sleman Gelar Doa, Kenang Sosok Guruh Sukarno Putra

Senin, 28 September 2026 - 10:31 WIB

Stok BBM Aman, Antrean Mengular, Pakar UMY Soroti Sistem Distribusi Subsidi

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

‎Malioboro Geger! Hamzah Batik Terbakar, Api Cepat Menjalar Dini Hari

Berita Terbaru

Yogyakarta

PBJT Prambanan Dibagi, Sleman-Klaten Bidik PAD dan Wisata

Senin, 28 Sep 2026 - 15:23 WIB