PalmCo Catat Penyaluran Beras SPHP Capai 240 Ton di 140 Titik

Kamis, 2 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mencatat total penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 240 ton hingga akhir September 2025. Capaian ini dikukuhkan lewat kegiatan distribusi di halaman kantor PalmCo, Gedung Agro Plaza, Jakarta, Selasa, akhir September lalu, yang menyalurkan dua ton beras kepada masyarakat sekitar.

Distribusi beras SPHP merupakan bagian dari dukungan anak perusahaan PTPN III (Persero) tersebut terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan pokok, khususnya beras. Beras SPHP dijual dengan harga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram—lebih rendah dari harga pasar yang saat ini berkisar antara Rp70.000 hingga Rp75.000 untuk volume yang sama.

“Kegiatan kemarin membuat total penyaluran kami sejak awal program mencapai 240 ton. Tersebar di lebih dari 140 titik di berbagai wilayah. Ini bentuk nyata komitmen PalmCo dalam menjaga ketersediaan pangan pokok yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Warga Menyambut Antusias

Sejak pagi hari, puluhan warga sudah memadati halaman kantor PalmCo di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Beberapa datang dengan keluarga, sebagian lainnya membawa tetangga, berharap bisa membeli beras dengan harga lebih murah.

Sulastri (45), warga Cempaka Putih, menjadi salah satu yang datang lebih awal. Ia mengaku mengetahui informasi penjualan beras SPHP dari media sosial dan segera mengajak anaknya untuk ikut.

“Harga beras di pasar sekarang bisa Rp75.000 untuk lima kilo. Kalau di sini cuma Rp60.000, beda Rp15.000 itu besar buat kami. Bisa dipakai beli telur,” ujarnya sambil mengangkat dua kantong beras yang dibelinya.

Bagi Sulastri dan banyak warga lain, kegiatan seperti ini bukan hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberi rasa tenang di tengah ketidakpastian harga bahan pokok.

Senada dengan Sulastri, Rahmad (52), pekerja harian lepas asal Matraman, menyebut kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa BUMN benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Kami senang bisa beli langsung dan tidak dibatasi syarat ini-itu. Selama ini kan kalau ada operasi pasar, sering tidak tahu infonya. Tapi ini jelas, terbuka, dan harganya memang beda jauh,” ucapnya.

Kontribusi Jangka Panjang

Program SPHP yang digerakkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan dijalankan bersama mitra strategis seperti PalmCo, dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan beras nasional. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat fondasi menuju kedaulatan pangan.

Jatmiko menegaskan bahwa PalmCo tidak sekadar ikut-ikutan dalam distribusi, tetapi mengambil peran aktif dan berkelanjutan.

“PalmCo adalah bagian dari BUMN perkebunan, dan itu membawa tanggung jawab untuk berbuat lebih dari sekadar produksi komoditas. Kami ingin menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan nasional,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa distribusi beras SPHP tidak akan berhenti sampai di sini. Perusahaan telah menyusun agenda distribusi lanjutan hingga akhir tahun, dengan target menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Kolaborasi Sebagai Kunci

Di tengah dinamika harga pangan global dan tantangan iklim yang memengaruhi produksi beras domestik, Jatmiko percaya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat adalah kunci menjaga ketahanan pangan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Bekerja sama dengan Bapanas, Kementerian Pertanian, dan masyarakat luas adalah fondasi agar harga dan pasokan pangan tetap stabil,” ujarnya.

Program pangan murah yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk intervensi yang diperlukan di tengah fluktuasi harga. Namun, keberlanjutan dan pemerataan distribusi tetap menjadi aspek penting yang perlu terus dijaga agar dampaknya benar-benar terasa luas dan adil.(*)

Berita Terkait

Indonesia Sabet 9 Penghargaan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Angkat Kriya Berkelanjutan, Dekranasda Kota Bekasi Tampil di Kriyanusa 2026
Dari Lampung ke Kriyanusa 2026, Batin Wulan Pacu Kriya Lokal Tembus Pasar Global
Hadapi Perkembangan Teknologi, Teknisi Ponsel Perlu Tingkatkan Kompetensi
MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka, Kemnaker Ajak Perusahaan Jadi Mitra Penyelenggara
Teknologi Makin Berkembang, Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Kompetensi Teknisi Ponsel
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Soekarno Tutup Usia 73 Tahun.
Herman Deru dan Febrita Lustia Hadiri Pembukaan Kriyanusa 2026 di JICC

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:51 WIB

Angkat Kriya Berkelanjutan, Dekranasda Kota Bekasi Tampil di Kriyanusa 2026

Senin, 28 September 2026 - 10:54 WIB

Dari Lampung ke Kriyanusa 2026, Batin Wulan Pacu Kriya Lokal Tembus Pasar Global

Minggu, 27 September 2026 - 15:03 WIB

Hadapi Perkembangan Teknologi, Teknisi Ponsel Perlu Tingkatkan Kompetensi

Minggu, 27 September 2026 - 14:45 WIB

MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka, Kemnaker Ajak Perusahaan Jadi Mitra Penyelenggara

Sabtu, 26 September 2026 - 14:28 WIB

Teknologi Makin Berkembang, Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Kompetensi Teknisi Ponsel

Berita Terbaru

Jajaran pemain dan tim produksi foto bersama saat konferensi pers peluncuran film layar lebar Cidro Asmoro di Raminten's Kitchen, Yogyakarta

Yogyakarta

Sukses di Serial, Cidro Asmoro Kini Diadaptasi ke Layar Lebar

Selasa, 29 Sep 2026 - 16:15 WIB

Yogyakarta

‎GKR Bendara Kembali Pimpin DPD PUTRI DIY Periode 2026–2030

Selasa, 29 Sep 2026 - 16:11 WIB