JOGJAOKE.COM, Depok – Beredar surat terbuka yang ditujukan kepada Rektor Universitas Indonesia terkait pembatalan kelulusan Program Talent Scouting UI 2026. Surat tersebut dikutip pada Sabtu (21/3/2026) dan dibagikan melalui akun Facebook Yuszak M Yahya.
Diketahui, unggahan tersebut telah diposting sekitar 22 jam sebelumnya atau pada Jumat (20/3/2026), dan kini menjadi viral di media sosial. Hingga saat ini, surat tersebut telah dibagikan sebanyak 471 kali dan menuai 884 komentar dari warganet.
Dalam surat itu, penulis yang mengaku sebagai orang tua calon mahasiswa sekaligus mewakili sejumlah orang tua lainnya menyampaikan kekecewaan mendalam atas keputusan pembatalan kelulusan yang dinilai mendadak.
Disebutkan, para peserta sebelumnya telah mengikuti seluruh rangkaian seleksi dengan serius, mulai dari belajar, menyusun esai, hingga mempersiapkan diri secara maksimal. Pengumuman hasil seleksi Talent Scouting UI 2026 sendiri dirilis pada 17 Maret 2026 pukul 18.00 WIB, bertepatan dengan waktu berbuka puasa di bulan Ramadan.
Pada saat itu, suasana penuh haru menyelimuti banyak keluarga. Para calon mahasiswa dinyatakan lulus dan diterima, bahkan sebagian di antaranya melakukan sujud syukur. Ucapan selamat pun mengalir dari keluarga, kerabat, hingga media sosial.
Namun, kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar tiga jam kemudian, atau pukul 21.00 WIB, pengumuman diperbarui dan kelulusan dinyatakan dianulir tanpa penjelasan yang jelas. Pihak kampus dalam surat tersebut disebut menyarankan peserta untuk mengikuti jalur lain, yakni SIMAK UI.
Orang tua dalam surat tersebut mempertanyakan dampak dari keputusan itu, terutama terhadap kondisi psikologis anak-anak mereka. Disebutkan, banyak calon mahasiswa mengalami tekanan mental, rasa malu, hingga kehilangan kepercayaan diri setelah kabar kelulusan yang sempat diumumkan terlanjur tersebar luas.
“Ini bukan sekadar soal jalur masuk, tetapi soal kepercayaan terhadap institusi sebesar Universitas Indonesia,” tulisnya dalam surat tersebut.
Sejumlah warganet turut memberikan tanggapan emosional. Salah satunya akun bernama Ermas Manurung yang menuliskan, “Air mata saya tak terasa bercucuran membaca pernyataan Bapak. Saya sudah merasakan sendiri betapa bahagianya orang tua, anak, dan keluarga ketika anak dinyatakan lulus. Saking bahagianya, kami langsung merayakan dengan makan malam spesial, sujud syukur, dan menangis haru. Bahkan, rasa sakit hati sebelumnya seketika hilang dan berubah menjadi memaafkan tanpa syarat. Kebahagiaan itu tidak bisa dinilai dengan uang miliaran rupiah, ketika doa kita seolah didengar. Namun tiba-tiba, suka cita berubah menjadi duka. Betapa hancurnya hati saat harus menahan malu. Semoga ada mukjizat sehingga ananda tetap menjadi pemenangnya.”
Komentar lain juga datang dari akun Astuti Djufri yang menyampaikan, “Tercorengnya dunia pendidikan disebabkan oleh kecerobohan yang berdampak buruk pada kondisi psikologis anak. Hal ini bisa menjadi beban bagi anak dan orang tua seumur hidup. Kemungkinan ada faktor tertentu sehingga keputusan bisa berubah. Padahal, anak-anak yang mengikuti seleksi Talent Scouting 2026 ini adalah anak-anak hebat dan unggulan yang telah mempersiapkan diri dengan baik dan matang. Anak-anak yang sudah dinyatakan lulus, namun dalam waktu tiga jam berubah menjadi tidak lulus. Ayo para orang tua dan anak-anak, terus maju dan jangan pernah mundur.”
Surat tersebut juga menyoroti waktu pengumuman yang dinilai sangat sakral karena bertepatan dengan momen berbuka puasa di bulan Ramadan, bahkan mendekati Hari Raya Idul Fitri. Dalam surat yang ditulis pada 30 Ramadan itu, orang tua berharap adanya penjelasan resmi yang transparan serta kebijakan yang lebih bijak dan berkeadilan bagi para peserta.
Informasi dalam surat terbuka tersebut merupakan pernyataan dari pihak orang tua dan belum dapat diverifikasi secara independen. Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak Universitas Indonesia melalui email, WhatsApp, dan pesan langsung Instagram.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Universitas Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik tersebut. (haj)






