Mural Korupsi di Mandala Krida Dihitamkan, Siapa Takut pada Kritik?

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Penghapusan mural bertuliskan “Usut Tuntas Korupsi Mandala” di kawasan Perempatan Ketandan, Malioboro, memantik tanda tanya besar.

Bukan sekadar soal mural yang hilang, melainkan karena yang ditimpa cat hitam justru hanya tulisan kritik terkait dugaan korupsi renovasi Stadion Mandala Krida.

Sementara mural bertuliskan “PSIM Jogja” di tembok yang sama tetap dibiarkan utuh.

“Kalau memang mural dianggap melanggar aturan, kenapa yang dihapus hanya kritiknya?” pertanyaan itu ramai bergema di kalangan suporter PSIM.

Mereka menilai penghapusan secara selektif justru memunculkan kesan ada pihak yang merasa terganggu dengan pesan yang disampaikan.

“Kalau mau bersih, ya bersih semua. Jangan pilih-pilih,” ujar sejumlah pendukung Laskar Mataram.

Aktivis antikorupsi dari Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba, menegaskan mural merupakan bagian dari ekspresi publik yang sah.

“Mural adalah medium kritik sosial. Itu lahir dari keresahan masyarakat yang ingin kasus dugaan korupsi renovasi Stadion Mandala Krida diusut tuntas,” katanya.

Menurutnya, suara publik tidak boleh dibungkam hanya karena menyentuh isu sensitif.

‎MURAL BERIZIN

Perwakilan Guyub Seni Mataram, Wage, mengungkapkan proses pembuatan mural tidak dilakukan sembarangan.

“Sejak awal kami berkoordinasi dengan warga sekitar dan pemilik bangunan. Izin sudah kami kantongi sebelum mural dibuat,” ujarnya.

Karena itu, penghapusan mendadak terhadap tulisan kritik dinilai janggal dan sulit dipahami.

Di sisi lain, muncul dugaan adanya tekanan dari pihak tertentu. Berdasarkan informasi yang diterima suporter, pemilik bangunan yang sebagian merupakan lansia dan karyawan perempuan disebut merasa tidak nyaman setelah isu korupsi diangkat melalui mural tersebut.

Namun saat dimintai penjelasan soal alasan penghapusan maupun pihak yang meminta mural ditutup, pemilik bangunan disebut enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

“Justru itu yang membuat pertanyaan publik semakin besar,” kata seorang suporter.

Meski mural telah dihitamkan, semangat suporter tidak ikut padam.

“Kami akan terus mengawal dugaan korupsi Mandala Krida sampai tuntas. PSIM harus kembali berkandang di stadion kebanggaan warga Jogja,” tegas mereka.

Bagi para pendukung, tembok boleh dicat ulang, tetapi kritik yang telah terlanjur disuarakan diyakini tak akan mudah dihapus dari ingatan publik.(WAW)

Berita Terkait

Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Pemkal Condongcatur Gelar Sosialisasi Manajemen Kebencanaan Berbasis Masyarakat
Perkuat Keamanan Wilayah, Bhabinkamtibmas Latih Satlinmas Depok Pengaturan Lalu Lintas dan PBB
Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan, BPBD Sleman Matangkan Standar Pelayanan 2026
JIKF 2026 Hadirkan Ribuan Layang-Layang, AirNav Pastikan Ruang Udara Tetap Aman
UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelecehan Seksual, Investigasi Berjalan
Nobar Piala Dunia di Koramil, Kodim 0707/Wonosobo Bangun Keakraban Bersama Warga
Aksi Geng Bermotor Kembali Teror Bantul, Pelajar Jadi Korban Pembacokan
UWM Perpanjang Kemitraan ICEE, Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional Global

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:23 WIB

Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Pemkal Condongcatur Gelar Sosialisasi Manajemen Kebencanaan Berbasis Masyarakat

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:14 WIB

Perkuat Keamanan Wilayah, Bhabinkamtibmas Latih Satlinmas Depok Pengaturan Lalu Lintas dan PBB

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:16 WIB

Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan, BPBD Sleman Matangkan Standar Pelayanan 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 16:41 WIB

JIKF 2026 Hadirkan Ribuan Layang-Layang, AirNav Pastikan Ruang Udara Tetap Aman

Senin, 13 Juli 2026 - 14:31 WIB

UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelecehan Seksual, Investigasi Berjalan

Berita Terbaru