Monumen Brimob Rewulu Abadikan Pertempuran Berdarah Demi Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Bantul – Monumen Brimob Rewulu di Bantul menjadi saksi bisu pertempuran berdarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah Serangan Umum 1 Maret 1949 yang bersejarah. Monumen berlokasi di Padukuhan Sengon Karang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, menyimpan kisah heroik perjuangan pejuang melawan pasukan Belanda dengan gagah.
‎
Juru kunci Monumen Brimob Rewulu, Cahyo Sumirat, mengatakan kawasan tersebut masih dihormati masyarakat sebagai tempat mengenang jasa para pejuang hingga sekarang. “Setiap peringatan 17 Agustus, tempat ini menjadi pusat kegiatan masyarakat,” ujar Cahyo, menggambarkan antusiasme warga menjaga warisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
‎
Menurut Cahyo, masyarakat rutin menggelar tirakatan, jalan sehat, mancing bersama, hingga pentas seni sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan terdahulu bersama. “Kami ingin generasi sekarang tetap mengenang perjuangan para leluhur yang telah gugur di tempat ini,” tegas Cahyo mengajak masyarakat menghargai sejarah bangsa.
‎
Ia menjelaskan pertempuran Rewulu pecah setelah Belanda melakukan operasi penyisiran sebagai balasan atas keberhasilan Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.
‎
Pasukan Belanda bergerak menuju wilayah barat memburu pejuang Republik Indonesia, sementara pasukan gabungan bertahan mempertahankan posisi strategis di bukit Rewulu dengan gigih. “Di lokasi ini terjadi pertempuran yang sangat hebat,” ungkap Cahyo mengenang peristiwa bersejarah yang menelan korban besar demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
‎
Sebanyak 102 pejuang gugur, terdiri 16 anggota Brigade Mobil, dua prajurit TNI, serta puluhan pejuang sipil mempertahankan tanah air tanpa menyerah. “Peristiwa itu menjadi bagian penting sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” kata Cahyo, menegaskan pengorbanan para pahlawan tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus.
‎
Relief di kompleks monumen menggambarkan dahsyatnya pertempuran, termasuk pembakaran rumah-rumah warga oleh pasukan Belanda selama operasi militer berlangsung saat itu. “Kami berharap monumen ini semakin diperhatikan pemerintah maupun Korps Brimob,” ujar Cahyo, agar nilai sejarahnya terus diwariskan kepada masyarakat luas Indonesia.
‎
Ia menegaskan Monumen Brimob Rewulu bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan simbol keberanian, pengorbanan, serta semangat mempertahankan kemerdekaan bangsa sepanjang masa bersama. “Dulu anggota Brimob yang baru sering datang untuk orientasi dan napak tilas sejarah,” kata Cahyo mengenang tradisi pembelajaran perjuangan para pahlawan.
‎
Kini Monumen Brimob Rewulu tetap dimanfaatkan sebagai lokasi napak tilas, ziarah sejarah, serta edukasi agar semangat perjuangan pejuang terus menginspirasi generasi muda Indonesia.(waw)

Berita Terkait

Kasus Obesitas Anak Indonesia Diproyeksikan Meningkat, Pakar UMY Ingatkan Peran Keluarga dan Sekolah
Satpol PP Sleman Sikat Rokok Ilegal, Denda Tembus Rp8 Juta
Jakarta–Jogja Rp82 Ribu, Ini Rute Empat Kereta!
Motor Matik Kecelakaan Dekat SD Kanisius Gayam, Warga Berkerumun
Polda DIY Pulangkan 32 Peserta Aksi, Bantah Ada Penahanan Lanjutan
Viral Api dan Asap Muncul dari Tanah Munthuk, DLH Bantul Turun Tangan Lakukan Penyelidikan
Napak Tilas Pleret, Romo Nurdi Kobarkan Semangat Kejayaan Mataram
Museum Affandi Bongkar Catatan Harian Sang Maestro Sejak 1953

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kasus Obesitas Anak Indonesia Diproyeksikan Meningkat, Pakar UMY Ingatkan Peran Keluarga dan Sekolah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Satpol PP Sleman Sikat Rokok Ilegal, Denda Tembus Rp8 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Jakarta–Jogja Rp82 Ribu, Ini Rute Empat Kereta!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Motor Matik Kecelakaan Dekat SD Kanisius Gayam, Warga Berkerumun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Polda DIY Pulangkan 32 Peserta Aksi, Bantah Ada Penahanan Lanjutan

Berita Terbaru